Podcast Raditya Dika yang Disiarkan melalui YouTube sebagai Media Edukasi Millenial
Abstract
Abstract. This study is qualitative, with five interviewers that selected based on Raditya Dika’s subscribers. The result show that people who subscribe to Raditya Dika’s youtube account have sufficient knowledge and good understanding of how to start a business at a young age. As for how the Millennial community responds to building a business at a young age such as a business planer, managing income and expenses, how to manage the millennial community’s beginner business concept, monitoring everything through virtual communication media. The knowledge and behaviour of most millennial users of youtube account who monitor all information via digital, especially as a subscriber to the Raditya Dika account, are young people. This situation is expected to support the effectiveness of young entrepreneurs in Indonesia. However, government and community supervision is still needed to maintain good conditions in the use of any social media.
Abstrak. Studi ini bersifat kualitatif, dengan lima narasumber yang diwawancarai, dipilih sesuai pelanggan Raditya Dika. Hasil studi ini menunjukan Masyarakat yang berlangganan akun Raditya Dika miliki pemikiran yang cukup dan pemahaman yang baik tentang cara memulai bisnis di usia muda. Adapun bagaimana respon Masyarakat millennial terhadap membangun bisnis di usia muda seperti perencanaan bisnis, mengelola pemasukan dan pengeluaran, begitupun cara mengatur konsep bisnis pemula Masyarakat millennial memantau semua melalui media komunikasi virtual. Pengetahuan dan perilaku Sebagian besar Masyarakat millennial pengguna akun youtube yang dapat memperhatikan seluruh informasi lewat media digital, dimana Sebagian besar adalah pelanggan youtube Raditya Dika yang tergolong muda. Yang diharapkan dari situasi ini adalah dapat mendukung efektifitas pebisnis muda di Indonesia. Meskipun begitu, pengawasan dari pemerintah dan Masyarakat sangat dibutuhkan guna menjaga agar kondisi tetap baik dalam penggunaan media sosial apapun.
References
[2] Fitria, J. (2020). Pengembangan Media Audio Visual Berbasis Vodcast Materi Teks Cerita Sejarah Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMKN 1 Jombang. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 10(29), 259–267;
[3] Mayangsari, D., & Tiara, D. R. (2019). Podcast Sebagai Media Pembelajaran Di Era Milenial. Jurnal Golden Age, 3(02), 126. https://doi.org/10.29408/goldenage.v3i02.1720;
[4] Rusdi, F. (2012). Podcast Sebagai Industri Kreatif. 91–94.http://dewanpers.or.id/publikasi/buku/878-data-;
[5] Sugiyono, D. (2012). metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif dan kualitatif dan R&D (Vol. 273). https://doi.org/10.1155/2014/943713;
[6] Warul Walidin AK., M., Dr.Saifullah, S.Ag., M. A., & Tabrani.ZA, S. Pd.I.,M.S.I., M. (2016). metodologi penelitian kualitatif dan grounded theory. https://repository.ar- raniry.ac.id/id/eprint/1301/1/Full Buku MP Kualitatif %26 Grounded Theory.pdf;
[7] Mustika, T. (2019). Pengaruh Terpaan Media Terhadap Reputasi Lembaga Pemerintah. Inter Script: Journal of Creative Communication, 1(1), 66–79.https://doi.org/10.33376/is.v1i1.350.