Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien ISPA di Puskesmas Ciranjang Kabupaten Cianjur Periode 2023
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v4i2.14180Keywords:
Infeksi Saluran Pernapasan Atas, Rasionalitas, AntibiotikAbstract
Abstract. Upper Respiratory Tract Infection (URTI) is an infectious disease that often affects people in the world caused by viruses and bacteria. One of the therapies used for URI is antibiotics. Excessive or unnecessary use of antibiotics can lead to the emergence of resistance to bacteria, so it is necessary to pay attention to its rationality. Bacterial resistance shows the inhibition of bacterial growth when administering antibiotics in normal doses. The purpose of this study is to evaluate the rationality of antibiotic use which includes the right indication, right patient, right drug, right dose, and right interval parameters in URI patients at Ciranjang Health Center, Cianjur Regency from January to December 2023. The sample used was medical record data from 97 patient data, data collection was carried out by retrospective sampling method and then descriptive data analysis was carried out which met the inclusion and exclusion criteria. The evaluation obtained with the calculation results in the form of percentages, namely the right patient 100%, the right indication 94.84%, the right drug 100%, the right dose 95,24%, and the right administration interval 89.47%. From the results of the study it can be concluded that the rationality of treatment has not reached 100% in accordance with the guidelines.
Abstrak. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah penyakit menular yang sering menjangkit masyarakat di dunia yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Terapi yang digunakan untuk ISPA salah satunya menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak perlu dapat mengakibatkan munculnya resistensi terhadap bakteri, sehingga perlu diperhatikan rasionalitasnya. Resistensi bakteri menunjukan tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri saat pemberian antibiotik dalam dosis normal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik yang meliputi parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat interval pada pasien ISPA di Puskesmas Ciranjang Kabupaten Cianjur periode Januari sampai Desember 2023. Sampel yang digunakan berupa data rekam medis dari 97 data pasien, pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling secara retrospektif yang kemudian dilakukan analisis data secara deskriptif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Evaluasi yang didapat dengan hasil perhitungan berupa persentase yaitu tepat pasien 100%, tepat indikasi 94,84%, tepat obat 100%, tepat dosis 95,24%, dan tepat interval pemberian 89,57%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan rasionalitas pengobatan belum mencapai 100% sesuai dengan pedoman.
References
[2] World Health Organization, Infection prevention and control of endemic- and pandemic-prone acute respitory infections in health care. 2014.
[3] N. Rarayhanti, “Gambaran Penggunaan Obat pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Klinik Pratama Asty Sukoharjo,” Jurnal Kesehatan Tambusai, vol. 3, no. 2, pp. 247–254, 2022.
[4] Najmah, Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: Trans Info Media, 2016.
[5] World Health Organization, “ Rational use of medicine,” 2010.
[6] D. S. T. Pan et al., “Knowledge, attitudes and practices towards antibiotic use in upper respiratory tract infections among patients seeking primary health care in Singapore,” BMC Fam Pract, vol. 17, no. 1, pp. 1–9, Nov. 2016, doi: 10.1186/s12875-016-0547-3.
[7] M. Tri et al., “Rationality of Antibiotic Use in Patients of Acute Respiratory Tract Infection (URI) in TOD by UPTD Puskesmas Utara Cilacap January-Desember 2020 Period,” 2022, 2022.
[8] P. Karangayu, S. Ovikariani, T. Saptawat, and F. A. Rahma, “Evaluasi Raionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien ISPA di Puskesmas Karangayu Semarang,” Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan STIKES Telogorejo, vol. XI, no. 2, 2019.
[9] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.
[10] R. Hidayati, S. T. Anggiani, and I. Maufikoh, “Incidence Analysis of an Acute Respiratory Infection due to Climate Conditions and PM10 Concentration in West Jakarta Region,” Agromet, vol. 31, no. 2, p. 62, Dec. 2017, doi: 10.29244/j.agromet.31.2.62-70.
[11] P. Pelosi et al., “The Effects of Body Mass on lung Volumes, Respiratory Mechanics, and Gas Exchange During General Anesthesia,” Italy, 2008. [Online]. Available: http://journals.lww.com/anesthesia-analgesia
[12] S. Salamat, “Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah, Kebiasaan Merokok dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian ISPA pada Anak 0-5 Tahun Syahrul Salamat,” Journal of Public Health Education, vol. 03, no. 03, 2024, doi: 10.53801/jphe.v3i3.185.
[13] Depkes RI, “Klasifikasi Umur Menurut Kategori,” Jakarta: Ditjen Yankes, 2009.
[14] W. T. , H. O. dan M. G. Elliot T., “Mikrobiologi Kedokteran dan Infeksi 4th ed,” Jakarta: EGC, 2013.
[15] Pharmaceutical care, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2005.
[16] S. Wael, “Buku Ajar Anatomi Fisiologi Manusia,” 2023. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/373840712
[17] Kementerian Kesehatan RI, Buku Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta: Kemenkes RI, 2013.
[18] I. A. Fauziyah, Tasman, and W. O. Yuliastri, “Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA rawat jalan di puskesmas mata kota kendari periode januari-april 2022,” Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, vol. 2, no. 4, pp. 225–235, Aug. 2023, doi: 10.54883/jpmw.v2i4.28.
[19] P. Dianne, “The Common Cold,” Principles and Practice of Pediatric Infectious Disease, vol. e, no. 1, pp. 199–202, 2017, Accessed: Jul. 13, 2024. [Online]. Available: https://doi.org/10.1016/B978-0-323-40181-4.00026-8
[20] Fathiya, R. Safitri, and W. Tri Ningsih, Buku Ajar Farmakologi. Pangkalpinang: CV. Science Techno Direct, 2023.
[21] Kementrian Kesehatan RI, Modul Penggunaan Obat Rasional. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, 2011.
[22] E. Tiahesara and D. R. Azana, “Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Kelompok Pengelolaan Penyakit Kronis (PRONALIS) Klinik Qita,” 2018.
[23] I. Mathar, Managemen Informasi Kesehatan (Pengelolaan Dokumen Rekam Medis). Sleman: Deeoublish, 2018.