Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Tamansari Kota Bandung Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsms.v5i1.17164Keywords:
Balita, ISPA, Kebiasaan MerokokAbstract
Abstract. Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease affecting the respiratory system caused by viruses or bacteria. It can occur at any age but is more common in individuals with weak immune systems, such as toddlers. One environmental risk factor for ARI is exposure to cigarette smoke from family members. This study aims to analyze the relationship between family smoking behavior and ARI incidence in toddlers at Tamansari Health Center, Bandung, in 2024. The study uses an analytical observational method with a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was applied to 56 ARI patients aged 1-59 months who met the inclusion criteria. Data analysis was conducted using the chi-square test, resulting in a p-value of 0.713, indicating no significant association between family smoking habits and ARI incidence in toddlers. The study concludes that while family smoking behavior does not significantly impact ARI cases in toddlers, exposure to cigarette smoke may still pose health risks, particularly due to toddlers’ developing respiratory systems and weak immunity, which could increase susceptibility to irritation.
Abstrak. Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit ISPA dirasakan oleh seluruh usia namun rentan terjadi pada mereka yang memiliki sistem imun lemah seperti balita. Salah satu faktor risiko terjadinya ISPA adalah faktor lingkungan yaitu paparan asap rokok yang ditimbulkan oleh anggota keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan perilaku merokok anggota keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tamansari kota Bandung tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada penderita ISPA berusia 1-59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 56 orang. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value sebesar 0,713 yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tamansari kota Bandung tahun 2024. Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan merokok anggota keluarga tidak berdampak secara signifikan terhadap kejadian ISPA pada balita namun tidak sepenuhnya menghilangkan potensi risiko yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok terhadap kesehatan balita, terutama dengan kondisi kekebalan tubuh balita yang lemah dan saluran pernapasan yang masih dalam tahap pertumbuhan dapat berpotensi untuk meningkatkan iritasi.
References
2. World Health Organization. Pusat Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berat. World Heal Organ. Published online 2020:100. (WHO/2019-nCoV/SARI_treatment_center / 2020.1)
3. Kementrian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Kementeri Kesehat Republik Indones. Published online 2018:146-379.
4. Dinkes Kota Bandung. Profil Kesehatan Bandung. Dinas Kesehat Kota Bandung. Published online 2022:1. https://dinkes.bandung.go.id/wp-content/uploads/2021/08/Versi-4-Profil-Kesehatan-Kota-Bandung-Tahun-2020.pdf
5. Astuti WT, Siswanto S. Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita Usia 1-5 Tahun. J Keperawatan Karya Bhakti. 2022;8(2):57-63. doi:10.56186/jkkb.104
6. Aryani N, Syapitri H. Hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah dengan ISPA pada balita di Puskesmas Helvetia Tahun 2016. J Kesehat Masy dan Lingkung Hidup. 2018;3(1):1-9. http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/Kesehatan_Masyarakat
7. Rutherford ME, Hill PC, Maharani W, et al. Risk factors for Mycobacterium tuberculosis infection in Indonesian children living with a sputum smear-positive case. Int J Tuberc Lung Dis. 2012;16(12):1594-1599. doi:10.5588/ijtld.12.0389
8. Lasabu H, Mаrnіаntі Іrnаwаn Ѕ, Elfiyunai NN. Hubungаn Kebіаѕааn Merokok Аnggotа Keluаrgа Dengаn Keјаdіаn Іnfekѕі Ѕаlurаn Pernаpаѕаn Аtаѕ (ІSPA) Pаdа Bаlіtа. JIKES J ILMU Kesehat Tahun 2023. 2023;1(2):313-322.
9. Irianto G, Lestari A, Marliana M. Hubungan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Umur 1-5 Tahun. Healthc Nurs J. 2021;3(1):65-70. doi:10.35568/healthcare.v3i1.1098
10. Gobel B, Grace DK, Afnal A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ispa Pada Balita Di Desa Ratatotok Timur. J KESMAS. 2021;10(5):62-67.
11. Siahaan S, Supriatna S. Gambaran Faktor Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pijoan Baru Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2019. J Ilm Univ Batanghari Jambi. 2022;22(3):1438. doi:10.33087/jiubj.v22i3.2241
12. Seda SS, Trihandini B, Ibna Permana L. Hubungan Perilaku Merokok Orang Terdekat Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Yang Berobat Di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. J Keperawatan Suaka Insa. 2021;6(2):105-111. doi:10.51143/jksi.v6i2.293
13. Rahmadhani M. Infection Case in Toddler At Pratama Sehati Husada Clinic Sibiru-Biru Sub-. Prima Med J. 2021;4(1):1-4.
14. Oktaviani S, Fujiana F, Ligita T. Hubungan Perilaku Merokok Keluarga di Dalam Rumah Tangga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya. J Vokasi Keperawatan. 2022;5(1):1-11. doi:10.33369/jvk.v5i1.21652
15. Sari E, Bahrina I. Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Timur Kota Langsa. J Wellness. 2024;1(1):2022-5.
16. Hermawati B, Indarjo S, Sukendra DM. The Effect of Secondhand Smoke and Thirdhand Smoke Exposure at Home on Acute Respiratory Infections. 2019;362(Acpes):246-250. doi:10.2991/acpes-19.2019.56
17. Milo S, Ismanto AY, Kallo VD. Hubungan Kebiasaan Merokok Di Dalam Rumah Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Umur 1-5 Tahun Di Puskesmas Sario Kota Manado. Ejournal Keperawatan. 2015;3(2):1-7.