Bandung Conference Series: Journalism https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSJ <p><strong>Bandung Conference Series: Journalism </strong>merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Ilmu Jurnalistik yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional UNISBA yang diselenggarakan tahunan oleh UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung. <strong><a title="BCSJ" href="https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSJ/" target="_blank" rel="noopener">BCSJ</a> </strong>ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN <a title="ISSN BCSJ" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220215311181557" target="_blank" rel="noopener">2828-2175</a> yang diterbitkan oleh <a title="UPT Publikasi" href="https://portal-publikasi.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">UPT Publikasi Ilmiah</a>,&nbsp;<a title="unisba" href="https://www.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Bandung</a>. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-<em>indeks</em>&nbsp;di&nbsp;<a title="GS" href="https://scholar.google.com/citations?user=dX5DdKUAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>,&nbsp;<a title="Id Garuda" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27933" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>,&nbsp;<a title="doi" href="https://search.crossref.org/?q=unisba&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, dan&nbsp;<a title="DOAJ" href="https://doaj.org/search/journals?ref=quick-search&amp;source=%7B%22query%22%3A%7B%22filtered%22%3A%7B%22filter%22%3A%7B%22bool%22%3A%7B%22must%22%3A%5B%7B%22terms%22%3A%7B%22bibjson.publisher.name.exact%22%3A%5B%22Universitas%20Islam%20Bandung%22%5D%7D%7D%5D%7D%7D%2C%22query%22%3A%7B%22query_string%22%3A%7B%22query%22%3A%22universitas%20islam%20bandung%22%2C%22default_operator%22%3A%22AND%22%2C%22default_field%22%3A%22bibjson.publisher.name%22%7D%7D%7D%7D%7D" target="_blank" rel="noopener">DOAJ</a>. &nbsp;Terbit setiap <strong>Maret</strong> dan <strong>September.</strong></p> UNISBA Press en-US Bandung Conference Series: Journalism 2828-2175 Strategi Komunikasi Politik pada Pemilihan Calon Legislatif DPRD Kota Cimahi https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSJ/article/view/17241 <p><strong>Abstract. </strong>Political Communication Strategy is an important element in the general election of DPRD Legislative Candidates. This is the method used by all candidates who will participate in nominating themselves in the general election. The aim of using political communication strategies in elections is not to win this election in their own way, whether it is beneficial for them or vice versa. Therefore, the researcher was interested in the Cimahi City DPRD legislative candidate for electoral district 1, namely Nurdianti S.H, because the researcher considered the source's approach to be different from other candidates. The paradigm used in this research is the constructivism paradigm because researchers consider that this paradigm is relevant to the research being studied. In this study, qualitative research methods were used, where in collecting data the researcher conducted direct interviews with sources and collected data based on the results of the interviews. Researchers also used SWOT theory and Political Communication Strategy in reviewing the findings. The results of the research show that seeing that in the previous election she failed to qualify as a member of the legislature, Nurdianti S.H finally used a new strategy which she called the silent strategy. The silent strategy he implemented was a campaign program that was quieter and saved costs, such as going directly into the community starting with the area where he lived. He also took a campaign approach in the form of holding tourist visits and social activities with the community with campaign elements</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Strategi Komunikasi Politik ialah elemen yang penting dalam pemilihan umum Calon Legislatif DPRD . Ini adalah cara yang dilakukan oleh semua calon yang akan ikut serta mencalonkan dirinya dalam pemilihan umum. Tujuan penggunaan strategi komunikasi politik dalam pemilu adalah tidak lain untuk memenangkan pemilu ini dengan cara mereka masing masing, ada yang menguntungkan bagi mereka ataupun sebaliknya. Maka dari itu Peneliti tertarik terhadap calon legislatif dprd kota cimahi dapil 1 yaitu Nurdianti S.H dikarenakan cara narasumber yang peneliti anggap berbeda dengan calon lainnya. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini paradigma konstruktivisme dikarenakan peneliti menganggap bahwa paradigma tersebut relevan dengan penelitian yang sedang diteliti. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana dalam pengumpulan datanya peneliti melakukan wawancara secara langsung dengan narasumber dan pengumpulan data berdasarkan hasil dari wawancara. Peneliti juga menggunakan teori SWOT dan Strategi Komunikasi Politik dalam mengkaji temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melihat dari pemilihan sebelumnya beliau gagal lolos menjadi anggota legislatif, Nurdianti S.H&nbsp; akhirnya menggunakan strategi baru yang ia beri nama strategi senyap. Strategi senyap yang diterapkan beliau ialah program kampanye yang lebih tenang dan menghemat biaya seperti terjun langsung ke masyarakat dimulai dengan wilayah tempat tinggal beliau. Beliau juga melakukan pendekatan kampanye berupa mengadakan acara kunjungan wisata dan kegiatan kegiatan sosial bersama masyarakat dengan embel – embel kampanye</p> Muhammad Hafizh Rashiif Aryanto Ferry Darmawan Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Journalism 2025-02-03 2025-02-03 5 1 1 8 10.29313/bcsj.v5i1.17241 Makna Mabuk Agama pada Tayangan Channel Youtube 2045 TV https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSJ/article/view/18341 <p><strong>Abstract.</strong> Religious drunkenness refers to the behavior of someone who practices religious teachings excessively, to the point of ignoring knowledge and healthy thinking. Individuals who experience religious drunkenness tend to ignore logic, common sense, instincts of wisdom, and human empathy in order to obey religious teachings without considering moral aspects, truth, and its impact on the surrounding environment. The purpose of this study was to determine the meaning of religious drunkenness by Denny Siregar in the 2045 Tv YouTube channel. This study adopts a constructivist paradigm, using qualitative methods and Roland Barthes' semiotic approach. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of the study explain that the meaning of denotation, connotation, and myth of religious drunkenness is a form of anxiety about broader social and cultural conditions. Religion is often used for certain interests or becomes an obstacle to progress. Drunkenness and religion are two different things and cannot be combined. Drunkenness is something negative while religion is a guideline in life to be better or positive. The use of the term religious drunkenness by Denny Siregar is considered inappropriate, because it only describes the form of his anxiety towards people who use religion not according to its intended use.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Mabuk agama merujuk pada perilaku seseorang yang mengamalkan ajaran agama secara berlebihan, hingga mengabaikan pengetahuan dan pemikiran yang sehat. Individu yang mengalami mabuk agama cenderung mengesampingkan logika, akal sehat, naluri kebijaksanaan, dan empati kemanusiaan demi mentaati ajaran agama tanpa mempertimbangkan aspek moral, kebenaran, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna mabuk agama Dennny Siregar dalam channel youtube 2045 Tv Penelitian ini mengadopsi paradigma konstruktivisme, menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa makna denotasi, konotasi, dan mitos mabuk agama merupakan bentuk keresahan terhadap kondisi sosial dan budaya yang lebih luas. Agama seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu atau justru menjadi penghalang bagi kemajuan. Mabuk dan agama merupakan dua hal berbeda dan tidak bisa dijadikan satu. Mabuk suatu hal yang negatif sedangkan agama merupakan pedoman dalam berkehidupan agar menjadi lebih baik atau positif. Penggunaan istilah mabuk agama oleh Denny Siregar dirasa kurang tepat, karena hanya sekedar menggambarkan bentuk keresahannya kepada orang yang menggunakan agama tidak sesuai dengan peruntukannya.</p> Ikhsan Khavidz Tri Nur Aini Noviar Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Journalism 2025-02-21 2025-02-21 5 1 9 18 10.29313/bcsj.v5i1.18341