Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus di RSUD Karawang Tahun 2021-2023

Authors

  • Mutiara Thresiani Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • RB. Soeherman Herdiningrat Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung
  • Yudi Feriandi Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.17342

Keywords:

Abortus, Anemia, Ibu hamil

Abstract

Abstract. Each year, 4.7–13.2% of maternal deaths are caused by abortion. One of the main causes of spontaneous abortion is anemia, which results from nutritional deficiencies and disrupted oxygen circulation to the uteroplacental circulation, directly impacting fetal growth in the womb. The high incidence of anemia in Karawang Regency may be one of the risk factors contributing to abortion cases. This study aims to examine the relationship between anemia in pregnant women and abortion cases at RSUD Karawang. This research is an observational analytic study with a case-control design. The subject of this study is medical record data from 80 pregnant women who visited the inpatient installation of the obstetric and gynecology polyclinic of RSUD Karawang which was divided into case and control group with the same number. The collected data were analyzed univariate and bivariate by chi square test. The results of this study were obtained that 25 pregnant women experienced anemia and 55 pregnant women did not experience anemia. Pregnant women with anemia who had abortions were 8 people and 17 people did not have abortion. In this study, it was found that there was a relationship between anemia and the incidence of abortion in pregnant women at RSUD Karawang with p-value 0,030, p-value was smaller than α (p < 0,05) and it was stated that there was a meaningful relationship between anemia and abortion, OR = 0,0338 meaning that pregnant women with anemia had a chance of having an abortion 0,0338 times compared to pregnant women who were not anemic. The effect of anemia on pregnant women can cause abortion, premature labor and impaired fetal growth and development.

Abstrak. Setiap tahunnya, 4,7–13,2% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Salah satu penyebab terjadinya abortus spontan adalah anemia yang disebabkan karena gangguan nutrisi dan gangguan peredaran oksigen menuju sirkulasi uteroplasenta sehingga dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Tingginya insidensi anemia di Kabupaten Karawang dapat menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian abortus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Subjek penelitian ini adalah data rekam medis dari 80 orang ibu hamil yang berkunjung di instalasi rawat inap poli kebidanan dan kandungan RSUD Karawang yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol dengan jumlah yang sama. Data yang terkumpul dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 25 orang ibu hamil mengalami anemia dan ibu hamil tidak mengalami anemia sebanyak 55 orang. Ibu hamil dengan anemia yang mengalami abortus sebanyak 8 orang dan 17 orang tidak mengalami abortus. Pada penelitian ini didapatkan adanya hubungan anemia dengan kejadian abortus pada ibu hamil di RSUD Karawang dengan nilai p-value 0.030, p-value lebih kecil dari α (p < 0,05) dinyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dengan kejadian abortus dan OR = 0,338 artinya ibu hamil dengan anemia berpeluang 0,338 kali mengalami abortus dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia. Pengaruh anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan abortus, persalinan prematur dan hambatan tumbuh kembang pada janin.

References

Setiawati D, Sina I. Abortus analysis of factors affecting abortion incidence. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. 2022.
Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan Ed Ke-4. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Published online. 2016:774782.
Unicef Data. Maternal mortality (diunduh 26 Februari 2023). Tersedia dari: Maternal mortality rates and statistics – Unicef data.

Benson AE, Shatzel JJ, Ryan KS . The incidence, complications, and treatment of iron deficiency in pregnancy. European Journal of Haematology.2020;109(6):633–642.

Rahayu IN, Vepti T, Maimunah. Factor affeting pregnant women’s knowledge about danger signs in pregnancy at fertilizer hospital Kaltim.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan indonesia tahun 2021. Diakses 16 Januari 2024. Tersedia dari: Profil Kesehatan Indonesia 2021 (kemkes.go.id).

World Health Organization. Abortion (diunduh 18 Januari 2024). Tersedia dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/abortion#

Hadi R, Akbar IB, Budiman. Hubungan indeks masa tubuh terhadap kejadian abortus spontan di RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung pada Tahun 2017-2018.

Quenby S, Gallos I, Dhillon DS. Miscarriage matters: the epidemiological, physical, psychological, and economic costs of early pregnancy loss. 2021; 397(10285):1658–1667.

Dewi LF, Winarni S. Analysis of demographic factors and anaemia of the incidence of spontaneous abortion. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. 2023;24–30.

Puspita A. Hubungan anemia dan penyakit ibu terhadap kejadian abortus. Jurnal Medika Nusantara. 1(3):184–190.

Zakira S, Hardianto G. Risk factors associated with spontaneous abortion in Dr. Soetomo General Hospital Surabaya. Jurnal Kebidanan Midwiferia. 2021;7(1):65–80.

Dara AP, Mulyawati UD. Literature Review: Faktor-faktor yang memengaruhi status anemi ibu hamil. 1(2).

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan nasional riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta. ISBN 978-602-373-118-3.

Nedi AT, Rahayu D, Restusari L. Gambaran tingkat pengetahuan tentang anemia dan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil. 2022. In INCH: Journal of Infant And Child Healthcare. 2022; 1(2).

