Kajian Pemanfatan Lahan Pascatambang PT. Bukit Tampomas Lestari, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsme.v6i2.24856Abstract
Post-mining activities represent a crucial stage following the completion of mining operations, aimed at restoring and reorganizing disturbed land to enable optimal and sustainable utilization. Sand and gravel (sirtu) mining conducted by PT Bukit Tampomas Lestari in Legok Kaler Village, Paseh District, Sumedang Regency, has significantly altered the physical and morphological conditions of the land, thus requiring an appropriate and well-planned post-mining strategy aligned with environmental conditions and community needs.This study aims to design a technical post-mining plan with alternative land uses for agriculture and livestock farming. The research employs a descriptive technical method by analyzing topographic, geotechnical, hydrological, land-use, and socio-economic aspects. Data were collected from field observations, mine progress maps, regional spatial planning (RTRW), and relevant regulations.The results indicate that out of the total mining area of 5.46 hectares, approximately ±2.64 hectares have the potential to be developed into productive land. The proposed technical design includes land recontouring, drainage system development, revegetation, and land-use zoning. A Cost-Benefit Analysis was also conducted to assess economic feasibility. Overall, post-mining land utilization is considered capable of providing sustainable ecological, social, and economic benefits while supporting the implementation of Good Mining Practice.
Keywords: slope stability, blasting, vibration threshold, probabilistic method, discontinuity mapping.
Kegiatan pascatambang merupakan tahap penting setelah berakhirnya aktivitas penambangan yang bertujuan untuk memulihkan dan menata kembali lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Penambangan sirtu (pasir dan batu) oleh PT Bukit Tampomas Lestari di Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, telah menyebabkan perubahan kondisi fisik dan morfologi lahan, sehingga diperlukan perencanaan pascatambang yang tepat sesuai kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain teknis pascatambang dengan alternatif pemanfaatan lahan sebagai pertanian dan peternakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif teknis dengan menganalisis aspek topografi, geoteknik, hidrologi, tata guna lahan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data diperoleh dari pengamatan lapangan, peta kemajuan tambang, RTRW, dan regulasi terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari luas tambang 5,46 hektar, sekitar ±2,64 hektar berpotensi menjadi lahan produktif. Desain teknis meliputi penataan lahan, sistem drainase, revegetasi, dan zonasi pemanfaatan. Analisis biaya dan manfaat dilakukan untuk menilai kelayakan ekonomi. Secara keseluruhan, pemanfaatan lahan pascatambang dinilai mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi, serta mendukung penerapan Good Mining Practice.
Kata Kunci: Pascatambang, Desain Teknis dan Ekonomis, Pemanfaatan Lahan Pertanian dan Peternakan, Keberlanjutan, analisis biaya-manfaat.
References
[2] Dariah, A., Abdurachman, A., & Subardja, D. D. (2010). "Reclamation of Ex-Mining Land for Agricultural Extensification". Jurnal Sumberdaya Lahan, 4(1), 1–12.
[3] Emalinda Oktanis, Rahayu Clara, & Sandi Nofrita. (2025). "The Revegetation of Abandoned Coal Mine Land with Diverse Plant Species and Their Effects on Sawahlunto", West Sumat. Jurnal Agrium, 22(2), 183.
[4] Fadhilah, A., & Mirul, A. (2023). Jits. "Pengaruh Dan Korelasi Analisis Proksimat (MAD, VM, Ash Dan FC) Terhadap Nilai Hardgrove Grindability Index (HGI) Batubara" Di PT. Bukit Asam, Tbk., 1(2), 79–86.
[5] Iskandar, I., Dermawan, F. A., Sianipar, J. Y., Suryantini, & Notosiswoyo, S. (2018). "Characteristic and mixing mechanisms of thermal fluid at the Tampomas Volcano, west Java, using hydrogeochemistry, stable isotope and222Rn analyses". Geosciences (Switzerland),
[6] Kementrian ESDM Republik Indoensia. 2018 “KEPMEN No 1827/k/30/2018 Tentang Pedoman Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik”. Jakarta : Kementrian ESDM RI
[7] Oktariani, P., Putri, A., & Situmorang, S. (2025). "Reclamation Technology for Coal Post-Mining Land Contaminated by Acid Mine Drainage (AMD)". Jurnal Pengelolaan Lingkungan Pertambangan, 2(1).
[8] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2010 “Reklamasi dan Pascatambang”. Jakarta : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.
[9] Prasetyo, E. B., Aipassa, M. I., Daru, T. P., Saptiani, G., Devy, S. D., Kiswanto, K., Ruslim, Y., & Kristina, F. (2023). "Analisis Strategi Program Pascatambang Peternakan Sapi Pada Lahan Bekas Tambang" Pt Kitadin Site Embalut. Agrifor, 22(2), 297.
[10] Pusat Keteknikan kehutanan dan Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2019 “Petunjuk Teknis Pascatambang pada Kawasan Hutan” Jakarta : Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
[11] SNI 01-3141-1998 (sapi perah), SNI 01-6366-2000 (sapi potong), serta standar teknis dari Ditjen Peternakan
[12] Wiradimadja, I., Naufal Mahardika, M., Mahari Putra, O., & Firman, A. (2025). Peran Subsektor Pertenakan dalam Perekonomian Jawa Barat. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemekiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(1), 815–825.