Faktor-Faktor Terjadinya Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Ngamprah Kabupaten Bandung Barat

Authors

  • Muhammad Gibran Sobarudin Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Amrullah Hayatudin Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Yandi Maryandi Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsifl.v6i1.21678

Keywords:

Dispensasi Nikah, Kehamilan di Luar Nikah, Pengadilan Agama, Bandung Barat

Abstract

AbstractThe phenomenon of marriage dispensation in the Religious Court of Ngamprah, West Bandung Regency, has increased through 2024. Most applications were submitted by parents/guardians of minors under the Marriage Law No. 1/1974 and its amendment No. 16/2019. This study aims to identify the social, economic, cultural, and educational factors behind marriage dispensation requests and analyze the judges' considerations in decision-making. The research uses a qualitative case study method with documentation and interview techniques. Findings indicate that premarital pregnancy, religious pressure to avoid adultery, economic hardship, low education, and cultural norms are dominant factors. Judges consider psychological maturity, physical readiness, and child welfare. The study underscores the importance of cross-sector collaboration to prevent child marriage.  

Abstrak. Fenomena dispensasi nikah di Pengadilan Agama Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengalami peningkatan hingga tahun 2024. Mayoritas permohonan diajukan oleh orang tua/wali anak yang belum cukup umur menurut UU Nomor 1 Tahun 1974 jo. UU Nomor 16 Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan yang melatarbelakangi dispensasi nikah, serta pertimbangan hakim dalam memutus perkara. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan teknik dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan di luar nikah, dorongan agama (menghindari zina), ekonomi lemah, pendidikan rendah, dan tekanan budaya lokal menjadi faktor dominan. Hakim mempertimbangkan aspek psikologis, kematangan fisik, dan kemaslahatan anak dalam mengambil keputusan. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi multisektor dalam mencegah perkawinan usia anak. 

References

Ali, M. (2020). Dispensasi nikah dan perubahan sosial. Deepublish.

Annisa Rahmi Kurniadi, Iwan Permana, & Zia Firdaus Nuzula. (2025). Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Pelaksanaan Sewa Menyewa dalam Jasa Layanan Rental Mobil Box di D-Trans Logistics Bandung. Imsak : Islamic Studies and Economics, 2(1), 7–12.

Firdaus, M.F., & Lubis, S. (2022). Dispensasi Perkawinan bagi Calon Istri yang Hamil di Luar Nikah di Bawah Usia 19 Tahun. Pusat Studi Pendidikan Rakyat.

Gan Gan Panca Nurghani Hidayat, & Eva fauziah. (2025). Analisis Faktor Penyebab Tingginya Dispensasi Nikah PA Sumedang Menurut UU Perkawinan. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 31–38. https://doi.org/10.29313/jrhki.v5i1.6474

Luthfi, M. (2022). Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap UU No. 16 Tahun 2019. Journal of Law (J-Law), 1(1).

Marliansyah, R. (2019). Analisis meningkatnya permohonan dispensasi nikah di PA Purbalingga. UIN Walisongo.

Maimunah. (2020). Dispensasi Nikah Anak Perempuan dalam Konteks Agama dan Negara.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook

(3rd ed.). Sage.

Nisa', F., Najib, A., & Hofi, M.A. (2022). Analisis sosiologis terhadap tingginya perceraian akibat pemberian Dispensasi Nikah. Hukmy: Jurnal Hukum, 2(2).

Purwanti, S., Encep Abdul Rojak, & Satria Hamdani, F. F. R. (2025). Analisis Penurunan Perkara Dispensasi Kawin yang Dikabulkan di Pengadilan Agama Cirebon. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 121–128. https://doi.org/10.29313/jrhki.v5i2.8291

PERMA No. 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Permohonan dan Pemeriksaan Dispensasi Kawin.

Syakhsia: Jurnal Hukum Perdata Islam, 21(2).

Shifyah, F. (2010). Fenomena dispensasi perkawinan di bawah umur di PA Blitar. Universitas Negeri Malang.

Soekanto, S. (1988). Pendekatan sosiologi terhadap hukum. PT Bina Aksara.

Wulandari, E. (2022). Peningkatan perkara dispensasi kawin di Kabupaten Bandung Barat. UIN Bandung.

Yunita, M. (2021). Faktor Penyebab Pernikahan Dini. Jurnal Hukum Keluarga, 6(1).

Downloads

Published

2026-02-04