Rancangan Sistem Penyaliran Tambang Sirtu PT. Bukit Tampomas Lestari, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Muhammad Reinald Raihan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Yunus Ashari Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Noor Fauzi Isniarno Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung

Keywords:

Sistem Penyaliran Tambang, Curah Hujan, Debit Air Limpasan

Abstract

Abstract. Open-pit sand and gravel mining operations are vulnerable to water accumulation from rainfall and surface runoff, which can disrupt mining activities. Therefore, an effective mine drainage system is required. This study aims to determine rainfall intensity, catchment area, runoff discharge, and to design drainage ditches and a settling pond. The research applies the E.J. Gumbel frequency distribution, Mononobe, and Rational methods to analyze rainfall and runoff. The study uses rainfall data from 2015–2024, topographic maps, land cover maps, and slope gradient maps.The results show rainfall intensities of 29.7 mm/hour for the catchment area outside the Mining Business License (IUP) and 27.7 mm/hour inside the IUP, with a design rainfall of 19.968 mm. The outside catchment covers 5.62 ha with a runoff discharge of 1,076 m³/hour, while the inside catchment covers 4.94 ha with a runoff discharge of 817 m³/hour. The proposed drainage system consists of seven ditch segments and a rectangular settling pond measuring 37.43 m × 24.95 m × 5 m, with a volume of 4,670 m³. The recommended dredging interval is 7.9 months.

Keywords: Mine Drainage System, Rainfall, Runoff Discharge, Drainage Channel, Settling Pond

Abstrak. Penambangan sirtu dengan metode tambang terbuka memiliki potensi terjadinya genangan dikarenakan air hujan dan air limpasan yang masuk ke area penambangan. Kondisi ini dapat mengganggu kegiatan penambangan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem penyaliran tambang yang secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intensitas curah hujan, luas daerah tangkapan hujan, debit air limpasan, merancang paritan, dan kolam pengendapan. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis distribusi frekuensi E.J. Gumbel, metode Mononobe, metode Rasional, perancangan paritan dan kolam pengendapan. Data yang digunakan berupa data curah hujan periode 2015 – 2024, peta topografi, peta tutupan lahan, dan peta kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukan intensitas curah huan sebesar 29,7 mm/jam pada catchment area luar IUP dan 27,7 mm/jam pada catchment area dalam IUP dengan curah hujan rencana sebesar 19,968 mm. Luas catchment area luar IUP sebesar 5,62 ha dengan debit limpasan 1.076 m3/jam, sedangkan catchment area dalam IUP sebesar 4,94 ha dengan debit limpasan 817 m3/jam. Sistem penyaliran yang dirancang terdiri dari tujuh segmen paritan dan kolam pengendapan dengn bentuk persegi panjang dengan dimensi 37,43 m x 24,95 m x 5 m dengan volume 4.670 m3. Hasil analisis interval pengerukan setiap 7,9 bulan.

Kata Kunci: Sistem Penyaliran Tambang, Curah Hujan, Debit Air Limpasan, Paritan, Kolam Pengendapan

 

References

Br., S. H. (1995). Analisis Hidrologi. ramedia Pustaka Utama.
Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill Book Company.
Hartman, H. L., & Mutmansky, J. M. (2002). Introductory Mining Engineering (2nd ed.). Willey.
Kevin, S., Murad, M., & Nirmala, A. (2026). Kajian Teknis Penjadwalan Pemeliharaan Kolam Pengendapan (Tailing Pond) PT. Bumi Khatulistiwa Bauksit Site Meliau Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 14(1), 195–212. https://doi.org/10.26418/jtllb.v14i1.97384
Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik (2018).
Putri, H. I., Prasetyo, D. B., Azzahra, Q., & Tarigan, Y. S. (2025). Analisis Daya Tampung Lingkungan Berdasarkan Indikator Beban Pencemar Air di Kawasan Pertambangan Pasir di Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, D. I. Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa, 4(1), 19–28.
Sukandarrumidi. (2014). Bahan Galian Industri. Universitas Gadjah Mada.
Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. ANDI Offset.
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara (2020).
Van Zuidam, R. A. (1985). Aerial Photo-Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphologic Mapping. ITC.

Published

2026-08-02