Gambaran Peresepan Tanaman Obat Antidiabetes di Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus Medicus Tawangmangu

Authors

  • Dita Afriantika Farmasi
  • Kiki Mulkiya Yuliawati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Yani Lukmayani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.15021

Keywords:

Tanaman Obat, Antidiabetes, Hortus Medicus

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus is a metabolic disorder caused by pancreatic beta cells which cannot produce enough insulin or cannot use the insulin produced effectively, resulting in increased blood sugar levels or hyperglycemia. Treatment carried out to treat diabetes mellitus uses traditional herbal medicine. Some of the plants used include bitter (Andrograhphis paniculata), cinnamon (Cinnamomum burmanii), and ginger (Curcuma xanthorriza). This study aims to determine the prescribing pattern and effectiveness of prescribing a combination of simplicia for diabetes mellitus patients at the Hortus Medicus Tawangmangu Jamu Research House (RRJ) in the period January – June 2023. The research method used is the descriptive method with retrospective data collection. From the results of this research, data was obtained that the description of the prescription of medicinal plants to reduce the condition of diabetes mellitus, the main ones are bitter, cinnamon, bay leaves, and ginger. Then other medicinal plants were also added such as Javanese chilies, ginger for complaints of fatigue, gotu kola and black cumin for complaints of tingling, secang and miana for complaints of blurred vision, meniran, turmeric, and ginger for complaints of sore feet and soles, sedge grass, lemongrass, and bittersweet for complaints of body itching, then ginger to overcome weight loss

Abstrak. Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolik yang diakibatkan oleh sel beta pankreas yang tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif sehingga terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah atau hiperglikemia. Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi diabetes mellitus dengan memanfaatkan obat herbal tradisional. Beberapa tanaman yang digunakan antara lain sambiloto (Andrograhphis paniculata), kayu manis (Cinnamomum burmanii), dan temulawak (Curcuma xanthorriza). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan dan efektivitas pemberian resep kombinasi simplisia untuk pasien diabetes mellitus di Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus Medicus Tawangmangu pada periode Januari – Juni 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Dari hasil penelitian ini, diperoleh data bahwa gambaran peresepan tanaman obat untuk mengurangi kondisi diabetes mellitus yang utama adalah sambiloto, kayu manis, daun salam, dan temulawak. Kemudian ditambahkan juga tanaman obat lain seperti cabe jawa, jahe untuk keluhan mudah lelah, pegagan dan jinten hitam untuk keluhan kesemutan, secang dan miana untuk keluhan penglihatan kabur, meniran, kunyit, dan temulawak untuk keluhan luka di kaki dan telapak sakit, rumput teki, sereh, dan sambiloto untuk keluhan badan gatal, kemudian temulawak untuk mengatasi berat badan turun.

