Kajian Potensi Risiko Interaksi Obat Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS dengan Komorbid Lainnya di RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi Periode Tahun 2023

Authors

  • Siti Alifa Dzulnadifa Farmasi
  • Umi Yuniarni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Fetri Lestari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.14782

Keywords:

interaksi obat, HIV/AIDS, antiretroviral

Abstract

Abstract. HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that infects the immune system and causes a decrease in human immunity. As a result, sufferers become more susceptible to various diseases. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a collection of symptoms that arise due to decreased immunity due to HIV infection. To suppress the number of viruses in the body, people with HIV require antiretroviral treatment (ARV), which is usually given in the form of a combination of drugs. In addition to ARVs, HIV/AIDS patients also often receive additional drugs or other substances that can interact with ARVs, potentially causing changes in blood drug levels. The purpose of this study was to determine the risk of potential drug interactions in HIV/AIDS patients undergoing antiretroviral treatment with other comorbid diseases at RSUD. R. Syamsudin, SH. This study used a retrospective descriptive design by reviewing the medical records of HIV/AIDS patients undergoing ARV therapy at RSUD. R. Syamsudin, S.H Sukabumi City period 2023. Samples were selected using non probability sampling method of purposive sampling. Out of 212 patients studied, 110 cases of interaction between ARV drugs and non-ARV drugs were found. Based on severity, 8% of interactions were major, 95% were moderate, and 2% were minor. Based on the mechanism, 51% were pharmacokinetic interactions and 49% were pharmacodynamic interactions.

Abstrak. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menginfeksi sistem imun dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, penderita menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala yang muncul akibat penurunan kekebalan tubuh karena infeksi HIV. Untuk menekan jumlah virus dalam tubuh, penderita HIV memerlukan pengobatan antiretroviral (ARV), yang biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi obat. Selain ARV, penderita HIV/AIDS juga sering menerima obat tambahan atau zat lain yang dapat berinteraksi dengan ARV, sehingga berpotensi menyebabkan perubahan kadar obat dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko potensi interaksi obat pada pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan antiretroviral dengan penyakit komorbid lainnnya di RSUD. R. Syamsudin, SH. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan meninjau rekam medis pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV di RSUD. R. Syamsudin, S.H Kota Sukabumi periode tahun 2023. Sampel dipilih menggunakan metode non probability sampling jenis purposive sampling. Hasil penelitian dari 212 pasien yang diteliti, ditemukan 110 kasus interaksi antara obat ARV dengan obat non-ARV. Berdasarkan tingkat keparahannya, 8% interaksi bersifat mayor, 95% moderat, dan 2% minor. Berdasarkan mekanismenya, 51% adalah interaksi farmakokinetik dan 49% adalah interaksi farmakodinamik).

References

1. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2021. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id. 2022. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
2. Widiyanti M. Dampak Perpaduan Obat ARV pada Pasien HIV/AIDS ditinjau dari Kenaikan Jumlah Limfosit CD4+ di RSUD Dok II Kota Jayapura. J Plasma. 2016;1(2).
3. Yuniarti N, Yuswar MA, Untari EK. Kejadian interaksi obat pada pasien HIV/AIDS yang menerima antiretroviral di RSUD Dr. Soedarso Pontianak periode 2018. J Cerebellum. 2020;5(4A):6.
4. Hanutami B, Dandan KL. Identifikasi potensi interaksi antar obat pada resep umum di Apotek Kimia Farma 58 Kota Bandung bulan April 2019. Farmaka. 2019;17(2):57–64.
5. Zakiyah WU, Cahyati KI, Salasanti CD. Interaksi Obat Antriretroviral Pada Pasien HIV/AIDS Di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Periode Januari - Maret Tahun 2022. Pros Semin Nas Disem Has Penelit Progr Stud S1 Farm. 2022;2:170–6.
6. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Semester 1. Jakarta: Kemenkes RI; 2023. 98 p.
7. Kambu Y, Waluyo A, Kuntarti. Umur Orang dengan HIV AIDS (ODHA) Berhubungan dengan Tindakan Pencegahan Penularan HIV. J Keperawatan Indones. 2016;19(3):200–7.
8. Saki M, Kermanshahi SMK, Mohammadi E, Mohraz M. Perception of patients with HIV/AIDS from stigma and discrimination. Iran Red Crescent Med J. 2015;17(6).
9. Gultom R. Evaluasi Pola Terapi Pengobatan Penyakit-Penyakit Penyerta (Komorbid) Pada Pasien Hiv/Aids Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. JIFI (Jurnal Ilm Farm Imelda). 2022;6(1):1–10.
10. Widjaja MCG. Rejimen KDT-ARV Terbaru dengan Dolutegravir. Cermin Dunia Kedokt. 2022;49(6):314–9.
11. Reyaan IBM, Kuning C, Adnyana IK. Studi Potensi Interaksi Obat pada Resep Polifarmasi di Dua Apotek Kota Bandung. J Manaj DAN PELAYANAN Farm (Journal Manag Pharm Pract. 2021;11(3):145.

Downloads

Published

2024-08-14