Penapisan Fitokimia dan Karakterisasi Simplisia Biji Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner)

Authors

  • Assyifa Destiara Lintang Putri Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Hanifa Rahma Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Budi Prabowo Soewondo Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.14371

Keywords:

kopi robusta, penapisan fitokimia, karakterisasi simplisia

Abstract

Abstract. Robusta coffee (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) is a plant containing caffeine which is classified as strong, the caffeine content in coffee is an antioxidant that can prevent premature aging of the skin. Caffeine has many benefits in medicine. Caffeine can exfoliate dead skin cells, smooth the skin, nourish the skin, eliminate body odor, remove acne scars, and protect the skin from UV rays. Robusta coffee beans contain alkaloids, tannins, saponins, and polyphenols. Polyphenols in robusta coffee beans can be used as antioxidants to trap free radicals. This study aims to identify the content of compounds contained in the simplisia and determine the characterization of robusta coffee bean simplisia. The results obtained in testing the characterization of simplisia determination of drying shrinkage, water content, water soluble juice content, ethanol soluble juice content, total ash content, and acid insoluble ash content have met the requirements. In robusta coffee bean simplisia contains secondary metabolite compounds Alkaloids, polyphenolics, flavonoids, tannins, saponins, quinine Monoterpen- sesqueterpen, and triterpenoid-steroids.

Abstrak. Kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) merupakan tanaman mengandung kafein yang tergolong kuat, kandungan kafein dalam kopi merupakan antioksidan yang dapat mencegah penuaan dini pada kulit. Kafein memiliki banyak manfaat dalam pengobatan. Kafein dapat mengelupaskan sel-sel kulit mati, menghaluskan kulit, menutrisi kulit, menghilangkan bau badan, menghilangkan bekas jerawat, dan melindungi kulit dari sinar UV. Biji kopi robusta mengandung senyawa alkaloid, tanin, saponin, dan polifenol.Polifenol dalam biji kopi robusta dapat digunakan sebagai antioksidan untuk menjebak radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa yang terdapat di dalam simplisia dan mengetahui karakterisasi pada simplisia biji kopi robusta. Hasil yang di dapat pada pengujian karakterisasi simplisia penetapan susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam sudah memenuhi persyaratan. Pada simplisia biji kopi robusta mengadung seyawa metabolite sekunder Alkaloid, polifenolat, flavonoid, tannin, saponin, kuinin Monoterpen- sesqueterpen, dan triterpenoid-steroid.

References

[1] BPOM RI, (2010) .Monografi Ekstrak Tumbuhan Indonesia. Jakarta: Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen
[2] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000, ParameterStandar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia.
[3] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia
[4] Departemen Kesehatan RI, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Cetakan Pertama, 3-11, 17-19, Dikjen POM, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional.
[5] Feringo, T. (2019) Analisis Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Abu Tak Larut Asam dan Kadar Lemak pada Makanan Ringan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Medan. Universitas Sumatera Utara.
[6] Fithriani, D., Amini, S., Melanie, S., & Susilowati, R. (2015). Uji Fitokimia, Kandungan Total Fenol Dan Aktivitas Antioksidan Mikroalga Spirulina Sp., Chlorella Sp., Dan. Jpb Kelautan Dan Perikanan, 105-109.

[7] Nabila Nur Latifa, Lanny Mulqie, dan Siti Hazar. 2022. “Penetapan Kadar Sari Larut Air Dan Kadar Sari Larut Etanol Simplisia Buah Tin (Ficus Carica L.).” Bandung Conference Series: Pharmacy 2(2).
[8] Suparni, Ibunda dan Wulandari, Ari. (2012). Herbal Nusantara: 1001 Ramuan Asli Indonesia. Yogyakarta: ANDI
[9] Susanto, Panggah. (2014). Kebijakan Pemerintah Dalam Mendorong Industrialisasi Kopi, Kakao, Dan Teh Di Indonesia. Roundtable Bidang Agribisnis dan Pangan KADIN Indonesia. Jakarta.
[10] Utami, Y. P., Umar, A. H., Syahruni, R., dan Kadullah, I. (2017). Standardisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Leilem (Clerodendrum). Journal of Pharmaceutical and Medicinal Sciences, 2(1), 32–39.
[11] Voight, R., 1994, Buku Pengantar Teknologi Farmasi, diterjemahkan oleh Soedani, N., Edisi V, Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Press.

Downloads

Published

2024-08-13