Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sabun Cair Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu Ipomoea batatas (L.) Lam.
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.14743Abstract
Abstract. The formation of free radicals in the skin can cause oxidative stress which is the origin of various skin diseases. Free radicals bind to the skin and can be prevented by antioxidant compounds. Therefore, it is necessary to develop a preparation that has the potential to act as an antioxidant. This research aims to make soap containing antioxidants using ethanol extract from purple sweet potato Ipomoea batatas (L.) Lam. Testing begins by ensuring the identity, characterization, and phytochemical screening of purple sweet potatoes. Then extraction was carried out using the maceration method using 70% ethanol. The antioxidant activity of soap will be tested using the DPPH method. In this research, the best soap formula was produced which contained 5% ethanol extract of purple sweet potato and 2% vitamin C with soap evaluation that met the requirements, namely pH test, alkaline or free fatty acid test, and viscosity test. In the soap preparation formula, the IC50 value was found to be 62.03 ppm which is a category of strong antioxidant activity.
Abstrak. Pembentukan radikal bebas di kulit dapat menyebabkan stres oksidatif yang menjadi asal mula berbagai penyakit kulit. Ikatan radikal bebas dengan kulit dapat dicegah oleh senyawa antioksidan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu sediaan yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun yang mengandung antioksidan dengan menggunakan ekstrak etanol ubi jalar ungu Ipomoea batatas (L.) Lam. Pengujian diawali dengan memastikan identitas, karakterisasi, dan skrining fitokimia pada ubi jalar ungu. Kemudian dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Aktivitas antioksidan pada sabun akan diuji dengan menggunakan metode DPPH. Pada penelitian ini dihasilkan formula terbaik sabun yang mengandung 5% ekstrak etanol ubi jalar ungu dan 2% vitamin C dengan evaluasi sabun yang memenuhi persyaratan yaitu uji pH, uji alkali atau asam lemak bebas, dan uji viskositas. Pada formula sediaan sabun tersebut didapatkan nilai IC50 sebesar 62,03 ppm sehingga masuk kedalam kategori aktivitas antioksidan yang kuat.
References
[2] Pratama, A. N., & Busman, H. (2020). Potensi Antioksidan Kedelai (Glycine Max L) Terhadap Penangkapan Radikal Bebas. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 497–504. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.333
[3] Moniharapon, P. J., Queljoe, E. de, Simbala, H., & et al. (2016). Identifikasi Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Tauge (Phaseolus Radiatus L.). Pharmacon, 5(4), 130–136.
[4] Nissy, A., Dhara, T. J., Sinala, S., Ratnah, S., Farmasi, J., & Makassar, K. (2023). Formulasi Sabun Padat Transparan dengan Sari Daging Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Antioksidan. Original Article MFF, 27(1), 27–31. https://doi.org/10.20956/mff.v27i1.23434
[5] Dewi, L. R., Laksmiani, N. P. L., Paramita, N. L. P. V, & Wirasuta, I. M. A. G. (2014). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam) dengan Metode Ferrous Ion Chelating (FIC). Jurnal Farmasi Udayana, 3(1), 14–17.
[6] Arifuddin, W., Biologi, J. P., & Baru, H. (2018). Aktivitas Antioksidan Senyawa Antosianin dari Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu ( Ipomoea batatas L). Celebes Biodiversitas, vol. 1, no. 2, 2018, pp. 26-29
[7] Agus Safari, Sani Dwiningrum Rahayu Br Ginting, Muhammad Fadhlillah, Saadah D. Rachman, Nenden I. Anggraeni, & Safri Ishmayana. (2018). Ekstraksi dan Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Ubi Ungu (Ipomoea batatas L.). Al-Kimiya, 6(2), 46–51.
[8] Molyneux, P. (2004). The Use of the Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. Songklanakarin Journal of Science and Technology. https://doi.org/10.1287/isre.6.2.144
[9] Rusli, N., Nurhikma, E., & Sari, E. P. (2019). Formulasi Sediaan Sabun Padat Ekstrak Daun Lamun (Thalassia hemprichii). Warta Farmasi, 8(2), 53–62. https://doi.org/10.46356/wfarmasi.v8i2.96
[10] Widyasanti, A., Winaya, A. T., & Rosalinda, S. (2019). Making Liquid Soap Made From White Coconut Oil. Article History Agrointek, 13(2), 132–142.
[11] Shahinuzzaman, M., Yaakob, Z., & Moniruzzaman, M. (2016). Medicinal and cosmetics soap production from Jatropha oil. Journal of Cosmetic Dermatology, 15(2), 185–193. https://doi.org/10.1111/jocd.12209
[12] Pranata, F. S. (2021). P Potensi Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Ungu dan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dalam Pembuatan Permen Jeli. Pasundan Food Technology Journal, 8(3), 95–105. https://doi.org/10.23969/pftj.v8i3.4615
[13] Herfayati, P., Pandia, S., & Nasution, H. (2020). Karakteristik Antosianin dari Kulit Buah Nipah (Nypa frutican) sebagai Pewarna Alami dengan Metode Soxhletasi. Jurnal Teknik Kimia USU, 9(1), 26–33. https://doi.org/10.32734/jtk.v9i1.2831
[14] Sugiyanto, M. K., Sumual, M. F., & Djarkasi, G. (2020). Pengaruh Suhu Pasteurisasi Terhadap Profil Dan Aktivitas Antioksidan Puree Buah Naga Merah. Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal, 11(2). https://doi.org/10.35791/jteta.11.2.2020.31278
[15] Sugiyanto, M. K., Sumual, M. F., & Djarkasi, G. (2020). Pengaruh Suhu Pasteurisasi Terhadap Profil Dan Aktivitas Antioksidan Puree Buah Naga Merah. Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal, 11(2). https://doi.org/10.35791/jteta.11.2.2020.31278
[16] Badan Standarisasi Nasional. (2017). Sabun Mandi Cair. SNI 4085:2017. Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional.
[17] Erni Johan, Gita Cahya Eka Darma, & Ratih Aryani. (2022). Formulasi Basis Sabun Cair sebagai Metode Penghantaran Sediaan Antiseptik. Bandung Conference Series: Pharmacy, 2(2), 137–144. https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2.3587
[18] Badan Standarisasi Nasional. (1996). Sabun Mandi Cair. SNI 06-4085-1996. Jakarta : Dewan Standarisasi Nasional.
[19] Devitria, R. (2020). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Ciplukan menggunakan Metode 2,2-Diphenyl 1-Picrylhydrazyl (DPPH). Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 9(1), 31–36. https://doi.org/10.51887/jpfi.v9i1.800