Bandung Conference Series: Islamic Education https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd <p><strong>Bandung Conference Series: Islamic Education </strong>merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Ilmu Pendidikan Islam yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional UNISBA yang diselenggarakan tahunan oleh UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung. <strong><a title="BCSIE" href="https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIE/" target="_blank" rel="noopener">BCSIED</a> </strong>ini dipublikasikan pertama tahun 2021 dengan eISSN <a title="ISSN BCSIE" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220214241536054" target="_blank" rel="noopener">2828-2515</a> yang diterbitkan oleh <a title="UPT Publikasi" href="https://portal-publikasi.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">UPT Publikasi Ilmiah</a>,&nbsp;<a title="unisba" href="https://www.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Bandung</a>. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-<em>indeks</em>&nbsp;di&nbsp;<a title="GS" href="https://scholar.google.com/citations?user=0Q4401UAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>,&nbsp;<a title="Id Garuda" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27868" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>,&nbsp;<a title="doi" href="https://search.crossref.org/?q=unisba&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, dan&nbsp;<a title="DOAJ" href="https://doaj.org/search/journals?ref=quick-search&amp;source=%7B%22query%22%3A%7B%22filtered%22%3A%7B%22filter%22%3A%7B%22bool%22%3A%7B%22must%22%3A%5B%7B%22terms%22%3A%7B%22bibjson.publisher.name.exact%22%3A%5B%22Universitas%20Islam%20Bandung%22%5D%7D%7D%5D%7D%7D%2C%22query%22%3A%7B%22query_string%22%3A%7B%22query%22%3A%22universitas%20islam%20bandung%22%2C%22default_operator%22%3A%22AND%22%2C%22default_field%22%3A%22bibjson.publisher.name%22%7D%7D%7D%7D%7D" target="_blank" rel="noopener">DOAJ</a>. &nbsp;Terbit setiap <strong>Maret</strong> dan <strong>September.</strong></p> UNISBA Press en-US Bandung Conference Series: Islamic Education 2828-2515 Analisis Program Pengabdian Santri (PPS) Sebagai Pengembangan Soft Skills Santri https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/16980 <p><strong>Abstract.</strong> <em>The phenomenon of weak soft skills among the younger generation is a serious concern in this modern era. Soft skills, such as communication, leadership, and empathy, are needed to face the challenges of life. Baiturrahman Ciparay Islamic Boarding School implements the Santri Service Program (PPS) to support the development of soft skills of grade 12 students. This study aims to analyze the policy, preparation, and content of PPS in developing soft skills. The research used a qualitative approach with descriptive methods. The results showed that PPS is designed to form santri who have good morals and good interpersonal skills. The program involves Islamic values-based policies, thorough preparation through intensive training, and structured service activities. PPS has a positive impact in improving the leadership, empathy, and independence of santri, so that they become agents of change that are beneficial to society.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong><strong>.</strong> Fenomena lemahnya <em>soft skills</em> di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius di era modern ini. <em>Soft skills</em>, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan empati, sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan. Pondok Pesantren Baiturrahman Ciparay menerapkan Program Pengabdian Santri (PPS) untuk mendukung pengembangan <em>soft skills</em> santri kelas 12. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan, persiapan, dan isi PPS dalam pengembangan <em>soft skills</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPS dirancang untuk membentuk santri yang berakhlakul karimah dan memiliki keterampilan interpersonal yang baik. Program ini melibatkan kebijakan berbasis nilai-nilai Islam, persiapan matang melalui pelatihan intensif, dan kegiatan pengabdian yang terstruktur. PPS memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepemimpinan, empati, dan kemandirian santri, sehingga menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> Zahra Ghaida Naziah 10030121040 Helmi Aziz Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 1 8 10.29313/bcsied.v5i1.16980 Peran Pengurus Organisasi Kedisiplinan Dalam Membentuk Karakter Disiplin Santriwan Di Pondok Pesantren Modern Al-Muawanah Cidawolong Majalaya https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17179 <p><strong>Abstract.</strong> Discipline is an important element in Islamic boarding school education to shape the character of students who are responsible, independent, and have good morals. Al-Muawanah Modern Islamic Boarding School Cidawolong Majalaya builds discipline in students through the active role of organizational administrators. These efforts include implementing rules, strict supervision, providing motivation, and being an example in order to accustom students to living an orderly life. The discipline applied aims to improve students' ability to manage time, maintain responsibility, and build consistent and resilient character. This study aims to analyze the role of organizational administrators in shaping the disciplined character of students. The method used is qualitative descriptive with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the formation of disciplined character is carried out through a structured daily schedule, habituation of worship, giving practical responsibilities, and implementing special programs such as character building and scouting activities. Inhibiting factors for the implementation of discipline come from internal factors, such as laziness, boredom, and homesickness, as well as external factors, such as lack of support from certain instructors and the influence of the external environment, including technology. To overcome these obstacles, Islamic boarding schools apply a personal approach, involve students in collective discussions to find joint solutions, and provide creative activities to reduce boredom and increase their involvement. The conclusion of the study confirms that the role of administrators is very significant in shaping the disciplined character of students through a systematic approach, providing motivation, educational sanctions, awards, and role models. The results of this study are expected to be a reference for managing character education in other Islamic boarding schools.