Karakterisasi Minyak Nilam serta Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth)

Authors

  • Natasya Delarespita Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Aulia Fikri Hidayat Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Hanifa Rahma Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.14219

Keywords:

Minyak nilam, nanoemulsi, karakteristik

Abstract

Abstract. Patchouli is one of the natural ingredients that can be utilized in the health sector, one of which is as an antimicrobial. Essential oil contained in patchouli plants (Pogostemon cablin Benth) is known to have antimicrobial activity in the form of patchouli alcohol compounds. This study aims to determine the characteristics of patchouli oil and evaluate a good patchouli oil nanoemulsion preparation. This research began with characterizing patchouli oil and continued with formulating patchouli oil nanoemulsion preparations. The results of the study obtained good patchouli oil characteristics including organoleptic test, specific gravity, refractive index, solubility in 90% ethanol, and compound content analysis using GC-MS by producing content patchouli alcohol compounds of 57.17%. The resulting patchouli oil nanoemulsion preparation has good characteristics and meets the evaluation requirements including organoleptic, homogeneity, pH, viscosity and rheology, % transmittance value, and particle size.

Abstrak. Nilam merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan salah satunya sebagai antimikroba. Minyak atsiri yang terkandung dalam tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) dikenal memiliki aktivitas antimikroba berupa senyawa patchouli alcohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minyak nilam serta evaluasi sediaan nanoemulsi minyak nilam yang baik. Penelitian ini diawali dengan melakukan karakterisasi minyak nilam dan dilanjutkan dengan melakukan formulasi sediaan nanoemulsi minyak nilam. Hasil penelitian diperoleh karakteristik minyak nilam yang baik meliputi uji organoleptis, bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam etanol 90%, dan analisis kandungan senyawa menggunakan GC-MS dengan menghasilkan adanya kandungan senyawa patchouli alcohol sebesar 57,17%. Sediaan nanoemulsi minyak nilam yang dihasilkan memiliki karakteristik yang baik dan memenuhi persyaratan evaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan rheologi, nilai % transmittan, dan ukuran partikel.

