Representasi Nilai Budaya dalam Film Jumbo (Analisis Semiotika Roland Barthes)
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsj.v6i2.26207Keywords:
film animasi, nilai budaya, semiotika Roland BarthesAbstract
Abstract. Animated films as a form of mass communication media function not only as a means of entertainment but also as a medium for representing social and cultural values in society. One Indonesian animated film that is interesting to examine is Jumbo (2025), as it presents various realities of children’s lives, family relationships, and the social dynamics of society. This research is motivated by the importance of strengthening Indonesian cultural values amid modern social developments, as well as the limited number of studies on semiotics in local animated films. This study aims to identify the representation of cultural values in Jumbo through Roland Barthes’ semiotic analysis. This research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis method, focusing on the meanings of denotation, connotation, and myth. Data were collected through observation, documentation, and literature review. The results show that Jumbo represents six main cultural values, namely mutual cooperation and social solidarity, empathy and social concern, affection and family kinship, courage and self-confidence, reconciliation and mutual forgiveness, as well as loyalty, keeping promises, and devotion to parents. At the denotative level, cultural values are portrayed through dialogue and actions among the characters. At the connotative level, these values are interpreted as forms of care, togetherness, and social harmony. At the level of myth, the film constructs an understanding of the importance of friendship, family, cooperation, and respect for parents in Indonesian society.
Abstrak. Film animasi sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media representasi nilai sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat. Salah satu film animasi Indonesia yang menarik untuk dikaji ialah Jumbo (2025), karena menghadirkan berbagai realitas kehidupan anak, hubungan keluarga, dan dinamika sosial masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai budaya Indonesia di tengah perkembangan sosial modern serta masih terbatasnya penelitian mengenai semiotika pada film animasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi nilai budaya dalam film Jumbo melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang menitikberatkan pada makna denotasi, konotasi, dan mitos. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Jumbo merepresentasikan enam nilai budaya utama, yaitu gotong royong dan solidaritas sosial, empati dan kepedulian sosial, kasih sayang dan kekerabatan keluarga, keberanian dan kepercayaan diri, rekonsiliasi dan saling memaafkan, serta kesetiaan, menepati janji, dan bakti kepada orang tua. Pada tingkat denotasi, nilai budaya ditampilkan melalui dialog dan tindakan antartokoh. Pada tingkat konotasi, nilai tersebut dimaknai sebagai bentuk kepedulian, kebersamaan, dan keharmonisan sosial. Adapun pada tingkat mitos, film membangun pemahaman mengenai pentingnya persahabatan, keluarga, kerja sama, dan penghormatan terhadap orang tua dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
References
Barrios-Rubio, A., & Fajardo Valencia, G. C. (2022). The media in the construction of reality in the context of Colombian social Nonconformity. Information, 13(8), 378.
Barthes, R. (1972). Mythologies. Hill and Wang.
Hall, S. (1997). El trabajo de la representación. In Representation: Cultural representations and signifying practices.
Haryani, H. (2023). Semiotic studies on film: Reading hidden messages. Vegueta. Anuario de La Facultad de Geografía e Historia, 23(1), 440–446.
Iqbal, K. M., & Fuady, M. . (2022). Analisis Semiotika Tokoh Chelsey Sullenberg dalam Film Sully. Bandung Conference Series: Public Relations, 2(1). https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i1.486
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Mahalingam, M., & Daniel, L. P. (2024). Unlocking meaning: Visual semiotic analysis in animation. ShodhKosh: Journal of Visual and Performing Arts, 5(6).
Radhitya, P., & Fuady, M. E. (2023). Representasi, Relasi, dan Ideologi dalam Film Jersey Girl. Bandung Conference Series: Public Relations, 3(1), 366–372. https://doi.org/10.29313/bcspr.v3i1.7077
Tanga, M. H., & Namang, K. W. (2025). Analisis Semiotika Dalam Film “Dua Garis Biru”: (Teori Roland Barthes). Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 129–140.