Karakteristik Klinis Pada Pasien Limfadenitis Granulomatus Non-Tuberkulosis di RS Muhammadiyah Bandung

  • Fasyah Rizki Putri 10100120173 Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Yuktiana Kharisma Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Meike Rachmawati Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia
Keywords: Karakteristik Klinis, Non Tuberkulosis, Limfadenitis Granulomatus

Abstract

Abstract. Tuberculosis disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis is a global health problem with more than 10 million cases reported by the World Health Organization (WHO) throughout the world. Indonesia also has a significant prevalence rate, especially pulmonary TB, which is ranked fourth highest globally. This study aims to gain a comprehensive understanding of the clinical characteristics of non-tuberculous granulomatous lymphadenitis patients at the Muhammadiyah Hospital in Bandung. This research uses a descriptive method, with research time from January-December 2022. The sample for this research is medical record data from patients with non-tuberculous granulomatous lymphadenitis at Muhammadiyah Hospital in Bandung who meet the inclusion criteria using total sampling. The results of this research were 46 people, but only 40 people met the inclusion criteria. This study discusses the clinical characteristics of patients with non-tuberculous granulomatous lymphadenitis. From this research, it can be concluded that the clinical characteristics based on age are 22-31 years, based on gender the majority are women, the most frequent location of the KGB is the right neck and the symptoms that often appear are pain in the lump, fever and shortness of breath. 

Abstrak. Penyakit tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis merupakan masalah kesehatan global dengan lebih dari 10 juta kasus dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) di seluruh dunia. Indonesia juga memiliki tingkat prevalensi yang signifikan, terutama TBC paru yang menduduki peringkat global tertinggi keempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang karakteristik klinis pada pasien limfadenitis granulomatus non-tuberkulosis di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini menggunakan metode descriptive, dengan waktu penelitian dari Januari-Desember 2022. Sampel penelitian ini adalah data rekam medis pasien limfadenitis granulomatous non tuberkulosis di RS Muhammadiyah Bandung yang memenuhi kriteria inklusi dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 46 orang, namun hanya 40 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini mendiskusikan tentang karakteristik klinis pada pasien limfadenitis granulomatus non-tuberkulosis. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa karakteristik klinis berdasarkan usia adalah 22-31 tahun, berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu perempuan, letak KGB yang paling sering adalah leher kanan dan gejala yang sering muncul yaitu nyeri pada benjolan, demam, dan sesak nafas.

