Analisis pengelolaan aset tanah Wakaf terhadap kinerja Nazhir menurut hukum Islam dan UU Wakaf
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsifl.v5i1.18147Keywords:
Kinerja Nazhir, Hukum Islam, UU WakafAbstract
Abstract. As a form of worship to get closer to Allah SWT related to property, waqf is very beneficial. There are waqf land assets located in Centeng Village, Cihanjuang Village, Parongpong District, West Bandung Regency, which in its management is carried out by nazhir which is not in accordance with its obligations. So that nazhir as a manager of waqf assets has a role in the management of waqf assets. With that, the performance of the nazhir in managing waqf assets will determine the quality and quantity of the utilization of waqf assets. This study uses a normative juridical approach with a type of qualitative research, data collected by means of interviews and literature studies. Based on the results of the research, the performance of the nazhir towards its duties and obligations is not fulfilled due to the lack of knowledge about the duties of a nazhir, the lack of knowledge about the importance of waqf recording, and the lack of socialization by PPAIW or the government to the community. In Islamic law, the management carried out by the nazhir in Centeng Village, Cihanjuang Village, Parongpong District, West Bandung Regency is not in accordance with Islamic law where the nazhir does not carry out his responsibilities to carry out his duties properly by managing waqf land assets such as not doing records. Then in the Waqf Law, the management carried out by nazhir in Centeng Village, Cihanjuang Village, Parongpong District, West Bandung Regency is not in accordance with what is stated in Law Article 11 No.41 of 2004 concerning waqf.
Abstrak. Indonesia adalah negara yang berlandaskan hukum, diberbagai bidang terutama dalam Sebagai salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang berkaitan dengan harta benda menjadikan wakaf sangat besar manfaatnya. Ada aset tanah wakaf yang terdapat di Kampung Centeng Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung barat yang mana dalam pengelolaannya yang dilakukan oleh nazhir yang tidak sesuai dengan kewajibannya. Sehingga nazhir sebagai pengelola aset wakaf memiliki peran dalam pengelolaan aset wakaf. Dengan itu kinerja nazhir dalam mengelola aset wakaf akan menentukan kualitas dan kuantitas pemanfaatan aset wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan jenis penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan dengan cara wawancara dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja nazhir terhadap tugas dan kewajibannya tidak terpenuhi karena kurangnya pengetahuan akan tugas seorang nazhir, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pencatatan wakaf, dan kurangnya sosialisasi oleh PPAIW ataupun pemerintah kepada masyarakat. Dalam hukum Islam pengelolaan yang dilakukan nazhir di Kampung Centeng Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung barat tidak sesuai dengan hukum Islam dimana nazhir tidak melakukan tanggung jawab untuk menjalankan tugasnya dengan baik dengan cara mengelola aset tanah wakaf seperti tidak melakukan pencatatan . Kemudian dalam UU Wakaf, pengelolaan yang dilakukan nazhir di Kampung Centeng Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung barat tidak sesuai dengan apa yang di sebutkan dalam UU Pasal 11 No.41 Tahun 2004 tentang wakaf.
References
Amrullah, H. A. S., Sulistiani, S. L., & Mujahid, I. (2024). Analisis sertifikasi wakaf Masjid Al-Ihsaan di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut menurut Undang-Undang Wakaf No. 42/2004. Bandung Conference Series: Islamic Family Law, 4(2), 201–206. https://doi.org/10.29313/bcsifl.v4i2.15464
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Direktorat Pemberdayaan Wakaf. (2013). Jakarta: Kemenag RI.
Fahrul Roji, M. O., Yunus, M., & Mujahid, I. (2024). Peran KUA Kecamatan Pameungpeuk dalam sertifikasi wakaf tanah dikaitkan dengan teori mashlahah. Bandung Conference Series: Islamic Family Law, 4(2), 117–123. https://doi.org/10.29313/bcsifl.v4i2.13779
Hayatudin, A. (2019). Ushul fiqh jalan tengah memahami hukum Islam. AMZAH.
Ibrahim, D. (2019). Al-Qowaid Al-Fiqhiya (Kaidah-kaidah fiqih). AMANAH.
Maulana, M. W., Sulistiani, S. L., & Rojak, E. A. (2023). Tinjauan hukum Islam dan UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf terhadap pencatatan tanah wakaf produktif di Ponpes Hikmatus Sunnah Kota Palu Timur. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam.
Mujahidin, A. (2021). Hukum wakaf di Indonesia dan proses penanganan sengketanya. KENCANA.
Naja, D. (2022). Nazhir wakaf kompeten dan amanah. Uwais Inspirasi Indonesia.
Ningsih, A. S., & Yunus, M. (2024). Analisis hukum Islam dan UU Wakaf terhadap aset wakaf tidak tercatat. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 4(2), 113–120. https://doi.org/10.29313/jrhki.v4i2.5212
Permana, Y., & Rukmana, M. R. (2021). Wakaf tinjauan fiqh dan implementasinya di Indonesia. Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah.
Romadhoni, F. A., & Rojak, E. A. (2024). Faktor penyebab kasus cerai gugat di Pengadilan Agama Bekasi Kelas 1 A. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 4(2), 89–96. https://doi.org/10.29313/jrhki.v4i2.5189
Rosidah, A. R., & Irwansyah, S. (2023). Analisis Undang-Undang tentang wakaf terkait penyelesaian sengketa tanah wakaf sawah. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam.
Sulistiani, S. L. (2017). Pembaruan hukum wakaf di Indonesia. PT Refika Aditama.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Tentang wakaf.
Yunianto, A., Sulistiani, S. L., & Hidayat, A. R. (2024). Analisis Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 dan hukum Islam tentang wakaf terhadap tugas nazhir pada aset wakaf Masjid Al-Huda Kabupaten Sumedang. Bandung Conference Series: Islamic Family Law, 4(2), 95–100. https://doi.org/10.29313/bcsifl.v3i1.13541