Open Data Jabar. Jumlah ibu hamil yang mengidap anemia berdasarkan kabupaten kota di jawa barat (diunduh 18 Januari 2024). Tersedia dari https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/jumlah-ibu-hamil-yang-mengidap-anemia-berdasarkan-kabupaten-kota-di-jawa-barat.

Williams Obstetrics Textbook. (2018) 25th Edition. Marlene M. Corton (z-lib.org). hlm. 772.

DC Dutta’s.(2015) Textbook of Obstetrics 8th Ed.

Ratna Dewi Puspita, S. K. Arif Yudho Prabowo. (2018). Buku Ajar Perdarahan Pada Kehamilan Trimester 1. hlm. 6–19.

World Health Organization. Anemia. [diunduh 21 Februari]. Tersedia dari: https://www.who.int/health-topics/anaemia#tab=tab_1

Jake T, Meghana P, Madhu B. Anemia. Tersedia dari: Anemia - StatPearls - NCBI Bookshelf (nih.gov)

James A. Iron deficiency anemia in pregnancy. Obstetrics and Gynecology. 2021;138(4):663–674.

Sungkar A, Bardosono S, Irwinda. A life course approach to the prevention of iron deficiency anemia in Indonesia. 2022;14(2).

Anuradha S, Moumita A. A study on anemia and its risk factors among pregnant women attending antenatal clinic of a rural medical college of West Bengal. J Family Med Prim Care.2021;1327–1331.

Garzon S, Cacciato PM, Cartelli C. Iron deficiency anemia in pregnancy: novel approaches for an old problem. 2020;66.

Breymann C, Auerbach M. Iron deficiency in gynecology and obstetrics: clinical implications and management. Hematology Am Soc Hematol Educ Program. 2017;152–159.

Darwanty J. Hubungan konsumsi fe terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di karawang tahun 2014. 2018; 7(1):14-22.

Utami D, Kheru A, Octarianingsih. Analisis hubungan anemia dengan kejadian abortus di RSUD Sukadana Tahun 2022.

Azzahrah N, Rahim R, Fauziah. Hubungan anemia dengan kejadian abortus spontan pada ibu hamil di RSIA Ananda Makassar tahun 2021-2022. 2024; 1(3).

Muliana N, Devi FA, Effendi NY. Kejadian abortus inkompletus di RSUD Chik di Tiro Sigli Medika. 2019;7(3).

Adnesia M. Factors related to incomplete abortion incidence in midwifery room of RSUD Mayjend. HM. Ryacudu Kota Sukabumi. Journal of Health. 2016 Aug 9;7(1):17-25.

Putu AA. Training participant of primary care doctors preceptors-ministry of health Republic of Indonesia. 2016; 1(3).

Clark A, Suzanne J, Amanda R. (2023) Early pregnancy loss (spontaneous abortion). Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Pernoll ML. (2001), Handbook of Obstetrics & Gynecology Tenth Edition. McGraw-Hill, hlm. 295.

Paul DC, Johnson SM. (2006), Gynecology and Obstetrics. Current Clinical Strategies. Edisi ke-3, hlm. 99.

Irayani F, Husada W. Analisis hubungan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Demang Sepulau Raya Kabupaten Lampung Tengah.

Indah Jayani. Tingkat anemia berhubungan dengan kejadian abortus pada abortus. Jurnal Care. 2017;5.

Ida BE, Utama, Lydia P. Anemia defisiensi besi pada ibu hamil dan stunting. Majalah Kedokteran UKI. 2018;xxxiv(3).

Marini. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus inkomplit di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Zhafira Qubro D, Dewi R. Hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian abortus di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung. 2018;7.

Khadijah S. Hubungan anemia dan usia pada ibu hamil dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2015. Jurnal Endurance. 2016;1(3).

Prawirohardjo, Sarwono. (2009), Buku ilmu kebidanan. Jakarta: YBP-SP.

Manuaba I. (2010), Ilmu kebidanan penyakit kandungan dan KB. Buku Kedokteran EGC.

Kharisma Putri A, Ida Ayu M. Hubungan usia, paritas, kurang energi kronik dan anemia pada kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Patut Patuh Patju. Jurnal ilmiah wahana pendidikan. Agustus 2024;10 (15):287.

Yuliani L, Adyas A, Rahayu, D. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus. 2023;1107–1116.

Asniar, Setiawati D. Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abortus. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2022.

Isdahlia. Hubungan antara usia dan paritas ibu dalam kehamilan dengan kejadian abortus di RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat. 2025.

Siregar S, Amelina N. Hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian abortus relationship of hemoglobin levels with abortus. 2021;3(1).

Megawati S, Januar S. Causal factors of abortus spontaneous occurence in Dr. Mohammad Hoesin General State Hospital Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2017;8(2):100–108.

Hikmah K. Faktor risiko umur ibu yang berisiko tinggi terhadap kejadian abortus. 2017;1(2).

Downloads

Published

2025-02-02