Scoping Review: Efek Daun Belalai Gajah (Clinacanthus nutans) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Tikus Model Diabetes

  • Rifqy Zidane El-Fariq Nizar Fakultas Kedokteran
  • Yuke Andriane
  • Saleh Trisnadi
Keywords: Daun Belalai Gajah, Diabetes Melitus Tipe 2, Glukosa Darah

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by a decrease in the activity of the pancreas in producing insulin or when the body cannot use the insulin it produces effectively. The body of people with diabetes is unable to absorb glucose properly, causing hyperglycemia conditions which can lead to life-threatening complications. The prevalence and cases of DM in the world increased continuously over the last few decades. Non-compliance to the use of antidiabetic drugs can cause disruption of body functions and mortality, hence alternative therapies need to be considered. The compounds in belalai gajah leaves that have been tested to have antihyperglycemic effects include flavonoids, saponins, and tannins with various mechanisms.. The purpose of this study was to determine the effect of belalai gajah leaves (Clinacanthus nutans) on reducing blood glucose levels in diabetic rats. This research method is scoping review, by searching for articles published in 2011-2021 on the Google Scholar, Proquest, Springer Link, and Science Direct databases. The sample in this study is research articles in international journals that meet the inclusion, exclusion and feasibility criteria based on PICOS, totaling three articles. The results of this study showed that belalai gajah leaves (Clinacanthus nutans) could significantly reduce blood glucose levels (p≤0.05) compared to the control group. Flavonoid, saponins, and tannins play a role in the repair of pancreatic beta cells, inhibition of glucose release, and increase insulin activity and GLUT-4 translocation through the P13K and MAPK pathways. This mechanism can reduce blood glucose levels in diabetic rats.

Abstrak. Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang diakibatkan oleh penurunan aktivitas pankreas dalam memproduksi insulin atau saat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. Tubuh penderita DM tidak mampu menyerap glukosa dengan baik sehingga menimbulkan kondisi hiperglikemia yang menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa. Jumlah prevalensi dan kasus DM di dunia terus mengalami peningkatan selama beberapa dekade terakhir. Ketidakpatuhan penggunaan obat antidiabetes dapat menyebabkan terganggunya fungsi tubuh dan kematian sehingga terapi alternatif perlu dipertimbangkan. Kandungan senyawa dalam ekstrak daun belalai gajah yang telah teruji memiliki efek antihiperglikemik di antaranya flavonoid, saponin, dan tanin dengan berbagai mekanisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek daun belalai gajah (Clinacanthus nutans) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus model diabetes. Metode penelitian ini adalah scoping review, dengan mencari artikel yang dipublikasikan tahun 2011-2021 pada database Google Scholar, Proquest, Springer Link, dan Science Direct. Sampel dalam penelitian ini berupa artikel penelitian pada jurnal internasional yang memenuhi kriteria inklusi, eksklusi dan uji kelayakan berdasarkan PICOS berjumlah tiga artikel. Hasil penelitian ini menunjukkan daun belalai gajah (Clinacanthus nutans) dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan signifikan (p≤0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Senyawa flavonoid, saponin, dan tanin berperan dalam perbaikan sel beta pankreas, inhibisi pengeluaran glukosa, serta meningkatkan aktivitas insulin dan translokasi GLUT-4 melalui jalur P13K dan MAPK. Mekanisme tersebut dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus model diabetes.

Published
2022-01-28