Nilai Islam dalam Lirik Al-Khayin

Authors

  • Raihan Maulana Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Wiki Angga Wiksana Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsj.v6i2.24632

Keywords:

Semiotika, Representasi, Nilai Islam

Abstract

Abstract. This study examines the representation of Islamic values in the song lyrics "Al-Khayin" by The Joo's, a band known for its Biblical Surfrock concept, using Roland Barthes' semiotic approach across three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. The phenomenon underlying this research is the use of religious idioms and ritual elements within a music genre built on religious-narrative concepts, as a medium for conveying moral messages around trust and betrayal. This research employs a qualitative method with textual analysis as the primary technique, examining the complete lyrical structure as the research object: three main verses and the "Doa Selamat" interlude. Data were collected through direct transcription of the lyrics, supported by documentation of digital interviews with band members and official publications, and analyzed through the three stages of Barthesian semiotics, supported by Marcel Danesi's theory of representation. At the denotative and connotative levels, the analysis remains descriptive, tracing how trust is built, then broken, then followed by consequence. At the mythical level, the findings show that the pattern of outward piety followed by betrayal closely mirrors the Islamic theological concept of nifaq (hypocrisy), while the "Doa Selamat" interlude is best understood through a cultural Islam lens. This study concludes that popular music genres built on religious narrative concepts can still carry representations of Islamic ethical values at the level of audience interpretation.

Abstrak. Penelitian ini mengkaji representasi nilai Islam dalam lirik lagu "Al-Khayin" karya The Joo's, sebuah grup musik dengan konsep Biblical Surfrock, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkat pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah penggunaan idiom dan unsur ritual keagamaan dalam sebuah genre musik yang justru dibangun di atas konsep naratif keagamaan lain, sebagai medium penyampaian pesan moral seputar kepercayaan dan pengkhianatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis teks sebagai teknik utama, dengan objek penelitian berupa struktur lirik lengkap: tiga bait utama dan interlude "Doa Selamat". Data dikumpulkan melalui transkripsi langsung atas lirik, didukung dokumentasi wawancara digital personel band dan publikasi resmi, kemudian dianalisis melalui tiga tahap semiotika Barthes, didukung teori representasi Marcel Danesi. Pada tingkat denotasi dan konotasi, analisis tetap bersifat deskriptif, menelusuri bagaimana kepercayaan dibangun, kemudian dikhianati, lalu diikuti konsekuensi. Pada tingkat mitos, hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kesalehan lahiriah yang diikuti pengkhianatan memiliki kesejajaran erat dengan konsep teologis nifaq (kemunafikan) dalam Islam, sementara interlude "Doa Selamat" paling tepat dipahami melalui lensa Islam kultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa genre musik yang dibangun di atas konsep naratif keagamaan lain tetap dapat memuat representasi nilai akhlak Islam pada tingkat pemaknaan khalayaknya.

References

A Satriani, A. P. F. (2022). Jurnalis muslim menghadapi pandemi Covid-19 : sebuah antologi. Simbiosa Rekatama Media.
Azra, Azyumardi. (2002). Islam nusantara, jaringan global dan lokal. Mizan : Didistribusikan oleh Mizan Media Utama.
Barthes, Roland. (2006). Mythologies. Recording for the Blind & Dyslexic.
Danesi, Marcel. (2004). Messages, signs, and meanings : a basic textbook in semiotics and communication. Canadian Scholars’ Press.
Dika, A. (2026). NILAI-NILAI ISLAM PADA LIRIK LAGU “33X” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES).
Ichwan, M. N. (2017). Metode dan corak tafsir al-Misbah karya Prof. M. Quraish Shihab.
Sahrul, M., Sahputra, R., Junaidi, A., Amelia, N. P., Junaidi, A., & Hermanto, E. (2026). Tafsir Kontekstual Ayat Nifaq Dan Implikasinya Terhadap Pembangunan Karakter Bangsa. Journal of Religion and Social Community| E-ISSN: 3064-0326, 2(4), 103–108.
Sihabuddin, S., Itasari, A. A., Herawati, D. M., & Aji, H. K. (2023). Komunikasi musik: Hubungan erat antara komunikasi dengan musik. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 12(1), 55–62.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahid, A. (1998). Tabayun Gus Dur: pribumisasi Islam, hak minoritas, reformasi kultur. LkiS.
Wiksana, W. A. (2022). Representasi Makna Komunikasi Keluarga pada Film Sejuta Sayang Untuknya. Bandung Conference Series: Communication Management, 2(2), 528–532.

Published

2026-08-01