Tanggung Jawab Petugas Pelayanan Kesehatan atas Tindakan Pemberian Vaksin kepada Pasien Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan Jo. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi

  • Nadya Mutiara Kusumadewi Ilmu Hukum Fakultas Hukum
  • Sri Ratna Suminar
Keywords: Vaksin Covid-19, Tanggungjawab, Tenaga Kesehatan

Abstract

Covid-19 vaccination is one of the health care facilities organized by the government. Related to the provision of services, there have been interesting events related to the provision of health services during the Covid-19 pandemic during the vaccination process carried out by health workers. Rahel Pratama died a week after receiving the Covid-19 vaccine. But after the vaccine, Rachel's condition continued to decline. He complained of not feeling well. The 15-year-old's life could not be saved. In the vaccine certificate received by Rachel there is no phone number that can be contacted when there is a complaint. So when Rachel complained of pain, the family who were lay people could not follow through. The purpose of this study is the known efforts that must be made by health workers so that the provision of vaccines does not harm patients and the known responsibility of health care workers for the provision of covid-19 vaccines that harm patients.The approach method used is normative juridical, the research specifications in this research are descriptive analytical, data collection techniques in this research literature study as well as analytical methods in this research using qualitative analysis methods. Then obtained the results that there is negligence of health workers who give covid-19 vaccines who do not comply with applicable procedures reviewed from Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan  Jo. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019

Vaksinasi Covid-19 adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Terkait dengan pemberian pelayanan, telah terjadi peristiwa yang menarik berkaitan dengan pemberian pelayanan kesehatan di masa pandemi Covid-19 pada saat proses vaksinasi yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan. Kasus Ananda Rahel Pratama  meninggal dunia seminggu setelah menerima vaksin Covid-19. Namun usai vaksin, kondisi Rahel terus menurun. Nyawa remaja 15 tahun tersebut tak bisa diselamatkan. Dalam surat keterangan vaksin yang diterima oleh Rahel tak ada keterangan nomor telepon yang bisa dihubungi ketika ada keluhan. Sehingga saat Rahel mengeluh sakit, keluarga yang merupakan orang awam tak bisa menindaklanjutinya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya upaya yang harus dilakukan tenaga kesehatan agar pemberian vaksin tidak merugikan pasien serta diketahuinya tanggung jawab petugas pelayanan kesehatan atas pemberian vaksin covid-19 yang merugikan pasien. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian dalam  penelitian  ini bersifat deskriptif analitis, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini studi kepustakaan serta metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif. Kemudian diperoleh hasil bahwa adanya kelalaian tenaga kesehatan pemberi vaksin covid-19  yang tidak mematuhi prosedur yang berlaku ditinjau dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan Jo. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Published
2022-01-22