Identifikasi Bahan Kimia Obat (BKO) Allopurinol dan Deksametason dalam Jamu Asam Urat di Pasar Tanjungsari dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.15576Keywords:
Jamu Asam Urat, Allopurinol, DeksametasonAbstract
Abstract. Herbs is traditional medicine that is prepared traditionally and has been used for generations. The public's great interest in herbal medicine products is often misused by herbal medicine manufacturers who add medicinal chemicals to their products. One of the medicinal chemicals that is often used is allopurinol and dexamethasone. This study aims to identify the presence of allopurinol and dexamethasone in medicinal chemicals circulating in the Tanjungsari Market using thin layer chromatography qualitative analysis, as well as to determine the levels of allopurinol and dexamethasone in gout herbal medicine using high performance liquid chromatography quantitative analysis. The rf result using thin layer chromatography obtained for herbal medicine sample B was 0.5 and for sample C was 0.43. The sample concentration obtained using high performance liquid chromatography in herbal medicine sample B for dexamethasone was 103.571%, and for allopurinol it was 0.025% and in sample C for dexamethasone it was 157.378%, and for allopurinol it was -0.0044%.
Abstrak. Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun. Minat masyarakat yang besar terhadap produk jamu tersebut sering kali disalahgunakan oleh produsen jamu yang menambahkan bahan kimia obat ke dalam produknya. Salah satu bahan kimia obat yang sering digunakan yaitu allopurinol dan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat yang beredar di Pasar Tanjungsari dengan analisis kualitatif kromatografi lapis tipis, serta untuk mengetahui kadar allopurinol dan deksametason pada jamu asam urat dengan analisis kuantitatif kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil rf dengan kromatografi lapis tipis yang didapatkan untuk sampel jamu B yaitu 0,5 dan untuk sampel C yaitu 0,43. Kadar sampel yang diperoleh dengan menggunaka kromatografi cair kinerja tinggi pada sampel jamu B untuk deksametason yaitu sebesar 103,571 %, serta untuk allopurinol 0,025 % dan pada sampel C untuk deksametason yaitu sebesar 157,378 %, serta untuk allopurinol yaitu sebesar -0,0044 %.
References
[2] Pratiwi, R., Saputri, F. A., & Nuwarda, R. F. (2018). Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan Obat Tradisional Di Masyarakat: Studi Pendahuluan Pada Masyarakat Di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang. Dharmakarya, 7(2).
[3] Cendekiawan, K. A., Winarso, S., & Novi Marchianti, A. C. (2019). Surveilans Penyalahgunaan Bahan Kimia Sintetis Deksametason Pada Jamu Pegal Linu Menggunakan Metode Near Infra Red dan Kemometrik. Multidisciplinary Journal, 2(1), 30.
[4] Chatul Maghfiroh, R., & Rochmat (2014). Uji Kesesuaian Sistem Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Fase Terbalik Pada Bahan Baku Parasetamol Conformance Test System High Performance Liquid Chromatography Reversed Phase Paracetamol On Raw Materials. Farmagazine: Vol. I.
[5] Departemen Kesehatan Rebuplik Indonesia (2020). Farmakope Indonesia Jilid VI. Jakarta: Depkes RI.
[6] Aziz, Z., Nurhidayati, L., Abdillah, S., Yuliana, N. D., & Simanjuntak, P. (2020). Optimasi dan Validasi Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi untuk Menetapkan Kadar Asam Klorogenat dalam Ekstrak Etanol Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robinson). ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 16(1), 67.
[7] Susanti, Meri & Dachriyanusus. (2017). Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Padang: Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK) Universitas Andalas.
[8] Yulian, M. (2014). Potensi Biodiversitas Indonesia Sebagai Inhibitor Xantina Oksidase Dan Antigout. Lantanida Journal, 2(1), 80.
[9] Kumar, S., Jyotirmayee, K., & Sarangi, M. (2013). Thin Layer Chromatography : A Tool of Biotechnology for Isolation of Bioactive. International Journal of Pharmaceutical Sciens Review and Research, 18(1), 126–132