References

[1] Zaman K. Tuberculosis: A Global Health Problem. International Centrv for Diarrhoeal Disease Research, http://www.umdnj. (2010).
[2] Dian Pratiwi R, Pramono D, Layanan dan Informasi Kesehatan D, et al. Peningkatan kemampuan kader kesehatan tb dalam active case finding untuk mendukung case detection rate. Semarang, http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/ (2017).
[3] Medina H, Lubis L. Kajian Molekuler Interleukin-4 pada Aspirat Limfadenitis sebagai Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Ekstra Paru. 2 July 2017.
[4] Program P:, Masyarakat PK, Karno YM, et al. Journal of Muslim Community Health (JMCH) Pengetahuan Masyarakat dan Pencegahan Penularan TB Paru Kontak Serumah di Kabupaten Gowa. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2022; 3: 16–23.
[5] Bisa Diantara L, Hasyim H, Puji Septeria I, et al. Tuberkulosis masalah kesehatan dunia: tinjauan literatur, https://doi.org/10.36729.
[6] NN H. Faktor Resiko Tuberkulosis pada penduduk urban di Kalianyar, Jakarta Barat. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya 2020; 7: 1–8.
[7] Sekar Prihanti G, Rahmawati I. Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru. Malang, December 2015.
[8] Shodikin MA, Ayu PPN, Handoko A. Hubungan Riwayat Tuberkulosis Paru pada Keluarga dengan Terjadinya Limfadenitis Tuberkulosis pada Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia; 16.
[9] Widarmin AK, Nur IM, Rathomi HS. Description of Tuberculosis Lymphadenitis at Al-Islam Bandung Hospital 2017-2018 Period.
[10] Robson CD. Radiologic evaluation of the neck imaging of granulomatous lesions of the neck in children. North America, September 2000.
[11] Henkle E, Aksamit T, Barker A, et al. Patient-centered research priorities for pulmonary nontuberculous mycobacteria (NTM) infection an NTM research consortium workshop report. Ann Am Thorac Soc 2016; 13: S379–S384.
[12] Aini N, Rahmania Hatta H. Sistem pakat pendiagnosa penyakit tuberkulosis. Jurnal Informatika Mulawarman 2017; 12: 56.
[13] Shah KK, Pritt BS, Alexander MP. Histopathologic review of granulomatous inflammation. Journal of Clinical Tuberculosis and Other Mycobacterial Diseases 2017; 7: 1–12.
[14] Chinthaka SWGJW, Satarasinghe RL, Senanayake S, et al. Noncaseating suppurative granulomatous lymphadenitis in adult onset Still’s disease - A diagnostic dilemma in a tuberculosis-endemic region: A case report. J Med Case Rep; 12. Epub ahead of print 15 October 2018. DOI: 10.1186/s13256-018-1816-7.
[15] Husni M, Tubillah A, Triyani Y, et al. Karakteristik Pasien Limfadenitis Tuberkulosis di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Periode Tahun 2016. 2017.
[16] Saha D, Rautela K, Kumar A, et al. Patterns of granulomatous responses in TB lymphadenitis and their correlation with treatment outcomes. Indian Journal of Tuberculosis 2016; 63: 171–175.
[17] Kesehatan JI, Sains &, Alam NF, et al. Artikel Penelitian Perbandingan Faktor Risiko Pasien Limfadenitis Tuberkulosis antara Hasil BTA Positif dan Negatif, http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/jiks.
[18] Sahara N, Marciano R. Hubungan Morfologi Klinis Dengan Diagnosis Sitopatologi Metode Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Pada Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Di Rumah Sakit Abdul Moeloek, http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan.
[19] Resti N, Djannah F, Habib P. Hubungan antara Umur dengan Ekspresi MIF (Macrophage Migration Inhibitory Factor) pada Penderita Limfadenitis Tuberkulosis. 1162–1168.
[20] Sunarmi, Kurniawaty. Hubungan Karakteristik Pasien TB Paru Dengan Kejadian Tuberkulosis. 2022; 7: 182–187.
[21] Fontanilla JM, Barnes A, Von Reyn CF. Current diagnosis and management of peripheral tuberculous Lymphadenitis. Clinical Infectious Diseases 2011; 53: 555–562.
[22] Cataño JC, Robledo J. Tuberculous Lymphadenitis and Parotitis. Microbiol Spectr; 4. Epub ahead of print 23 December 2016. DOI: 10.1128/microbiolspec.tnmi7-0008-2016.
[23] Fontanilla JM, Barnes A, Von Reyn CF. Current diagnosis and management of peripheral tuberculous Lymphadenitis. Clinical Infectious Diseases 2011; 53: 555–562.
[24] Gupta V, Bhake A. Clinical and cytological features in diagnosis of peripheral tubercular lymphadenitis – A hospital-based study from central India. Indian Journal of Tuberculosis 2017; 64: 309–313.
[25] Rusmini H, Ariza R, Rahayu N, et al. CHARACTERISTICS OF LYMPHADENITIS IN HOSPITALISED PATIENTS BANDAR LAMPUNG-INDONESIA. 2019.
[26] Tebruegge M, Pantazidou A, MacGregor D, et al. Nontuberculous mycobacterial disease in children - Epidemiology, diagnosis & management at a tertiary center. PLoS One; 11. Epub ahead of print 1 January 2016. DOI: 10.1371/journal.pone.0147513.
Published
2024-02-12