References

[1] Kusuma, H. S., & Mahfud, M. (2017). GC-MS Analysis Of Essential Oil Of Pogostemon Cablin Growing In Indonesia Extracted By Microwave- Assisted Hydrodistillation. International Food Research Journal, 24(4), 1525–1528.
[2] Prakoeswa, F. R. S., & Sari, W. A. (2022). Penuaan Kulit dan Terapi yang Aman Bagi Geriatri: Artikel Review. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(5), 557–568. https://doi.org/10.25026/jsk.v4i5.1294
[3] Hamka, Z., & Hardiyanty, S. R. (2021). Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Krim Minyak Nilam (Pogestemon cablin Benth) Terhadap Propionibacterium acnes. Journal Yamasi, 5(1), 112–124.
[4] Teruna, H. Y., & Rahayu, W. N. (2021). Analisis Komponen Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin) Lokal Pekanbaru Menggunakan GC-MS. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X, 13(1), 19–24.https://doi.org/10.35617/jfionline.v13i1.69
[5] Sahwalita, Herdiana N. (2016). Panduan Pelatihan Budidaya Nilam dan Produksi Minyak Atsiri. Palembang: Biodiversity and Climate Change Project (BIOCLIME).
[6] Guenther E. (1949). The Essential Oil. Vol II. Van Nostrand. Reinhold Company, New York
[7] Muna, T., Zakaria, N., & Fonna, L. (2021). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth). Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam, 1(1), 51–60.
[8] Bahri, S., Ginting, Z., Vanesa, S., & ZA, N. (2021). Formulasi Sediaan Gel Minyak Atsiri Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Sebagai Antiseptik Tangan (Hand Sanitizer). Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 8(1), 87. https://doi.org/10.29103/jtku.v10i1.4179
[9] Camelia, F. D., Nurahmanto, D., & Wisudiyaningsih, B. (2021). Optimasi Tween dan Propilen Glikol dalam Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System VCO-Minyak Daun Kemangi. E-Journal Pustaka Kesehatan, 9(3), 158– 165.
[10] Dantas, et al., (2019). Microemulsions and Nanoemulsions Applied To Well Stimulation and Enchanced Oil Recovery (Eor). Brazilian Journal of Petroleum and Gas, 12(4), 251-265.
[11] Choi, S. J., & McClements, D. J. (2020). Nanoemulsions As Delivery Systems For Lipophilic Nutraceuticals: Strategies For Improving Their Formulation, Stability, Functionality And Bioavailability. Food Science and Biotechnology, 29(2), 149–168. https://doi.org/10.1007/s10068-019-00731-4
[12] Badan Standardisasi Nasional. (2006). Minyak Nilam. SNI 06-2385-2006. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[13] Kristian, J., S. Zain, S. Nurjanah, S. Putri, and A. Widyasanti. (2016). Pengaruh Lama Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyak Bunga Melati Putih Menggunakan Metode Ekstraksi Pelarut Menguap (Solvent Extraction). Jurnal Teknotan 10(2):34–43.
[14] Khairurrasyidin, K., Murlida, E., & Patria, A. (2019). Pengaruh Lama Fermentasi Tangkai dan Daun Nilam Menggunakan Jerami Padi terhadap Rendemen dan Kualitas Minyak Nilam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1), 527–537. https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i1.6509
[15] Kartika Fitri, A. C., & Proborini, W. D. (2018). Analisa Komposisi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis Hasil Ekstraksi Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Dengan Gc-Ms. Reka Buana. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Dan Teknik Kimia. 3(1), 53. https://doi.org/10.33366/rekabuana.v3i1.918
[16] Sari, J. A., Wusnah, W., & Azhari, A. (2021). Pengaruh Suhu Dan Waktu Terhadap Proses Penyulingan Minyak Sereh Wangi (Cimbopogon nardus L.). Chemical Engineering Journal Storage (Cejs), 1(1), 22.
[17] Darmapatni, K. A. G. (2016). Pengembangan Metode GC-MS untuk Penetapan Kadar Acetaminophen pada Spesimen Rambut Manusia. Jurnal Biosains Pascasarjana, 18(3), 255.
[18] Kartika Fitri, A. C., & Proborini, W. D. (2018). Analisa Komposisi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis Hasil Ekstraksi Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Dengan Gc-Ms. Reka Buana. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Dan Teknik Kimia. 3(1), 53. https://doi.org/10.33366/rekabuana.v3i1.918
[19] Setyawan, R., Dwi, C., Masrijal, P., Hermansyah, O., Rahmawati, S., Intan, R., Sari, P., & Cahyani, A. N. (2023). Program Studi S1 Farmasi Universitas Bengkulu Formulasi, Evaluasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Antioksidan Ekstrak Tali Putri (Cassytha filiformis L). Bencoolen Journal Of Pharmacy 2023, 3(1), 27–33. Https://Ejournal.Unib.Ac.Id/Index.Php/Bjp/Index
[20] Widyastuti, A. I., & Saryanti, D. (2023). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Nanoemulsi Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.). Jurnal Sains Dan Kesehatan. 5(2), 178–185. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i2.1677
[21] Yuliani., et al. (2016). Comparison of Physical Stability of Pomegranate Seed Oil Nanoemulsion Dosage Form with Long-Chain Tryglyceride and Medium-Chain Triglyceride. Trad Med Journal, 21(2).
[22] Dianingsih, N., Hari Purnomo, E., & R. Muchtadi, T. (2016). Sifat Reologi Dan Stabilitas Fisik Minuman Emulsi Minyak Sawit. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 27(2), 165–174.
[23] Windy, Y. M., Dilla, K. N., Claudia, J., Noval, N., & Hakim, A. R. (2022). Karakterisasi dan Formulasi Nanopartikel Ekstrak Tanaman Bundung (Actinoscirpus grossus) dengan Variasi Konsentrasi Basis Kitosan dan Na-TPP Menggunakan Metode Gelasi Ionik. Jurnal Surya Medika, 8(3), 25–29. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i3.4495
[24] Ode, W., Zubaydah, S., Indalifiany, A., Munasari, D., Sahumena, M. H., Raodah, S., & Jannah, N. (2023). Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Etanol Buah Wualae (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith). Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Formulasi, 1(1), 23–37.

Downloads

Published

2024-08-13