Pemodelan dan Estimasi Sumber Daya Nikel Laterit Berdasarkan Kandungan Ni dan Fe dengan Menggunakan Metode Kriging di Desa Tambale Kecamatan Mamosaloto, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah

  • T Wahyu Rizfaldi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Noor Fauzi Isniarno Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Indra Karna Wijaksana Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Ni, Fe, Estimasi, Sumberdaya, Laterit, Nikel, Besi, Kriging

Abstract

Abstract. Resources are a concentration or formation of materials that have a selling value that is in the earth's crust or on the bui crust with quality, shape and quantity that have reasonable prospects and can then be extracted economically (KCMI, 2017).887 million tons with ore reserves of 4,346 million tons. An estimate is needed to calculate the resources before the mining process is carried out. On this basis, research was carried out on exploration activities that aimed to determine the amount of laterite nickel deposit resources using the kriging method. The resource estimation method used is the kriging method. The basis for determining resources is to talk about the level of confidence. Thus, the selection of the kriging method is because this method is the best linear unbiased estimator, many parameters are considered in the kriging method , one of which is the variogram model. The variogram model is a spatial statistical analysis (geostatistical), or statistical analysis by considering the location of the sample point, so that information related to the relationship of one point to another point is obtained expressed in the range or radius of the information point that still has a spatial relationship. It was found that the average level in block 1 was 0.36 and block 2 was 0.33.The value of Ni levels at the research site, namely in Block 1 and Block 2, showed the direction of homogeneity towards quadrant 1 and quadrant 3. In Block 1, the volume of limonite/saprolite was recorded at 26,074 m³ with a nickel content of 0.65%, SG 1.3, and a tonnage of 33,896 tons. Meanwhile, the bedrock in Block 1 has a volume of 569,297 m³, a nickel content of 0.35%, SG 2, and a tonnage of 1,138,594 tons. In Block 2, the volume of limonite/saprolite is 3,516 m³ with a nickel content of 0.44%, SG 1.3, and a tonnage of 4,571 tons. Bedrock in Block 2 has a volume of 1,516,934 m³, nickel content of 0.30%, SG 2, and a tonnage of 3,033,868 tons.

Abstrak. Sumberdaya adalah sebuah konsentrasi atau keterbentukan material yang memiliki nilai jual yang berada di kerak bumi atau di atas kerak bui dengan kualitas, bentuk dan kuantitas yang mempunyai keprospekan yang beralasan kemudian dapat di ekstrak secara ekonomis (KCMI,2017).887 juta ton dengan Cadangan bijih sebesar 4.346 juta ton. diperlukan estimasi untuk menghitung sumberdaya sebelum dilakukannya proses penambangan.Atas dasar hal tersebut maka dilakukanlah penelitian mengenai kegiatan eksplorasi yang bertujuan untuk mengetahui jumlah sumberdaya endapan nikel laterit menggunkan metode kriging. Metode estimasi sumberdaya yang digunakan adalah metode kriging. Dasar dalam penentuan sumberdaya adalah berbicara terkait tingkat keyakinan. Dengan demikian, pemilihan metode kriging dikarenakan metode ini merupakan best linear unbiased estimator, banyak parameter yang diperhatikan dalam metode kriging salah satunya adalah model variogram. Model variogram merupakan analisis statistik spasial (geostatistik), atau analisis statistik dengan mempertimbangkan lokasi titik sampel, sehingga didapatkan informasi terkait hubungan satu titik dengan titik yang lainnya yang dinyatakan dalam range atau radius titik informasi yang masih memiliki hubungan secara spasial. didapatkan bahwa rata-rata kadar pada block 1 adalah sebesar 0.36 dan block 2 sebesar 0.33.nilai kadar Ni di lokasi penelitian, yaitu di Blok 1 dan Blok 2, menunjukkan arah homogenitas ke arah kuadran 1 dan kuadran 3. hasil pada Blok 1, volume limonit/saprolit tercatat sebanyak 26.074 m³ dengan kadar nikel 0,65%, SG 1,3, dan tonase 33.896 ton. Sementara itu, bedrock di Blok 1 memiliki volume 569.297 m³, kadar nikel 0,35%, SG 2, dan tonase 1.138.594 ton. Di Blok 2, volume limonit/saprolit adalah 3.516 m³ dengan kadar nikel 0,44%, SG 1,3, dan tonase 4.571 ton. Bedrock di Blok 2 memiliki volume 1.516.934 m³, kadar nikel 0,30%, SG 2, dan tonase 3.033.868 ton.