</p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>Discipline, Student Character, Role of Administrators, Character Education</em>.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kedisiplinan merupakan elemen penting dalam pendidikan pesantren untuk membentuk karakter santri yang bertanggung jawab, mandiri, dan berakhlak mulia. Pondok Pesantren Modern Al-Muawanah Cidawolong Majalaya membangun kedisiplinan santri melalui peran aktif pengurus organisasi. Upaya ini meliputi penerapan aturan, pengawasan ketat, pemberian motivasi, serta keteladanan guna membiasakan santri menjalani kehidupan yang teratur. Kedisiplinan yang diterapkan bertujuan meningkatkan kemampuan santri dalam mengatur waktu, menjaga tanggung jawab, serta membangun karakter yang konsisten dan tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus organisasi dalam membentuk karakter disiplin santriwan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dilakukan melalui jadwal harian yang terstruktur, pembiasaan ibadah, pemberian tanggung jawab praktis, serta pelaksanaan program khusus seperti pembinaan karakter dan kegiatan pramuka. Faktor penghambat pelaksanaan kedisiplinan berasal dari internal, seperti rasa malas, kejenuhan, dan rindu rumah, serta faktor eksternal, seperti kurangnya dukungan pembina tertentu dan pengaruh lingkungan luar, termasuk teknologi. Untuk mengatasi hambatan tersebut, pesantren menerapkan pendekatan personal, melibatkan santri dalam diskusi kolektif untuk mencari solusi bersama, serta memberikan aktivitas kreatif guna mengurangi kejenuhan dan meningkatkan keterlibatan mereka. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa peran pengurus sangat signifikan dalam membentuk karakter disiplin santriwan melalui pendekatan sistematis, pemberian motivasi, sanksi edukatif, penghargaan, dan keteladanan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk pengelolaan pendidikan karakter di pesantren lainnya.</p> <p>Kata Kunci: <em>Kedisiplinan, Karakter Santri, Peran Pengurus, Pendidikan Karakter</em><em>.</em></p> Abdan Syakura 10030120138 Dewi Mulyani Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 9 16 10.29313/bcsied.v5i1.17179 Implementasi Kegiatan Ihtifal dalam Membentuk Al-Akhlaqul Karimah Santri: Studi Deskriptif di Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu, Kabupaten Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17236 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kemerosotan moral dan penyimpangan nilai-nilai etika, yang berawal dari kurangnya penerapan akhlak berlandaskan nilai-nilai agama dalam kehidupan seseorang. Dalam konteks ini, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang implementasi kegiatan ihtifal dalam membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hasilnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan di Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis untuk mengetahui berbagai tahapan kegiatan ihtifal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ihtifal efektif dalam membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri melalui serangkaian kegiatan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk melatih kedisiplinan, pembacaan bai’at yang mengandung nilai-nilai Islam, latihan dakwah sebagai persiapan santri menjadi penerus dakwah, serta tausiyah dari asatidz yang menguatkan pengamalan akhlak mulia. Sebagai hasilnya, santri Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu menunjukkan peningkatan dalam berbagai aspek, seperti lebih rajin membaca Al-Qur'an di luar jam pelajaran, sopan santun kepada guru baik di dalam maupun di luar pesantren, lebih menghargai teman, dan peduli terhadap lingkungan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ihtifal, Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu berhasil membentuk Al-Akhlaqul Karimah santri.</p> <p>This research is motivated by the rampant moral decline and deviation of ethical values, which originates from the lack of application of morals based on religious values in one's life. In this context, Islamic boarding schools as Islamic educational institutions have an important role in shaping the morals of students. This study aims to explore more deeply the implementation of ihtifal activities in shaping the morals of students, which includes planning, implementation, evaluation, and results. This research used a qualitative approach with a descriptive method conducted at the Islamic Unity Pesantren 45 Rahayu. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and documentation studies, which were then analyzed to determine the various stages of ihtifal activities. The results showed that ihtifal activities were effective in shaping the morals of students through a series of activities such as the Marching Regulations (PBB) to train discipline, recitation of bai’at which contains Islamic values, da'wah training as a preparation for students to become successors of da'wah, and tausiyah from asatidz which strengthens the practice of noble morals. As a result, the students of Pesantren Persatuan Islam 45 Rahayu showed an improvement in various aspects, such as being more diligent in reading the Qur'an outside of class hours, being polite to teachers both inside and outside the pesantren, having more respect for friends, and caring for the community environment. Thus, it can be concluded that through ihtifal activities, the Islamic Unity Boarding School 45 Rahayu succeeded in shaping the morals of the students.