Analisis Gaya Bahasa Jurnalistik Media Multikanal Pikiran Rakyat

Authors

  • Fir Yal Huwaida Zahirah Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Atie Rachmiatie Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsj.v6i2.25732

Keywords:

Gaya bahasa jurnalistik, Media multikanal, Media cetak, Media online, Pikiran Rakyat

Abstract

Abstract. This study aims to examine the news planning process of the Indonesia–United States (RI–US) Agreement in the print and online editions of Pikiran Rakyat, analyze the characteristics of journalistic language style used on each platform, and identify the editorial reasons for employing different language styles in reporting the same issue. This study employed an interpretive paradigm with a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and observation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that both platforms follow the same editorial planning process; however, the presentation of news is adapted to the characteristics of each medium. The print edition employs a more formal, systematic, and in-depth language style, whereas the online edition uses a more concise, communicative, and timely style. These differences are influenced by audience characteristics, platform demands, and editorial strategies. The study concludes that the transition to a multichannel media system has encouraged the adaptation of journalistic language styles without altering the fundamental principles of journalism upheld by Pikiran Rakyat.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan pemberitaan Perjanjian Republik Indonesia–Amerika Serikat (RI-AS) pada media cetak dan media online Pikiran Rakyat, menganalisis karakteristik gaya bahasa jurnalistik pada masing-masing platform, serta memahami alasan redaksi membedakan gaya bahasa dalam penyajian isu yang sama. Penelitian menggunakan paradigma interpretatif dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan pemberitaan pada kedua platform mengikuti mekanisme editorial yang sama, tetapi penyajian berita disesuaikan dengan karakteristik media. Media cetak menggunakan bahasa yang lebih formal, sistematis, dan mendalam, sedangkan media online menggunakan bahasa yang lebih ringkas, komunikatif, dan berorientasi pada kecepatan penyampaian informasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik audiens, kebutuhan platform, dan strategi redaksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media multikanal mendorong adaptasi gaya bahasa jurnalistik tanpa mengubah prinsip dasar jurnalistik yang diterapkan Pikiran Rakyat.

References

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Chaer, A. (2010). Bahasa jurnalistik. Rineka Cipta.
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
McQuail, D. (2010). McQuail's mass communication theory (6th ed.). Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Romli, A. S. M. (2018). Jurnalistik online: Panduan mengelola media online. Nuansa Cendekia.
Shoemaker, P. J., & Vos, T. P. (2009). Gatekeeping theory. Routledge.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sumadiria, A. S. H. (2014). Bahasa jurnalistik: Panduan praktis penulis dan jurnalis. Simbiosa Rekatama Media.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.

Published

2026-08-03