Upaya Peningkatan Kadar SiO2 Pasir Kuarsa Tailing Timah melalui Acid Leaching
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsme.v6i2.24418Keywords:
Kadar SiO2, XRF, SEM-EDSAbstract
Abstract. Quartz sand derived from tin tailings has potential as a raw material for porcelain ceramics; however, its initial SiO₂ content of 87.50% does not meet the requirements of SNI 1026:1989. This study aimed to evaluate the improvement of SiO₂ content and the reduction of impurity oxides using oxalic acid leaching. Sample preparation included washing, drying, sieving, magnetic separation, and grinding. The leaching process was carried out at 80°C for 120 minutes with a stirring speed of 350 rpm using oxalic acid concentrations of 1.5 g/L and 3 g/L. Chemical composition was analyzed by X-Ray Fluorescence (XRF), while surface morphology was characterized using Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS). The SiO₂ content increased from 87.50% to 95.87% after washing. Acid leaching produced SiO₂ contents of 95.67% and 95.51% at oxalic acid concentrations of 1.5 g/L and 3 g/L, respectively, accompanied by reductions in Al₂O₃, CaO, Fe₂O₃, and TiO₂. The results indicate that oxalic acid leaching effectively improves quartz sand purity by reducing impurity oxides; however, the highest SiO₂ content obtained (95.67%) still falls below the 97.10% requirement specified in SNI 1026:1989 for porcelain raw materials.
Keywords: Quartz Sand, Acid Leaching, Oxalic Acid, Purification, SiO₂.
Abstrak. Pasir kuarsa dari tailing timah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku keramik halus jenis porselen, namun kadar SiO₂ awal sebesar 87,50% belum memenuhi persyaratan SNI 1026:1989. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peningkatan kadar SiO₂ dan penurunan kadar pengotor melalui metode acid leaching menggunakan asam oksalat. Preparasi sampel meliputi pencucian, pengeringan, pengayakan, pemisahan magnetik, dan penggerusan. Proses acid leaching dilakukan pada suhu 80°C selama 120 menit dengan kecepatan pengadukan 350 rpm menggunakan konsentrasi asam oksalat 1,5 g/L dan 3 g/L. Karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menentukan komposisi kimia dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) untuk mengamati morfologi permukaan. Hasil penelitian menunjukkan kadar SiO₂ meningkat dari 87,50% menjadi 95,87% setelah pencucian. Perlakuan acid leaching menghasilkan kadar SiO₂ sebesar 95,67% pada konsentrasi 1,5 g/L dan 95,51% pada 3 g/L, disertai penurunan kadar Al₂O₃, CaO, Fe₂O₃, dan TiO₂. Metode acid leaching efektif meningkatkan kemurnian pasir kuarsa melalui pengurangan unsur pengotor, namun kadar SiO₂ yang diperoleh masih belum memenuhi persyaratan SNI 1026:1989 sebesar 97,10% untuk bahan baku porselen.
Kata Kunci: Pasir Kuarsa, Acid Leaching, Asam Oksalat, Pemurnian, SiO₂
References
Anonim, 2022, “SNI 1026:1989 Persyaratan Silika (Kuarsa) untuk Keramik Halus Jenis Porselen”, Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.
Anonim, 2024, “Peta Topografi”, Jakarta : Badan Informasi Geospasial Geoportal BIG.
Anonim, 1995, “Lembar Geologi Belitung”, Jakarta : Badan Informasi Geospasial Geoportal BIG.
Bachtiar, A., Rahman, A. dan Prasetyo, E., 2020, “Characterization of Cassiterite Ore from Bangka Island”, Jurnal Mineral, Vol. 7, (1-10).
Baharuddin, 1995, “Systematic Geologic Map Of Indonesia : Lembar Belitung, Sumatra”. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, hal.1.
Gyan, Prameswara. 2023, “Pengolahan Mineral 1 Kominusi dan Benefiasi Mineral”, Jurnal Teknologi Pertambangan, 1(1).
Habib, M. dan Santoso, D., 2021, “Kajian Proses Leaching untuk Pemurnian Pasir Silika Menggunakan Asam Organik”, Jurnal Teknologi Mineral dan Material, Vol. 1, (27–36).
Hernawan, 2021, “Pengolahan Pasir Kuarsa dan Lempung Menjadi Produk Komersial”, Bandung : Balai Besar Keramik.
Iler, R.K., 1979, “The Chemistry of Silica: Solubility, Polymerization, Colloid and Surface Properties, and Biochemistry”, Wiley-Interscience.
Irvani dan Elsha, D. 2018, “Studi Karakteristik Tailing Pada Lokasi Eks Penambangan Timah di Bukit Sambung Giri Kabupaten Belitung”, Jurnal Mining Exploration, Vol. 6, (31–36).
Jonatan. 2023, “Design and Fabrication Of Mechanical Sieve Shaker”. Journal Of Engginering Research and Report. Vol. 24 (8), (12-19).
Nilam Putri, S, 2023, “Pengujian X-Ray Fluorescence Terhadap Kandungan Mineral Logam Pada Endapan Sedimen”, Jurnal Teknik AMATA, Vol. 1 (6-10).
Pratomo, I. dan Wulandari, S. 2021, “Karakteristik dan Potensi Pasir Silika di Indonesia Serta Pemanfaatannya Untuk Industri”, Jurnal Geosains dan Mineral, Vol. 1, (33–45).
Subardja dan Said, I. 2019, “Karakteristik Tailing Tambang Timah dan Potensi Pemanfaatannya di Kepulauan Bangka Belitung”, Jurnal Mineral, Vol. 2, (85–92).
Suharyadi, E. dan Syaifuddin, A., 2020, “Teknik Preparasi Sampel untuk Analisis Material Berbasis Silika”, Jurnal Sains dan Material, Vol. 2, (45–53).
Suratman, R. dan Handayani, L., 2014, “Beneficiation of Sambiroto Silica Sand by Chemical and Biological Leachings”, R&D Centre for Mineral and Coal Technology (TekMIRA).
Sumarno, Prida, Yuyun, Y. 2016, “Pemurnian Pasir Silika Dengan Metode Sonikasi”, Seminar Teknik Kimia, Vol 1 (3).
Surjono, H. dan Tjokrodihardjo, A., 2019, “Geological Characteristics of Tin-Bearing Granites in the Bangka Belitung Islands, Indonesia”, Indonesian Journal on Geoscience, Vol. 1, (1–11).
Veglio F, Passarielo, 1999. “Iron Removal Process For High-Furity Silica Sand Production by Oxalic Acid Leaching”. Ind. En. Chem.Res. Vol. 38, (4443-4448).