</p> Sri Puspa Aeni 10030120048 Sri Puspa Aeni Sri Puspa Aeni Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 17 24 10.29313/bcsied.v5i1.17236 Peran Orangtua Dalam Pembinaan Shalat Pada Anak Usia Remaja Awal https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17372 <p><strong>Abstrak.</strong> Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan pendidikan pertama bagi seorang anak. Keluarga merupakan&nbsp; lembaga pendidikan pertama dan yang utama bagi seorang anak. Oleh karena itu, orangtua bertanggungjawab untuk memberikan pendidikan&nbsp; kepada anaknya, terutama dalam hal beribadah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyampaian ilmu, tindakan yang dilakukan orangtua dalam&nbsp; mendisiplinkan anak shalat, dan untuk mengetahui disiplin shalat anak remaja awal di lingkungan Komplek Pemda RW 14 Padasuka Kota Cimahi. Adapun subyek yang diteliti adalah orangtua yang memiliki anak remaja awal usia 12-15 tahun dan anak remaja awal usia 12-15 tahun yang berjumlah 48 KK dengan mengggukan metode kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan&nbsp; teknik pengumpulan data kuesioner atau angket dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dan analisa data yang penulis lakukan dengan cara mentabulasi data jawaban kedalam bentuk tabel dan dinyatakan dalam bentuk prosentase kemudian penulis mendeskripsikan hasil angket tersebut. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagain besar orangtua cukup berperan dalam pelaksanaan shalat anak dengan cara memberikan pengetahuan mengenai shalat, mengajarkan syarat dan sah shalat dan mengajarkan bacaan shalat. Tindakan yang orangtua lakukan adalah memberikan keteladanan, nasihat, pengawasan, perhatian, pembiasaan, motivasi dan hukuman kepada anak remaja awal.&nbsp; Dan sebagian besar anak remaja awal melaksanakan ibadah shalat lima waktu setiap harinya</p> <p>Kata Kunci: <em>Peran Orangtua, Ibadah shalat, Remaja Awal</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract.</strong> Family education is the first form of education a child receives. The family serves as the primary and most essential educational institution for a child. Therefore, parents are responsible for providing education, especially regarding religious practices. This study aims to understand how religious knowledge is conveyed, the actions parents take to discipline their children in performing prayer, and the level of prayer discipline among early adolescents in the Komplek Pemda RW 14 Padasuka, Cimahi City. The research subjects consisted of parents with early adolescent children aged 12-15 years and early adolescents aged 12-15 years, totaling 48 households. This study employed a descriptive quantitative method, using questionnaires and documentation as data collection techniques. Data processing and analysis were conducted by tabulating responses into tables, presenting them in percentage form, and describing the findings. The results of the study indicate that most parents play a significant role in their children's prayer discipline by providing knowledge about prayer, teaching the prerequisites and validity of prayer, and instructing them on prayer recitations. Parental actions include setting an example, giving advice, supervision, attention, habituation, motivation, and discipline. Furthermore, most early adolescents perform the five daily prayers regularly.</p> <p>Keywords: <strong><em>Parental Role, Prayer Worship, Early Adolescents</em></strong></p> La Syafa Zivnima Nevry 10030120090 Erhamwilda Enoh Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 25 34 10.29313/bcsied.v5i1.17372 Implementasi Penggunaan Google Classroom Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smk Prakarya Internasional Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17499 <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Nama &nbsp; : Salsabilla Aulia Dwi Purnama &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; NPM &nbsp; : 10030120062</p> <p>Judul &nbsp; : Implementasi Penggunaan <em>Google Classroom </em>Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMK Prakarya Internasional Bandung</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan <em>Google Classroom </em>sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Prakarya Internasional Bandung. Media pembelajaran berbabis teknologi ini digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Google Classroom </em>memberikan berbagai kemudahan dalam menyampaikan materi, mengelola tugas, serta berkomunikasi antara guru dan siswa. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan akses internet dan kurangnya literasi digital masih menjadi hambatan yang signifikan.</p> <p>Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa implementasi <em>Google Classroom </em>dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Prakarya Internasional Bandung cukup efektif dalam mendukung proses pembelajaran, meskipun memerlukan penyesuaikan dan dukungan tambahan untuk mengoptimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut dalam hal penyediaan infrastruktur teknologi dan pelatihan bagi guru dan siswa untuk memaksimalkan potensi pembelajaran berbasis digital.</p> <p><strong>Kata Kunci; </strong><em>Google Classroom</em>, Pendidikan Agama Islam, pembelajaran digital, teknologi pendidikan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Name : Salsabilla Aulia Dwi Purnama &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; NPM : 10030120062</p> <p>Title : Implementation of the Use&nbsp;<em>of Google Classroom&nbsp;</em>in Islamic Religious Education Learning at SMK Prakarya Internasional Bandung</p> <p>This study aims to analyze the implementation of&nbsp;<em>the use of Google Classroom&nbsp;</em>as a learning medium for Islamic Religious Education (PAI) at SMK Prakarya Internasional Bandung.&nbsp;This technology-based learning media is used to increase the effectiveness and efficiency of the teaching and learning process, especially in facing the challenges of the digital era.