Gambaran Efisiensi Pengelolaan Hasil Pemeriksaan Pasien pada Implementasi Transformasi Digital di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Al Islam Bandung

Authors

  • Anggi Nur Haliza Politeknik Al Islam Bandung
  • Ceria Febiana Politeknik Al Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsms.v6i2.25642

Keywords:

Transformasi Digital, Radiologi, Efisiensi

Abstract

Abstract. Digital transformation in radiology is expected to accelerate result distribution, reduce physical archives, and improve operating efficiency. This study described the efficiency of patient examination-result management during digital transformation at the Radiology Installation of Al Islam Hospital Bandung. A quantitative descriptive case-study design was used through direct observation and document review from March to May 2026. Six indicators were assessed: supporting facilities, institutional policies, digital systems, distribution time, accumulated physical files, and operational costs. All supporting facilities and internal policies were available. Digital distribution was implemented through PACS, Mobile RSAI, and official WhatsApp; however, dental X-ray, ultrasonography, and CT scan still required printed media for several service needs. Results distributed within three hours reached 84,39% for radiography and 87,29% for ultrasonography and CT scan. Of 4.708 physical files, 534 (11.34%) remained uncollected. Consumable costs reached IDR 51,461,680, with radiographic film as the largest component. Digital transformation has supported efficiency, but system capacity and physical-document management still require optimization.

Abstrak. Transformasi digital pada pelayanan radiologi diharapkan mempercepat distribusi hasil, mengurangi arsip fisik, dan meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efisiensi pengelolaan hasil pemeriksaan pasien pada implementasi transformasi digital di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Al Islam Bandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi langsung dan telaah dokumentasi pada Maret–Mei 2026. Enam indikator yang dikaji meliputi sarana, kebijakan, sistem digital, waktu distribusi, volume berkas menumpuk, dan biaya operasional. Seluruh sarana pendukung dan kebijakan internal tersedia. Distribusi digital telah dilakukan melalui PACS, Mobile RSAI, dan WhatsApp resmi, tetapi dental x-ray, USG, dan CT Scan masih memerlukan media cetak pada beberapa kebutuhan pelayanan. Hasil yang terdistribusi kurang dari tiga jam mencapai 84,39% pada rontgen dan 87,29% pada USG serta CT Scan. Dari 4.708 berkas fisik, 534 berkas (11,34%) belum diambil. Biaya bahan habis pakai sebesar Rp51.461.680 dengan film sebagai komponen terbesar. Transformasi digital telah mendukung efisiensi, tetapi kapasitas sistem dan pengelolaan dokumen fisik masih perlu dioptimalkan.

References

Amalia, A. (2026). Putra Husada: Transformasi Efisiensi Pelayanan Kesehatan di Era Digital. Bogor: Afdan Rojabi Publisher
Atnang, M., Zakariyah, M., Arief, A. F., & Syamsuddin, S. (2025). Transformasi Digital Rumah Sakit Menuju E-Hospital yang Terintegrasi. Kendari: CV Science Tech Group.
Febiana, C., Juwanda, H., Herfiyanti, L., & Hakim, M. R. (2026). Utilizing a patient data-based digital system. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 12(1), 35–47. https://doi.org/10.29241/jmk.v12i1.2437
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelayanan Radiologi Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Muhajir, M., Akib, H., & Niswaty, R. (2023). Transformasi digital pada Rumah Sakit Umum Daerah Prof. dr. H.M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 129–139. https://doi.org/10.25008/altifani.v3i1.327
Muninggar, J., Rondonuwu, F. S., Sutresno, A., Maslebu, G., Wibowo, N. A., Setiawan, A., Putri, D. A., & Mayasari, A. (2024). Pendampingan kajian keselamatan layanan di Unit Radiologi Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 159–168. https://doi.org/10.24246/jms.v4i22023p159-168
Oktavia, P., Yoshandi, T. M., & Mutiara, S. (2023). Analisis pengaruh penggunaan Picture Archiving and Communication System (PACS) terhadap waktu tunggu pelayanan radiologi. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 4(7), 416–422. https://doi.org/10.47065/tin.v4i7.4638
Pane, M. S., Fanisya, N., Rizkina, S. R., Nasution, Y. P., & Agustina, D. (2023). Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 1(3), 1–14. https://doi.org/10.55606/detector.v1i3.1980
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Sativa, M. R., Susanto, E., Susanta, I. P. A., & Wibowo, G. M. (2025). Implementation of PACS system on the effectiveness of radiology services at RSUD Dr. Soedirman Kebumen. International Journal of Health and Social Behavior, 2(3), 34–54.

Published

2026-08-04