References

Adit Kurniawan, Dudi Nasrudin, & Rully Nurhasan. (2021). Rancangan Teknis Penambangan Bijih Nikel pada Daerah Blok C PT XYZ Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 1(2), 101–106. https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2.394

Andi Maulana Yusuf, Yuliadi, & Elfida Moralista. (2024). Perencanaan dan Pentahapan Penambangan Nikel PT. Hillconjaya Sakti Site Indrabakti Mustika. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 133–142. https://doi.org/10.29313/jrtp.v4i2.5215

Embun Alicia Amoret, Yunus Ashari, & Dono Guntoro. (2024). Evaluasi K3 dengan Metode Analytic Hierarchy Process pada PT. Silva Andia Utama. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 116–124. https://doi.org/10.29313/jrtp.v4i2.5213

Faza Nugraha, Yunus Ashari, & Khorniawan, W. B. (2022). Estimasi Sumberdaya Bauksit Menggunakan Metode Geostatistik di PT. XYZ Kabupaten Mempawah. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 91–98. https://doi.org/10.29313/jrtp.v2i2.1141

Ruslan Loilatu, & Iswandaru. (2022a). Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 15–23. https://doi.org/10.29313/jrtp.v2i1.782

Ruslan Loilatu, & Iswandaru. (2022b). Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 15–23. https://doi.org/10.29313/jrtp.v2i1.782

Anonim, 2011. “Pemuthakiran Neraca Sumberdaya Mineral” Tahun 2011.Badan Geologi. Pusat Sumber DayaGeologi, Bandung.

Ashray A.Doshi, Adam J.Postula. 2015. “Development of micro-UAV with integrated motion planning for open-cut mining surveillance”. Microprocessors and Microsystems, Volume 39, Issue 8, November 2015, Pages 829-835.

Azizi, Masagus Ahmad. 2019. Prediksi “Volume Longsoran Tambang Terbuka Nikel Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas 3 Dimensi”. Indonesian Mining Profesionals Journal, Volume 1, Nomor 1, Bulan Desember 2019. ISSN : 2714- 8823

Badan Pusat Statistic Provinsi Sulawesi Tengah, Tahun 2022. “Kabupaten Morowali Utara Dalam Angka 2022”, Sulawesi Tengah.

Bemmelen, R.W. Van, 1949, The Geology Of Indonesia vol.II,Martinus Nijhoff, The Hague.

Burger, P. A., 1996. “Origins and Characteristic of Lateritic Deposits. Proseding nickel’96 PP 179 –183” the australisian institute of mining and metallurgy. Meulbourne.

Cahit, H., Selahattin, K., Necip G, Tolga Q, Ibrahim G, Hasan S, Osman P., 2017. “Mineralogy and genesis of the lateritic regolith related NiCo deposit of the Çaldağ area (Manisa, western Anatolia), Turkey”. Canadian Journal of Earth Sciense.

Calvert, S. J. & Hall, R., 2003, “The Cenozoic Geology Of The Lariang AndKarama Regions, Western Sulawesi: New Insight Into TheEvolution Of The Makassar Straits Region”, Proceeding 29th,Indonesian Petroleum Association.

Darijanto, T., 2000. “Ganesa Bijih Nikel Lateritik Gebe”. Jurnal Teknologi Mineral ITB. VII(2), 95-108.

Fraser, T.H., Jackson, B. A., Barber, P. M., Baillie, P., Keith, M., 2003, “TheWest Sulawesi Fold Belt and Other New Plays Within the NorthMakassar Straits a Prospectivity Review”, Proceeding 29th, Indonesian Petroleum Association.

Published
2025-02-03