&nbsp;This study uses a qualitative approach with a descriptive method, where data is obtained through observation, interviews, and documentation.</p> <p>The results of the study show that&nbsp;<em>Google Classroom&nbsp;</em>provides various conveniences in delivering materials, managing assignments, and communicating between teachers and students.&nbsp;However, several obstacles such as limited internet access and lack of digital literacy are still significant obstacles.</p> <p>The conclusion of this study states that the implementation of&nbsp;<em>Google Classroom&nbsp;</em>in Islamic Religious Education learning at SMK Prakarya Internasional Bandung is quite effective in supporting the learning process, although it requires additional adjustments and support to optimize its utilization.&nbsp;This study recommends further development in terms of providing technology infrastructure and training for teachers and students to maximize the potential of digital-based learning.</p> <p><strong>Keywords;&nbsp;</strong><em>Google Classroom</em>, Islamic Religious Education, digital learning, educational technology.</p> <p>&nbsp;</p> Salsabilla Aulia Dwi Purnama 10030120062 Dewi Mulyani A. Mujahid Rasyid Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 35 44 10.29313/bcsied.v5i1.17499 Pengelolaan Pembelajaran Hafalan Hadits Pada Santri Kelas 8 Mts Persis 1-2 Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17500 <p><strong><em>Abstract.</em></strong> <em>The management of learning applied by the teacher had a significant impact in helping students who experienced difficulties in memorizing. Many students faced difficulties and were lacking in memorizing hadiths. The aim of this study was to identify the methods employed by the teacher in teaching hadith memorization. for 8th grade students at MTs Persis 1-2 Bandung. The research aimed to identify the methods used by the teacher to improve hadith memorization, specifically two methods: the Tikrar and Tadarus methods. It also aimed to identify the supporting and hindering factors in enhancing students' memorization with these two methods. The type of research conducted was qualitative using a descriptive method. The data collection techniques used in this research were observation, documentation, and interviews. The stages of data analysis involved data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study revealed an effective impact on students' memorization learning using the Tadarus and Tikrar methods. The supporting factors included students' enthusiasm for learning and the motivation provided by the teacher. The hindering factor was the students' lack of memorization ability, which was influenced by the uncontrolled use of mobile phones.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pengelolaan pembelajaran yang diterapkan oleh guru sangat berpengaruh untuk untuk membantu santri yang mengalami kesulitan dalam menghafal. Banyak santri yang kesulitaan dan kurang dalam menghafal hadits. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui metode yang digunakan guru dalam pembelajaran hafalan hadis pada santri kelas 8 MTs Persis 1-2 Bandung. Untuk mengetahui metode yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan hafalan hadits dengan dua metode, yaitu metode Tikrar dan Tadarus. Serta untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan hafalan santri dengan dua metode tersebut. Jenis penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara. Tahapan analisis data mencakup, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan afektif, dalam upaya menghafal saat pembelajaran santri, digunakan metode Tadarus juga Tikrar.Faktor pendukungnya yaitu semangat belajar santri dan motivasi yang diberikan oleh guru. Faktor penghambatnya kurangnya kemampuan menghafal siswa yaitu penggunaan handphone yang tidak terkendali.</p> <p>&nbsp;</p> Astri Nur Hikmah 10030119079 Dedih Surana Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 45 52 10.29313/bcsied.v5i1.17500 Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Kelas VIII Di SMPN 1 Cikarang Pusat https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17515 <p><strong>Abstract.</strong> This study discusses the effectiveness of the application of the Number Heads Together (NHT) type cooperative learning model to improve student learning outcomes in PAI class VIII subjects at SMPN 1 Central Cikarang. Education is the main pillar of nation building. However, student learning outcomes at SMPN 1 Cikarang Pusat in PAI class VIII are only 25% of students who have scores that meet the Minimum Completion Criteria (KKM). Based on this phenomenon, this study aims to determine the objective condition of student learning outcomes before the application of the Number Heads Together (NHT) type cooperative learning model, apply the model to improve student learning outcomes, and evaluate its effectiveness in PAI class VIII at SMPN 1 Cikarang Pusat. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research method of Non-Equivalent design. The population of this study were all grade VIII students at SMPN 1 Cikarang Pusat and the samples were taken using simple random sampling technique. Data were collected through tests and analyzed using inferential statistical analysis with analysis requirements using normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. The results of this study indicate that there is effectiveness in the application of the NHT type cooperative learning model to improve student learning outcomes in PAI class VIII at SMPN 1 Cikarang Pusat.