Fikih Munakahat terhadap Ketahanan Keluarga Prajurit LDM di Kodam Siliwangi

Authors

  • Inez Febriani Hukum Keluarga Islam
  • Neneng Nurhasanah Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Ade Mahmud Fakultas Hukum, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsifl.v6i2.24920

Keywords:

Ketahanan Keluarga, Pernikahan Jarak Jauh, Fikih Munakahat, Prajurit TNI AD

Abstract

Abstract. Long Distance Marriage (LDM) is an unavoidable consequence for Indonesian Army (TNI AD) soldier couples due to duty and service assignment demands, giving rise to challenges in fulfilling spousal rights and obligations and in building a sakinah, mawaddah, wa rahmah family as taught in Islam. This study aims to analyze the patterns of family resilience among TNI AD soldier couples undergoing LDM at Kodam III/Siliwangi Bandung, and to explain the role of Islamic marriage jurisprudence (fiqh munakahat) in strengthening their household resilience. The study uses a qualitative approach with a case study method, employing in-depth interviews and observations of ten soldier couples. The findings show that family resilience is built through five adaptive strategy patterns: intensive digital-based communication, flexible division of roles between husband and wife, conflict and emotion management grounded in religious coping, strong trust and commitment, and social support from extended family and the Persit community. From the perspective of Islamic marriage jurisprudence, LDM is regarded as permissible (mubah) since it is based on a legitimate excuse (fardhu kifayah) of state duty, with both material and non-material spousal rights remaining obligatory, albeit fulfilled in modified forms. Values of qaulan ma'rufa, patience, and tawakal prove to be the spiritual foundation and practical guide for couples in facing the challenges of LDM to maintain household harmony.

Keywords: Family Resilience, Long Distance Marriage, Islamic Marriage Jurisprudence, TNI AD Soldiers.

Abstrak. Pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage/LDM) merupakan konsekuensi tak terelakkan bagi pasangan prajurit TNI AD akibat tuntutan tugas kedinasan, yang memunculkan tantangan dalam pemenuhan hak dan kewajiban suami istri serta upaya mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola ketahanan keluarga pasangan prajurit TNI AD yang menjalani LDM di Kodam III/Siliwangi Bandung, serta menjelaskan peran fikih munakahat dalam memperkuat ketahanan rumah tangga tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sepuluh pasangan prajurit. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan keluarga dibangun melalui lima pola strategi adaptif, yaitu komunikasi intensif berbasis teknologi digital, pembagian peran yang fleksibel antara suami dan istri, pengelolaan konflik dan emosi berbasis koping religius, kepercayaan dan komitmen yang kokoh, serta dukungan sosial dari keluarga besar dan komunitas Persit. Dari perspektif fikih munakahat, LDM dipandang sebagai kondisi mubah karena dilandasi uzur syar'i berupa tugas negara (fardhu kifayah), dengan hak nafkah lahir dan batin tetap wajib dipenuhi meski secara termodifikasi. Nilai-nilai qaulan ma'rufa, sabar, dan tawakal terbukti menjadi landasan spiritual sekaligus panduan praktis pasangan dalam menghadapi tantangan LDM demi mempertahankan keharmonisan rumah tangga.

Kata Kunci: Ketahanan Keluarga, Pernikahan Jarak Jauh, Fikih Munakahat, Prajurit TNI AD.

References

Adibah, I. Z. (2017). Pendekatan Sosiologis Dalam Studi Islam. INSPIRASI (Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam), 1(1), 1. https://doi.org/10.61689/inspirasi.v1i1.1
Afrianita, R. (2023). Ketahanan keluarga dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal, 5(1), 45–59.
Al-Bukhari, M. I. I. (2020). Shahih Bukhari. Darussalam.
Al-Ghazali, A. H. (2020). Ihya Ulumuddin. Dar Ibn Hazm.
Al-Qurtubi, I. R. (2021). Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid. Dar al-Hadits.
Al-Zuhaili, W. (2021). Tafsir al-Munir fi al-’Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj. Dar al-Fikr.
Andayani, S. A., & Kurniati, N. M. T. (2024). Keluarga dengan pernikahan jarak jauh. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 17(1), 46–60.
H., C. R. C. P. (2025). Studi fenomenologis manajemen konflik pada istri pelaut TNI AL yang menjalani hubungan pernikahan jarak jauh (Long Distance Marriage) (Vol. 6, Issue 6). https://www.city.kawasaki.jp/500/page/0000174493.html
Hidayat, R. E. (2022). Konsep nafkah dalam perspektif hukum Islam. E-Journal.
Huda, S. (2023). Rekonstruksi konsep ketahanan keluarga dalam perspektif maqāṣid al-syarī’ah. Al-Manāhij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 17(2), 201–218.
Ibn Qudamah, A. M. (2021). Al-Mughni. Dar ’Alam al-Kutub.
Kholil, A. (2022). Konsep sabar dalam Al-Qur’an dan implikasinya terhadap kesehatan mental. Jurnal Psikologi Islam, 9(1), 67–89.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publication.
Muslim, I. H. (2020). Shahih Muslim. Darussalam.
Nasution, K. (2020). Kepemimpinan suami dalam keluarga: Telaah terhadap konsep qawwamah dalam QS. An-Nisa ayat 34. 12(1), 34–56. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(1), 34–56.
Ni’ami, M. F. (2022). Tafsir kontekstual tujuan pernikahan dalam Surat Ar-Rūm ayat 21. Nizham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 9(1), 13–28.
Putra, B. N., & Afdal, A. (2020). Marital Satisfaction: An Analysis of Long Distance Marriage Couples. International Journal of Research in Counseling and Education, 4(1), 64. https://doi.org/10.24036/00287za0002
Rahman, F. (2022). Khadijah binti Khuwailid: Model kepemimpinan perempuan dalam Islam. Journal of Islamic Studies and Humanities, 7(2), 156–174.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. In Data Kualitatif (Vol. 5, Issue 1). Alfabera Bandung.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Supatmi, I., & Masykur, A. M. (2018). “Ketika Berjauhan Adalah Sebuah Pilihan” Studi Fenomenologi Pengalaman Istri Yang Berkerja Menjalani Pernikahan Jarak Jauh (Long Distance Marriage). Jurnal EMPATI, 7(1), 288–294. https://doi.org/10.14710/empati.2023.37772
Ulum, W. (2025). Aspek normatif dan sosiologis dalam ilmu hukum. Universitas STEKOM.
Umar, N. (2021). Komunikasi keluarga dalam perspektif Al-Qur’an: Analisis terhadap konsep qaulan ma’rufa. Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 15(2), 145–168.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pub. L. No. 1 (1974).
Witono. (2020). Partisipasi masyarakat dalam ketahanan keluarga pada masa pandemi covid-19. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 4(3), 396–406.

Published

2026-08-02