Pengaruh Geometri Jalan terhadap Produktivitas Pengupasan Overburden PT PSA, Kalimantan Timur
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsme.v5i1.16380Keywords:
Kepmen No.1827/K/30/MEM/2018, AASHTO, Geometri Jalan, ProduksiAbstract
Abstract. This mining road geometry study research refers to the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827/K/30/MEM/2018 and the American Association of State Highway and Transportation Officials. The surrounding environment consists of oil palm plantation areas and forests. Access to the location is quite difficult because the roads entering the mining area are not paved, especially when it rains. Based on the problems found at PT Pancaran Surya Abadi in the B1 Block A1-1 east pit, namely there are road conditions that do not meet regulatory standards, so that the production target for the July-August period is not achieved, namely 280,255 BCM/month from the pit location stripping overburden to disposal. To increase overburden mining production, the development of digging, loading, and hauling equipment is required. The production observation area was conducted at the working front in Pit A1. Observation results under actual conditions were calculated and compared with theoretical calculation results. In the observation area, the width of the straight road ranged from 11.13 meters to 23.74 meters with a comparison of theoretical results for roads using 2 lanes of 12.60 meters, the width of the bend road ranged from 16.36 meters to 24.39 meters with a comparison of the theoretical results of the minimum road width at the bend of 14.48 meters, and the slope of the road ranged from -0.2% to 23.13% with a comparison based on the theoretical standard slope of 12%. The actual calculation results show results that do not meet regulatory standards. Another cause is that with rainy conditions the road is damaged, so that the transport equipment's circulation time is getting longer, which will affect production. Therefore, roads that do not meet the standards require road geometry improvements.
Abstrak. Penelitian kajian geometri jalan tambang ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018 dan American Association of State Highway and Transportation Officials. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kondisi jalan tambang dan efisiensi kerja alat muat. Lingkungan sekitar terdiri dari area perkebunan sawit dan hutan. Akses menuju lokasi cukup sulit karena jalanan yang memasuki kawasan pertambangan tidak diaspal, terutama pada saat hujan. Berdasarkan masalah yang terdapat pada PT Pancaran Surya Abadi pada pit B1 Block A1-1 timur yaitu terdapat kondisi jalan tidak sesuai standar regulasi, sehingga tidak tercapainya target produksi periode bulan Juli-Agustus yaitu 280,255 BCM/Bulan dari lokasi pit pengupasan overburden ke disposal. Untuk meningkatkan produksi penambangan overburden, pengembangan alat gali, muat, dan alat angkut diperlukan. Area pengamatan produksi dilakukan di front kerja di Pit A1. Hasil pengamatan dalam kondisi aktual dihitung dan dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teori. Pada area pengamatan, lebar jalan lurus berkisar antara 11,13 meter hingga 23,74 meter dengan perbandingan hasil teoritis untuk jalan yang menggunakan 2 lajur yaitu 12,60 meter, lebar jalan tikungan berkisar antara 16,36 meter hingga 24,39 meter dengan perbandingan hasil teoritis lebar jalan minimum pada tikungan 14,48 meter, dan kemiringan jalan berkisar antara -0,2% hingga 23,13% dengan perbandingan berdasarkan teoritis kemiringan standar yaitu 12%. Hasil perhitungan aktual menunjukan hasil yang kurang memenuhi standar regulasi, penyebab lainnya dengan kondisi hujan jalan mengalami kerusakan, sehingga waktu edar alat angkut semakin lama yang nantinya akan berpengaruh terhadap produksi, oleh karena itu jalan yang belum memenuhi standar diperlukannya peribaikan geometri jalan.
References
Sa Putra, A., L. D. J Usup, H., & Noveriady. (2023). Analisis Kemajuan Tambang Terhadap Perancangan Mine Plan pada Aktivitas Overburden Removal. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 157–166. https://doi.org/10.29313/jrtp.v3i2.3077
Tampubolon, A. (2023). Optimasi Biaya Produksi Overburden dan Kaksa Menggunakan Program Linear dan Bunching Effect. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 27–34. https://doi.org/10.29313/jrtp.v3i1.1752
Tendi Fernando, Zaenal, & Sriyanti. (2023). Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Pengupasan Overburden Tambang Batubara. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 71–76. https://doi.org/10.29313/jrtp.v3i1.2144]
Anonim, Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.