&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini membahas mengenai efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Number Heads Together</em> (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas VIII di SMPN 1 Cikarang Pusat. Pendidikan merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Namun, hasil belajar siswa di SMPN 1 Cikarang Pusat pada mata pelajaran PAI kelas VIII hanya 25% siswa yang memiliki nilai memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi objektif hasil belajar siswa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Number Heads Together</em> (NHT), menerapkan model tersebut untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta mengevaluasi efektivitasnya pada mata pelajaran PAI kelas VIII di SMPN 1 Cikarang Pusat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimen desain Non-Equivalent. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII di SMPN 1 Cikarang Pusat dan sampel yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial dengan uji syarat analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas VIII di SMPN 1 Cikarang Pusat. &nbsp;</p> Rindi Nurhasanah 10030119088 Asep Dudi Suhardini Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 53 62 10.29313/bcsied.v5i1.17515 Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Dimensi Gotong Royong di Kelas X SMA Muhammadiyah 4 Kab. Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17538 <p class="PROSIDING-ABSTRAK"><strong><span lang="IN">Abstract.</span></strong><span lang="IN"> This study aims to describe the implementation of the Pancasila student profile in the gotong royong dimension at SMA Muhammadiyah 4 Bandung Regency. The research subjects in this study were principals, teachers, and students. The research method used in this research is qualitative with a descriptive approach. The results of this study indicate that in learning P5 in the dimension of mutual cooperation in class X SMA Muhammadiyah 4 Bandung Regency, it is carried out in a structured manner through several stages such as 1) Planning begins with the formation of a facilitator team, identifying school readiness, determining themes, dimensions, and time allocations, and designing modules that integrate the values of the gotong royong dimension. 2) Implementation, the three elements of the gotong royong dimension, namely collaboration, caring, and sharing, are realized through collaborative learning integrated in several series of project activities in the introduction, contextualization, real action, and reflection stages. 3) Evaluation, which is carried out using assessment and reporting of project results aimed at seeing the development of the dimensions of mutual cooperation in students, then evaluation is also used as material for reflection and follow-up plans. One of the supporting factors is adequate facilities, and one of the inhibiting factors is the ineffective module creation.</span></p> <p class="PROSIDING-ABSTRAK"><strong><span lang="EN-US">Abstrak.</span></strong><span lang="EN-US"> Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi profil pelajar Pancasila pada dimensi gotong royong di SMA Muhammadiyah 4 Kab. Bandung. Subjek penelitian pada penelitian ini ialah kepala sekolah, guru, serta siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya dalam pembelajaran P5 pada dimensi gotong royong di kelas X SMA Muhammadiyah Kab. Bandung, dilakukan secara terstruktur melalui beberapa tahapan seperti 1) Perencanaan yang dimulai dengan pembentukan tim fasilitator, identifikasi kesiapan sekolah, penetapan tema, dimensi, dan alokasi waktu, serta merancang modul yang mengintegritaskan nilai-nilai dimensi gotong royong. 2) Pelaksanaan, pada ketiga elemen dimensi gotong royong yaitu kolaborasi, kepedulian, dan berbagi diwujudkan melalui pembelajaran kolaboratif yang terintegrasi dalam beberapa rangkaian aktivitas projek baik dalam tahap pengenalan, kontekstualisasi, aksi nyata, hingga refleksi. 3) Evaluasi, yang dilakukan menggunakan asesmen serta pelaporan hasil projek yang bertujuan melihat perkembangan dimensi gotong royong pada siswa, kemudian evaluasi juga dijadikan bahan refleksi dan rencana tindak lanjut. Salah satu faktor pendukungnya fasilitas yang memadai, dan salah satu faktor penghambatnya pembuatan modul yang tidak efektif. </span></p> <p>&nbsp;</p> Alghina 10030119091 Ayi Sobarna Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-01-31 2025-01-31 5 1 63 70 10.29313/bcsied.v5i1.17538 Nilai-Nilai Pendidikan Q.S. Al-Hasyr Ayat 18 tentang Pengaturan Diri (Self Regulation) https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17626 <p><em>Abstract. The rise of despicable behavior such as cases of violence that occur reflects the low self-regulation in humans today. The despicable actions taken seem to illustrate that they do not think before they act. In fact, Q.S. Al-Hasyr verse 18 has clearly conveyed that humans must think about tomorrow and prepare provisions. This study aims to determine the content of Q.S. Al-Hasyr verse 18 according to the perspectives of the mufassirs, explain the essence of Al-Hasyr verse 18, know the opinions of experts about self-regulation, and know the educational values contained in Q.S. Al-Hasyr verse 18 about self-regulation. This type of research is library research, tahlili method with a qualitative approach, in which researchers examine tafsir translation books and books relevant to the research problem. The results showed that the essence of Q.S. Al-Hasyr verse 18 is that humans must have a plan in life (ittaqullah), think of provisions for the hereafter (waltandzur nafs), and always evaluate themselves (maa qaddamat lighaad). Then the educational values contained in Q.S. Al-Hasyr verse 18 are the value of piety, muhasabah, and commitment to the ultimate goal (afterlife).