Evaluasi Penggunaan Anjungan Pendaftaran Mandiri Pasien BPJS Rawat Jalan Di RSAI Bandung

Authors

  • Dhea Siti Nabilah Politeknik Al Islam Bandung
  • Leni Herfiyanti Prodi Administrasi Rumah Sakit, Politeknik Al Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsms.v6i2.26149

Keywords:

Anjungan Pendaftaran Mandiri, BPJS, Rawat Jalan

Abstract

Abstract. This study aimed to evaluate the use of the Self-Service Registration Kiosk (Anjungan Pendaftaran Mandiri/APM) for BPJS outpatient patients at Al Islam Bandung Hospital, focusing on the registration flow, effectiveness, ease of use, and user barriers. A descriptive study with an evaluative approach was conducted. Data were collected through observation, interviews with three informants, and a questionnaire administered to 44 APM users during April–June 2026. Data were analyzed descriptively by comparing observation, interview, and five-point Likert-scale questionnaire findings. The results showed that APM was used for approximately 80–81% of BPJS outpatient visits. The registration flow consisted of checking estimated service time, checking in using a barcode or booking number, biometric authentication, printing the Participant Eligibility Letter (SEP), and directing patients to the intended clinic. Respondents perceived APM as helpful in speeding up registration, reducing queues, improving service efficiency, simplifying administrative procedures, and increasing comfort. However, user independence remained limited, as only 28% reported being able to use APM without staff assistance. Main barriers included patient age, complex features, unclear screen display, device sensitivity, scanning failures, and prolonged system loading during BPJS maintenance. Overall, APM was fairly effective but requires improvement in usability and system reliability.

Keywords: BPJS, outpatient, self registration kiosk, service effectiveness

 

Abstrak. Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) merupakan inovasi pelayanan yang digunakan untuk mempermudah proses pendaftaran pasien BPJS rawat jalan dan mengurangi antrean pada loket pendaftaran. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan pasien yang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan petugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan APM pasien BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Al Islam Bandung, meliputi alur penggunaan, efektivitas, kemudahan, dan kendala. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan evaluatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 44 responden dari 37.053 pasien pengguna APM pada periode April–Juni 2026. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan APM mencapai 80–81% dari total kunjungan pasien BPJS rawat jalan. Alur penggunaan APM meliputi pengecekan estimasi waktu pelayanan, check-in melalui barcode atau nomor booking, autentikasi menggunakan fingerprint atau perekam wajah, pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP), dan pengarahan ke klinik tujuan. Sebanyak 88% responden menilai APM mempercepat pendaftaran, 80% menilai mengurangi antrean, dan 84% menilai meningkatkan efisiensi pelayanan. Namun, hanya 28% responden yang dapat menggunakan APM tanpa bantuan petugas. Kendala meliputi faktor usia, kemampuan menggunakan teknologi, kompleksitas fitur, tampilan layar, sensitivitas layar sentuh, scanner, dan loading sistem saat maintenance BPJS. Penggunaan APM tergolong cukup efektif, tetapi masih perlu peningkatan pada kemudahan penggunaan, kemandirian pasien, keandalan perangkat, dan pemeliharaan sistem.

References

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/details/258028/uu-no-17-tahun-2023
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39268
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. https://peraturan.bpk.go.id/Details/152506/permenkes-no-3-tahun-2020
Bernard, H. R. (2017). Research methods in anthropology: Qualitative and quantitative approaches (6th ed.). Rowman & Littlefield.
Dwi Yanti, R., Rahmawati, D., & Kurniawati, A. (2024). Peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan komprehensif dalam perspektif WHO. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–58.
Evaluasi Penggunaan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) Pasien BPJS Rawat Jalan Di Rumah Sakit Al Islam Bandung
Hakam, M. (2018). Manajemen pelayanan rawat jalan di rumah sakit. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 4(1), 22–35.
Iskandar, A., Pratama, B., & Setiawan, C. (2023). Metode wawancara terstruktur dalam penelitian kualitatif bidang kesehatan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 14(3), 201–210.
Muchsam, Y., & Mareta, R. (2019). Sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan: Implementasi dan tantangan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 8(2), 78–89.
Sabrina, M. (2020). Implementasi Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) pada pasien rawat jalan BPJS di rumah sakit pemerintah. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 33–42.
Sabrina, M., Hidayat, R., & Wulandari, T. (2021). Analisis efektivitas penggunaan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) terhadap kepuasan pasien BPJS. Jurnal Kesehatan Vokasional, 6(3), 155–165.
Safarina, L. (2023). Komponen dan mekanisme operasional mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 9(1), 67–78.
Setiаwati, R., & Pritalia, G. L. (2023). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi sektor pariwisata. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi, 3(2), 278–285.
Suniati, Puspitasari, & Nurraihan, S. (2025). Teknik observasi pada anak usia dini. NIZAM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 17–25.

Published

2026-08-04