Anonim 1993. “AASHTO guide for Design of Pavement Structures”. America. American Association of State Highway and Transportation Officials.
Anonim. “Mid-Size Excavator Doosan Dx 530 Lca-7M”. PT Kobexindo Tractors Tbk. Jakarta, Indonesia.
Anonim. 2009. “SPECIFICATIONS & APPLICATION HANDBOOK Edition 30”, Komatsu. Japan.
Anonim. 2023. “Handbook Zoomlion Zt 115 A Mining Dump Truck”. Zoomlion Heavy Industry Science & Technology CO., LTD. China.
Anonim. 2023. “Handbook HDI Dt 95 Wide Body Dump Truck”. Hyundai Infracore. China.
Aurelio G, Vallen., Zaenal., Wijaksana, Indra K. 2023. “Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Kegiatan Penambangan Batubara PT Pacific Global Utama di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan”. Bandung Conference Series : Mining Engineering. Vol. 3. No.1 (2023) : 186 – 193.
Amrullah, Ruly, 2021, “Kecamatan Muara Badak Dalam Angka”, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara.
Awang Suwandhi, 2004, “Perencanaan Jalan Tambang”, Diklat Perencanaan Tambang Terbuka, Universitas Islam Bandung.
Burhanudin, A. F., Zaenal, Z., & Usman, D. N., 2020, “Kajian Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar dalam Optimasi Pengangkutan Overburden pada Penambangan Batubara PT. Pancaran Surya Abadi di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur”, Prosiding Teknik Pertambangan, 6(2), 387-393.
Cahyono Adi A, dkk. 2022. “Handbook Of Energy & Economic Statistics of Indonesia”. Jakarta: Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral.
Hustrulid W., Kuchta M., Martin R. 2013. “Open Pit Mine Planning & Design”. Salt Lake City: CRC Press.
Prodjosumarto, Partanto, 1996. “Pemindahan Tanah Mekanis”. JurusanTeknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Prodjosumarto, partanto. 1993. “Tambang Terbuka (Surface Minning)”. Departemen Pertambangan, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Sağlam. B., Bettemir. O., H. 2018. “Estimation of Duration of Earthwork with Backhoe Excavator by Monte Carlo Simulation”. Department of Civil Engineering Inonu University, Turkey
Silvia Sukirman, 1999, “Dasar-Dasdar Perencanaan Geometrik Jalan”. Cetakan Ketiga Diterbitan Oleh Nova, Bandung.
Suwandhi. A. 2004. “Perencanaan Jalan Tambang”. Jurusan Teknik Pertambangan. Universitras Islam Bandung.
Tannat. Dwayne D., Regensburg. Bruce. 2001. “Guidelines for Mine Haul Road Design”. School of Mining and Petroleum Engineering Departement of Civil and Enviromental University of Alberta.
Tenriajeng, A. T., 2003, “Pemindahan Tanah Mekanis”, Jakarta: Gunadarma.
Wicaksono, M. Rizqi, Zaenal, Moralista, Elfida, 2019, “Evaluasi Jalan Tambang Berdasarkan Teori AASHTO untuk Meningkatkan Produksi Pengupasan dan Pengangkutan Overburden pada Kegiatan Penambangan Batubara di Area Roto South G PT Kideco Jaya Agung, Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur”, Prosiding Spesia Teknik Pertambangan (Februari, 2020), ISSN: 2460-6499, P 141-148, Universitas Islam Bandung, Bandung.
Zailani. M. A. dkk., "KajianTeknis Peningkatan Korelasi Rencana Cycle Time Alat Angkut ْDi Pit Kwest ْPT.ْKaltim Prima Coal ْKalimantan Timur". Jurnal Ilmu Teknik Sriwijaya. Volume 2. Nomor 1. 2014.