</em></p> <p>Abstrak. Maraknya perilaku tercela seperti kasus kekerasan yang terjadi mencerminkan rendahnya regulasi diri pada manusia saat ini. Tindakan-tindakan tercela yang dilakukan seakan menggambarkan bahwa mereka tidak berpikir sebelum bertindak. Padahal, Q.S. Al-Hasyr ayat 18 telah menyampaikan dengan jelas bahwa manusia harus memikirkan hari esok dan mempersiapkan bekal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Q.S. Al-Hasyr ayat 18 menurut perspektif para mufassir, menjelaskan esensi Q.S. Al-Hasyr ayat 18, mengetahui pendapat para ahli tentang regulasi diri, dan mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-Hasyr ayat 18 tentang regulasi diri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), metode tahlili dengan pendekatan kualitatif, di mana peneliti menelaah kitab-kitab terjemahan tafsir dan buku-buku yang relevan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi dari Q.S. Al-Hasyr ayat 18 adalah manusia harus memiliki rencana dalam hidup (ittaqullah), memikirkan bekal untuk akhirat (waltandzur nafs), dan selalu mengevaluasi diri (maa qaddamat lighaad). Kemudian nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-Hasyr ayat 18 adalah nilai ketakwaan, muhasabah, dan komitmen terhadap tujuan akhir (akhirat).</p> Agung Nugroho 10030118142 Erhamwilda Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 71 78 10.29313/bcsied.v5i1.17626 Studi Tematik Paradigma Pendidikan Islam Berdasarkan Q.S. Al-Alaq Ayat 1-5 https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17628 <p><strong>Abstract.</strong> The importance of education as a basic human need and also an important component in human life in the world will have an impact on changes in a person's mindset. In Q.S. Al-Alaq 1-5 is clearly the basis for humans to obtain education by reading, studying and learning. This research aims to determine the contents of Q.S. Al-Alaq verses 1-5 from the perspective of mufassir, explains the essence of Al-Alaq verses 1-5, knows the opinions of experts about Islamic education, and knows the educational values ​​contained in Q.S. Al-Alaq verses 1-5 about the Islamic education paradigm. This type of research is library research, a descriptive analysis method with a qualitative approach, where the researcher examines interpretations and books that are relevant to the research problem. The research results show that the essence of Q.S. Al-Alaq 1-5, namely that humans must be an important component in life, think about provisions for the afterlife, be aware that someone is watching their movements, and always evaluate themselves. Then the educational values ​​contained in Q.S. Al-Alaq verses 1-5 are about Islamic education which is contained in the Al-Quran.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pentingnya pendidikan sebagai kebutuhan dasar manusia dan juga menjadi komponen penting dalam kehidupan manusia di dunia, nantinya akan berdampak pada perubahan pola piker yang terjadi pada seseorang. sebagai dasar manusia untuk memperoleh pendidikan dengan membaca, mengkaji dan mempelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi kandungan Q.S. Al-Alaq ayat 1-5 menurut perspektif para mufassir, menjelaskan esensi dari Al-Alaq ayat 1-5, mengetahui pendapat para ahli tentang pendidikan islam, dan mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung tentang paradigma oendidikan islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, di mana peneliti mengkaji tafsir dan buku yang relevan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi dari Q.S. Al-Alaq 1-5 yaitu manusia harus menjadi komponen penting dalam kehidupan, memikirkan bekal untuk di akhirat kelak, menyadari bahwa gerak-geriknya ada yang mengawasi, dan selalu mengevealuasi diri.</p> M. Imannudin Maarif 10030118122 Shobar Al Ghazal Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 79 84 10.29313/bcsied.v5i1.17628 Praktik Dakwah Lapangan untuk Meningkatkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peserta Didik Kelas IX di Mts. Inovatif Daarul Ihsan Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17799 <p><strong>Abstrak.</strong> Pengaruh&nbsp; teknologi dapat mempermudah masuknya budaya barat ke Indonesia, pada akhirnya mampu mempengaruhi karakter manusia (Yulianti, 2020). Pendidikan karakter jika ditinjau dari pandangan islam memiliki fungsi untuk menyaring perkembangan kemajuan peradaban yang akan berujung pada kebebasan nilai jika hal ini tidak dilandasi dengan nilai yang bersumber dari Islam. Implementasi praktik dakwah lapangan dapat menjadikan para peserta didik memiliki potensi diri dalam mengamalkan dan membagikan ilmu-ilmu yang telah dipelajari pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) (Siti, 2020). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pelaksanaan PDL untuk peserta didik kelas IX baik dari segi perencanaa, pelaksanaan, maupun evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey dan wawancara kepada peserta didik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa baik peneliti ataupun guru bekerja sama dalam merenanakan PDL di Mts Inovatif Daarul Ihsan Bandung sehingga dalam pelaksanaan kegiatan mendapatkan umpan balik yang baik dari peserta didik. Selama kegiatan berlangsung terdapat beberapa karakter yang terbentuk pada peserta didik yaitu komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan mandiri. Evaluasi yang harus diperbaiki pada program PDL ini yaitu peserta didik harus dilatih lebih matang lagi agar kepercayaan diri peserta didik semakin terbentuk.</p> <p>Kata Kunci: Praktik Dakwah Lapangan, Nilai-nilai Pendidikan Karakter</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract.</strong> The influence of technology can facilitate the entry of western culture into Indonesia, ultimately influencing human character (Yulianti, 2020). Character education, if viewed from an Islamic perspective, has the function of filtering the progress of civilization which will lead to freedom of values ​​if this is not based on values ​​originating from Islam. Implementation of field da'wah practices can make students have the potential to practice and share the knowledge they have learned in Islamic Religious Education (PAI) subjects (Siti, 2020). The aim of this research is to determine the implementation of PDL for class IX students both in terms of planning, implementation and evaluation of activities. The method used in this research is a survey with a qualitative approach. Data collection was carried out by means of surveys and interviews with students. From the results of the research that has been carried out, it is known that both researchers and teachers work together in planning PDL at Mts Innovatif Daarul Ihsan Bandung so that the implementation of activities gets good feedback from students. During the activity, several characters were formed in the students, namely communicative, environmentally conscious, socially caring, responsible and independent. The evaluation that must be improved in this PDL program is that students must be trained more thoroughly so that students' self-confidence is increasingly formed</p> <p>Keywords: <em>First Keyword, Second Keyword, Third Keyword.