References

[1] Adha, S. A., Febriyanti, R. M., & Milanda, T. (2019). Review : Potensi Sambiloto Sebagai Obat Antidiabetes Berbasis Herbal a Review : Potential of Sambiloto As Herbal Based Antidiabetic Medicine. Medical Sains, 4(1), 7–12. https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/article/view/118/84
[2] Ayssca, A., Prastiwy, B., Busman, H., & Nurcahyani, N. (2015). Perbandingan Obat Amaryl dengan Ekstrak Rimpang Rumput Teki ( Cyperus rotundus L .) terhadap Gula Darah pada Mencit ( Mus musculus L .) Jantan yang Diinduksi Aloksan Comparison Between Amaryl and Nut Grass ( Cyperus rotindus L .) Rhizome Extract on Blood. 16(1), 1–5.
[3] Bahi, R. R. R., Herowati, R., & Harmastuti, N. (2020). Studi Biokemoinformatika Kandungan Kimia Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) sebagai Antihiperglikemia serta Prediksi Parameter Farmakokinetik dan Toksisitas. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 17(2), 466. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i2.8944
[4] Devi Darliana. (2011). Manajemen Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal PSIK - FK Unsyiah, 2(2), 132–136
[5] Dewi, A., Kristiyawati, S. P., & Purnomo, S. Eko, C. (2017). Pengaruh Minyak Kelapa Terhadap Penurunan Rasa Gatal Pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Kota Slatiga. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan (JIKK), 000, 1–12.
[6] Dewi, N. L. K. A. A., Prameswari, P. N. D., Cahyaningsih, E., Megawati, F., Agustini, N. P. D., & Juliadi, D. (2022). Review: Pemanfaatan Tanaman sebagai Fitoterapi pada Diabetes Mellitus. Usadha, 2(1), 31–42. https://doi.org/10.36733/usadha.v2i1.5562
[7] Dewi Wowor, M., Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Maria Tomohon Jl Florence, S., Vii, L., Kolongan, K., Tomohon Tengah, K., & Tomohon, K. (2024). MANFAAT JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE) UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 Ignatia Yohana Rembet. Journal| Watson Journal of Nursing, 2(2), 51.
[8] Emilda, E. (2018). EFEK SENYAWA BIOAKTIF KAYU MANIS Cinnamomum burmanii NEES EX.BL.) TERHADAP DIABETES MELITUS: KAJIAN PUSTAKA. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 5(1), 246–252. https://doi.org/10.33096/jffi.v5i1.316
[9] Erna Susilowati, Puguh Santoso, Moh, A. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Luka Pada Penderita Diabetes Melitus Tinjauan Literatur. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(November), 89–94. https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/688
[10] Iverson, B. L., & Dervan, P. B. (2018). Sambiloto Ceplukan Daun Salam (Antidiabetes).
[11] Khairurrizki, A., Rafsanjani, A., & Hariadi, P. (2022). Efek Sinergisme Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Antidiabetik Oral terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mencit. Sinteza, 2(1), 19–28. https://doi.org/10.29408/sinteza.v2i1.4385
[12] Lathifah, N. L. (2017). The Relationship Between Duration Disease and Glucose Blood Related to Subjective Compliance in Diabetes Mellitus. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(2), 218. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i22017.218-230
[13] Lestari, Zulkarnain, & Sijid, S. A. (2021). Diabetes Melitus: Review Etiologi, Patofisiologi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara Pencegahan. UIN Alauddin Makassar, November, 237–241. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb
[14] Matasak, V. B. M., Siwu, J. F., & Bidjuni, H. (2018). Hubungan Kadar HbA1C dengan Neuropati pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Kimia Farma Husada Sario Manado. E-Journal Keperawatan (EKp), 6(1), 1–6.
[15] Musfiroh, I., Wilar, G., Rosalianti, E., Hadirana, A. A., & Hanifah, Z. S. (2022a). Edukasi Tentang Diabetes Melitus dan Pemanfaatan Kayu Manis sebagai Tanaman Obat Antidiabetes Kepada Masyarakat. Journal of Community Development, 3(1), 42–50. https://doi.org/10.47134/comdev.v3i1.59
[16] Musfiroh, I., Wilar, G., Rosalianti, E., Hadirana, A. A., & Hanifah, Z. S. (2022b). Edukasi Tentang Diabetes Melitus dan Pemanfaatan Kayu Manis sebagai Tanaman Obat Antidiabetes Kepada Masyarakat. Journal of Community Development, 3(1), 42–50. https://doi.org/10.47134/comdev.v3i1.59
[17] Pradipta, G. D., Kusumawardhana, B., & Herlambang, T. (2017). Kandungan Ekstrak Cabe Jawa Untuk Alternatif Energi dalam Aktivitas Olahraga ( Galih Dwi Pradipta, Buyung Kusumawardhana, Tubagus Herlambang ). Jurnal Ilmiah Penjas, 3(2), 28–43.
[18] Prasetyani, D., & Martiningsih, D. (2019). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Neuropati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan, Kebidanan, Dan Keperawatan, 12(1), 40–49.
[19] Putri, A. D., & Yanti, N. (2023). Teknik Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien DM Tipe 2 Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah : Case Report Progressive Muscle Relaxation Technique In Type 2 DM Patients With Unstable Blood Glucose Levels : Case Report Abstract Pendahuluan Penyakit mer. 3, 109–117. https://doi.org/10.36082/jhcn.v3i2.1444
[20] Resti, H. Y., & Cahyati, W. H. (2022). Kejadian Diabetes Melitus Pada Usia Produktif Di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Higeia Journal Of Public Health Research And Development, 6(3), 350–361. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia
[21] Restyana, N. (2015). Restyana Noor F|Diabetes Melitus Tipe 2 DIABETES MELITUS TIPE 2. J Majority |, 4, 93–101.
[22] Rezeki, I. N. (2019). Peran Jintan Hitam (Nigella Sativa) Sebagai Pengobatan Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus, 10(2), 255–260. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.157
[23] Rina Limidina, Burhanuddin Basri, & Eva Martini. (2024). Efektifitas Pemberian Pudding Zhanthorhiza Terhadap Perubahan Berat Badan Pada Anak Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 4(1), 159–178. https://doi.org/10.55606/jikki.v4i1.2965
[24] Sarjono, A. K., & Tukiran, T. (2021). REVIEW: POTENSI EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI ANTIDIABETES MELLITUS. Unesa Journal of Chemistry, 10(3), 307–317. https://doi.org/10.26740/ujc.v10n3.p307-317
[25] Saulauda, P., Rumondor, R., & Timburas, M. W. (2022). UJI AKTIVITAS DIABETES EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus atropurpureus) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus). Trinita Health Science Journal, 1. https://ths.trinita.ac.id/index.php
[26] Soelistijo, S. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma, 46. www.ginasthma.org.
[27] Wahjuni, S. (2017). Ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri. L) memperbaiki kerusakan sel-Î2 pankreas dan menurunkan kadar gula darah tikus wistar hiperglikemia diinduksi aloksan. Intisari Sains Medis, 8(2), 160–163. https://doi.org/10.15562/ism.v8i2.134
[28] Widaryanti, B., Linda Tripramatasari, F., Analis Kesehatan Manggala, A., & Bratajaya No, J. (2021). Efek Rebusan Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Kadar Glukosa dan Profil Lipid Tikus Wistar Diabetes. Journal of Biological Research), 8(1), 2021.

Downloads

Published

2024-08-15