Perlindungan Hukum Pelukis terhadap Karya Lukisan sebagai Data AI

Authors

  • Mensiz Vieriansyah Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung
  • Eka An Aqimuddin Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsls.v6i1.21881

Keywords:

Hak cipta, Lukisan, Pelukis

Abstract

Abstract. The development of artificial intelligence (AI), particularly in text-to-image painting generation, has introduced new legal challenges within the copyright regime. The use of human-created paintings as training data for AI systems potentially infringes upon the moral and economic rights of painters. Meanwhile, Law Number 28 of 2014 on Copyright in Indonesia has not explicitly regulated such practices. This study aims to examine the legal status of AI-generated paintings under Indonesian copyright law and to analyze the forms of legal protection available for painters whose works are used as AI training data. The research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that paintings generated solely by AI cannot be classified as protected works, as copyright law requires a human creator as the legal subject. Nevertheless, painters remain entitled to moral and economic rights over their works. However, the existing legal framework has not yet provided effective protection, highlighting the need for stronger preventive and repressive legal measures to ensure adequate protection for painters in the era of artificial intelligence. 

Abstrak. Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), khususnya dalam penciptaan lukisan berbasis text-to-image, menghadirkan tantangan hukum baru dalam rezim hak cipta. Pemanfaatan karya lukisan manusia sebagai data pelatihan AI berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap hak moral dan hak ekonomi pelukis. Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta belum memberikan pengaturan yang eksplisit mengenai penggunaan karya cipta sebagai data olah AI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan lukisan berbasis AI dalam sistem hukum hak cipta Indonesia serta menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi pelukis yang karyanya dimanfaatkan dalam proses pelatihan AI. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya lukisan yang dihasilkan sepenuhnya oleh AI belum dapat dikualifikasikan sebagai ciptaan karena hukum hak cipta Indonesia mensyaratkan manusia sebagai subjek pencipta. Meskipun demikian, pelukis tetap memperoleh perlindungan melalui hak moral dan hak ekonomi. Namun, perlindungan tersebut belum berjalan efektif, sehingga diperlukan penguatan mekanisme perlindungan hukum yang bersifat preventif dan represif.

References

Henry Nadiansyah Agustin, & Neni Ruhaeni. (2024). Penegakan Hukum Pedata terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup akibat Kegiatan Penambangan. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 131–134. https://doi.org/10.29313/jrih.v4i2.5211

Lubis, I., Lubis, D. I. S., & Lubis, A. H. (2025). Rekonstruksi Sistem Hukum Pertanahan Nasional dengan Perspektif Ius Integrum Nusantara. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 103–112. https://doi.org/10.29313/jrih.v5i2.8481

Ali, Z. (2021). Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika.

Andersen v. Stability AI Ltd., et al., Case No. 3:23-cv-00201 (N.D. California, 2023).

Castellano, G., & Vessio, G. (2021). Deep learning approaches to pattern extraction and recognition in paintings and drawings: An overview. Neural Computing and Applications, 33(19), 12263–12282. https://doi.org/10.1007/s00521-021-05893

Dehouche, N., & Dehouche, K. (2023). What is in a Text-to-Image Prompt: The Potential of Stable Diffusion in Visual Arts Education (No. arXiv:2301.01902). arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2301.01902

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2023). Pernyataan DJKI mengenai perlindungan hak cipta atas karya yang dihasilkan oleh artificial intelligence. Kemenkumham RI.

Dornis, T. W., & Stober, S. (2025). Generative AI Training and Copyright Law (No. arXiv:2502.15858). arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2502.15858

Hadjon, P. M. (2007). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia (1 ed.). Bina Ilmu.

Kompas. (2024, Mei 12). Pameran lukisan Denny JA dan AI tuai pro dan kontra di kalangan seniman.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum (Revisi). Kencana Prenada Media Grup.

McKinsey Global Institute. (2023). The economic potential of generative AI. McKinsey & Company.

Muhammad Ilman Abidin. (2023). Legal Review Of Liability From Deepfake Artificial Intelligence That Contains Pornography. MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan. https://doi.org/10.29313/mimbar.v39i2.2965

Murfianti, F. (2020). HAK CIPTA DAN KARYA SENI DI ERA DIGITAL. Acintya Jurnal Penelitian Seni Budaya, 12(1), 44–58. https://doi.org/10.33153/acy.v12i1.3147

Putra, E. S. (2025). THE ROLE OF AI IN CONTEMPORARY ART: CAN AI WORK BE CONSIDERED “ORIGINAL” ART? CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI, 5(1), 117–125. https://doi.org/10.59997/ctkr.v5i1.5422

Putri Andanni, A., & Santoso, B. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Pelanggaran Karya Cipta yang Dihasilkan Melalui AI dan dikomersilkan Berdasarkan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(3), 2274–2280. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.4039

Riswandi, & Agus, B. (2016). Hak Cipta: Aspek Hukum dan Ekonomi. FH UII Press.

Rombach, R., Blattmann, A., Lorenz, D., Esser, P., & Ommer, B. (2022). High-Resolution Image Synthesis with Latent Diffusion Models (No. arXiv:2112.10752). arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2112.10752

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Rajawali Pers.

World Intellectual Property Organization (WIPO). (2020). WIPO Technology Trends 2019: Artificial Intelligence.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Muhammad Raffi, & Eka Juarsa. (2023). Tindak Pidana Aborsi Ditinjau dari Perspektif HAM dan Hukum Positif Indonesia. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 43–48. https://doi.org/10.29313/jrih.v3i1.2130

Downloads

Published

2026-01-29