Penyalahgunaan Wewenang dalam Mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI Periode 2019–2024

abstract

Authors

  • Andika Teguh Prayoga Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsls.v6i1.23718

Keywords:

Pergantian Antar Waktu, Penyalahgunaan Wewenang, DPR

Abstract

Abstract. The mechanism for replacing members of the House of Representatives (DPR RI) serves to ensure democratic representation continuity based on election results. However, the Inter-Time Replacement (PAW) implementation during 2019–2024 revealed irregularities indicating abuse of authority in appointing replacement candidates who did not adhere to the highest vote count principle. This study examines PAW implementation, analyzes the roles and authorities of relevant actors, and identifies forms and impacts of authority abuse. Employing normative legal research with a qualitative approach, data were collected through documentation of statutory regulations, court decisions, and relevant sources, focusing on the South Sumatra I electoral district case. Findings demonstrate that PAW implementation has not fully aligned with normative objectives. Political parties dominate the nomination process, while the General Election Commission's verification and supervisory functions remain suboptimal. Consequently, voter sovereignty is undermined and representative institutions' legitimacy is weakened. This study concludes that such irregularities constitute significant abuse of authority adversely affecting representative democracy quality in Indonesia.

Abstrak. Mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI merupakan instrumen konstitusional untuk menjamin kesinambungan keterwakilan rakyat berdasarkan hasil Pemilihan Umum. Namun, praktik PAW periode 2019–2024 menunjukkan penyimpangan yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang, khususnya dalam penetapan calon pengganti yang tidak berlandaskan prinsip perolehan suara terbanyak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan mekanisme PAW, mengkaji peran dan kewenangan aktor yang terlibat, serta mengidentifikasi bentuk dan dampak penyalahgunaan wewenang. Metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui studi dokumentasi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan sumber relevan terkait PAW, dengan fokus pada kasus daerah pemilihan Sumatera Selatan I. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan PAW belum sepenuhnya selaras dengan tujuan normatifnya. Kondisi ini mengabaikan kehendak pemilih, melemahkan prinsip kedaulatan rakyat, dan menurunkan legitimasi lembaga perwakilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyimpangan PAW merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang yang berdampak serius terhadap kualitas demokrasi perwakilan di Indonesia.

References

Adrisika, S. S., & Sambas, N. (2024). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penjatuhan Putusan terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencabulan. Law Out Loud, 1(1), 13–20. https://journals.sangkuriangpublisher.com/lol/article/view/65

Asshiddiqie, J. (2009). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Asshiddiqie, J. (2010). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2014). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2015). Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2016). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2018). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Beetham, D., & Boyle, K. (1995). Introducing Democracy: 80 Questions and Answers. Cambridge: Polity Press.

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Budiardjo, M. (2015). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Budiardjo, M. (2018). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ramadhan, F., & Wiyanti, D. (2024). Pertanggungjawaban Pelaku Usaha atas Kerugian Konsumen dalam Perjanjian Jasa. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 4(1), 23–28. https://doi.org/10.29313/jrih.v4i1.3812

Tharif, R. M., & Wiyanti, D. (2024). Tanggung Jawab Produsen Obat yang Mengakibatkan Gagal Ginjal Akut pada Anak. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.29313/jrih.v4i1.3749

Adrisika, S. S., & Sambas, N. (2024). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penjatuhan Putusan terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pencabulan. Law Out Loud, 1(1), 13–20. https://journals.sangkuriangpublisher.com/lol/article/view/65

Asshiddiqie, J. (2009). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Asshiddiqie, J. (2010). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2014). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2015). Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Sinar Grafika.

Asshiddiqie, J. (2016). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2018). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Beetham, D., & Boyle, K. (1995). Introducing Democracy: 80 Questions and Answers. Cambridge: Polity Press.

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Budiardjo, M. (2015). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Budiardjo, M. (2018). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ramadhan, F., & Wiyanti, D. (2024). Pertanggungjawaban Pelaku Usaha atas Kerugian Konsumen dalam Perjanjian Jasa. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 4(1), 23–28. https://doi.org/10.29313/jrih.v4i1.3812

Tharif, R. M., & Wiyanti, D. (2024). Tanggung Jawab Produsen Obat yang Mengakibatkan Gagal Ginjal Akut pada Anak. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.29313/jrih.v4i1.3749

Downloads

Published

2026-02-12