</em></p> Yuni Riyani Nurfadillah 10030119114 Ikin Asikin Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 85 94 10.29313/bcsied.v5i1.17799 The nfluence of Edugames Bambozlee Learning Media on the Ability to Read the Qur'an of Class V Students of SDN pangilingan 02 Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17853 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Keterampilan membaca Al-Qur'an merupakan keterampilan utama yang harus diajarkan kepada anak-anak generasi muslim sejak usia dini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca Al-Qur'an pada siswa SDN Panggilingan 02 Bandung. Ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca siswa, antara lain fasilitas belajar yang kurang memadai, metode mengajar yang kurang efektif, dan motivasi belajar siswa yang rendah sehingga menyebabkan siswa merasa bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Edugame Bambozlee terhadap keterampilan membaca Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain pra-eksperimen dengan format One Group Pretest-Posttest, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan permainan edukatif yang interaktif dan menarik seperti Bambozlee dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa secara signifikan, sehingga dapat mengatasi kendala yang dihadapi dalam lingkungan proses pembelajaran Al-Qur'an.</span></span></p> <p>Keywords: Learning Media, Ability to read the Qur'an, Bambozle.</p> Dinda Putri Rullyana 10030120097 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 95 102 10.29313/bcsied.v5i1.17853 Implementasi Program Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Kedisiplinan siswa di SMP Al-Ma'soem Jatinangor https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17859 <p>Character education is a basic value that the nation's children need to become quality individuals. BAKU (Good and Strong) character education is a superior program at Daaruttauhiid Middle School Bandung which is designed to shape students into individuals who are academically intelligent, have noble character and have good social attitudes. This program integrates values ​​such as honesty, sincerity, humility, discipline, courage and resilience into (Abdillah, 2019)various aspects of school life, including learning, extracurricular activities and daily interactions. In line with the school's vision as an institution with a character based on monotheism, BAKU character education aims to give birth to a generation of rahmatan lil alamin who are faithful, devout, independent, reason critically and have noble character. The research method chosen is to use a descriptive qualitative method by analyzing data that has been collected from interviews, observation and documentation. Program implementation is carried out through routine activities such as morning assembly, habitual worship, mentoring, and life skills training based on Islamic values. A holistic approach involving teachers as role models, as well as family and environmental support, has succeeded in creating positive changes in students' attitudes, habits and thinking patterns. The result is a generation that not only excels academically but is also able to adapt to current developments and contribute positively to society. BAKU character education also supports national education goals in developing student character and forming a society with noble morals.</p> M Abdul Wahab Murhazmi 10030119220 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 103 108 10.29313/bcsied.v5i1.17859 Implikasi Pendidikan Dalam Al-Qur’an Surat Az-Zalzalah Ayat 7-8 Terhadap Metode Reward Dan Punishment Dalam Penanaman Akhlak https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17879 <p><strong>Abstract. </strong>This verse explains that all deeds or efforts, good and bad, big and small, are judged by Allah SWT. It does not matter whether the culprit is a believer or a disbeliever. This research was conducted using a qualitative approach. The method used in this research is the library research method, which emphasizes on one of the focuses of emphasis on library research. From this research, the content of QS. Az-Zalzalah verses 7-8 that humans have a hanif nature (inclined to goodness, truth and beauty). Allah SWT does not see small or large in good and bad deeds. Humans must always be careful and do good in every action taken. Every good or bad deed no matter how small, will have its own reward and punishment. In the Qur'an Surah Az-Zalzalah verses 7-8 have several important points, namely: (1) Replies to every charity. (2) Teaching concern for charity. (3) The use of reward and punishment methods. (4) Relevance to today's education. (5) Influence in moral cultivation. Thus, the educational implications in the Qur'an Surah Az-Zalzalah verses 7-8 are very important in instilling morals through the reward and punishment method.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Reward, Punishment, Moral Cultivation</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Ayat ini menjelaskan bahwa semua perbuatan atau usaha, baik dan buruk, besar dan kecil, dinilai oleh Allah SWT. Tidak peduli apakah pelakunya mukmin atau kafir. Hanya saja, perbuatan baik orang kafir tidak luput dari hukuman atas kekafirannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka (<em>library research</em>) yang lebih menekankan pada salah satu fokus penekanan pada penelitian kepustakaan. Dari penelitian ini, diperoleh isi kandungan QS. Az-Zalzalah ayat 7-8 bahwa manusia memiliki fitrah hanif (cenderung kepada kebaikan, kebenaran dan keindahan). Allah SWT tidak memandang kecil atau besar dalam perbuatan baik dan buruk. Manusia harus selalu berhati-hati dan berbuat baik dalam setiap tindakan yang dilakukan. Setiap perbuatan baik atau buruk sekecil apapun, akan memiliki balasannya masing-masing (<em>reward </em>dan <em>punishment</em>). Dalam Al-Qur’an Surat Az-Zalzalah ayat 7-8 terdapat beberapa poin penting yaitu: (1) Balasan untuk setiap amal. (2) Pengajaran kepedulian terhadap amal. (3) Penggunaan metode <em>reward</em> dan <em>punishment</em>. (4) Relevansi dengan pendidikan masa kini. (5) Pengaruh dalam penanaman akhlak. Dengan demikian, implikasi pendidikan dalam Al-Qur'an Surat Az-Zalzalah ayat 7-8 sangat penting dalam penanaman akhlak melalui metode <em>reward</em> dan <em>punishment</em>.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Reward, Punishment, Penamaman Akhlak</em></p> Sahrul Rizkyandi 10030118031 Mujahid Rasyid Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 109 114 10.29313/bcsied.v5i1.17879 Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Islami dalam Novel Layangan Putus Karya Eka Nur Prasetyawati https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/17888 <p><strong>Abstract.</strong> This research is motivated by the increasing phenomenon of divorce caused by the decline in the instillation of Islamic educational values in the family, which weakens the foundation for facing life's challenges. The purpose of this study is to identify and analyze the values of Islamic character education in the novel Broken Kiteby Eka Nur Prasetyawati. The study used a qualitative approach in the form of a literature study with critical discourse analysis by Teun Van Dijk to explore the implied Islamic values. Data were obtained through an in-depth study of the novel text, then analyzed based on Zayadi's Islamic character education theory. The results of the study showed that this novel contains two groups of Islamic character values, namely Divine values (faith, Islam, ihsan, piety, tawakkal, gratitude, patience) and Human values (silaturahmi, almusawah, al-'adalah, husnudzan, al-tawadlu', al-wafa', insyirah, amanah, iffah, qawamiyah, al-munfiqun). These values are seen in the journey of the main character facing conflicts, interpersonal relationships, and life challenges. This novel not only presents an interesting story but also provides moral lessons that are relevant to real life, especially in building a harmonious family according to Islamic teachings. Thus, the novel Broken Kitebecome a means of education in developing Islamic character education through literary media.</p> <p>Keywords: <em>Values, Islamic Character Education, Novel Layangan Putus</em><em>.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Artikel ini dilatar belakangi oleh meningkatnya fenomena perceraian yang disebabkan oleh menurunnya penanaman nilai-nilai pendidikan Islam dalam keluarga, yang melemahkan pondasi menghadapi tantangan kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter Islami dalam novel Layangan Putus karya Eka Nur Prasetyawati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi literatur dengan analisis wacana kritis Teun Van Dijk untuk menggali nilai-nilai Islami yang tersirat. Data diperoleh melalui kajian mendalam terhadap teks novel, kemudian dianalisis berdasarkan teori pendidikan karakter Islami dari Zayadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung dua kelompok nilai karakter Islami, yaitu nilai Ilahiyah (iman, Islam, ihsan, takwa, tawakkal, syukur, sabar) dan nilai Insaniyah (silaturahmi, al-musawah, al-‘adalah, husnudzan, al-tawadlu’, al-wafa’, insyirah, amanah, iffah, qawamiyah, al-munfiqun). Nilai-nilai ini terlihat dalam perjalanan tokoh utama menghadapi konflik, hubungan interpersonal, dan tantangan hidup. Novel ini tidak hanya menyajikan kisah menarik tetapi juga memberikan pelajaran moral yang relevan dengan kehidupan nyata, terutama dalam membangun keluarga harmonis sesuai ajaran Islam. Dengan demikian, novel Layangan Putus menjadi sarana edukasi dalam pengembangan pendidikan karakter Islami melalui media sastra.</p> <p>Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Karakter Islami, Novel <em>Layangan Putus</em><em>.</em></p> Dhea Mardhiya Ani 10030121159 Nan Rahminawati Heru Pratikno Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 115 122 10.29313/bcsied.v5i1.17888 Penguatan Karakter Disiplin Akademik dan Disiplin Keagamaan Studi Kasus SMP Daarut Tauhiid Boarding School eco Parongpong https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18054 <p><strong>Abstract.</strong> The formation of disciplined character at SMP Daarut Tauhiid Boarding School Parongpong involves various strategies and approaches that are integrated into the daily lives of students both in the academic environment and in the dormitory. However, there are still some students who are not able to apply a disciplined attitude. Therefore, it is important for teachers and schools to provide a series of regulations that can develop students' disciplined character, which in turn can influence students' success in learning achievement. This research aims to explore the concept of character strengthening applied at SMP Daarut Tauhiid Boarding School eco Parongpong in supporting the character of academic and religious discipline. This research uses a qualitative approach with a case study method, and data collection techniques through observation, interviews and documentation. The research was conducted in January 2025 at SMP Daarut Tauhiid Boarding School eco Parongpong, West Bandung Regency. The research results show that the implementation of the program supports strengthening the character of students in academic and religious disciplines.</p> <p>&nbsp;&nbsp; <em>Keywords:</em> <em>Discipline, Character Strengthening, students</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pembentukan karakter disiplin di SMP Daarut Tauhiid Boarding School Parongpong melibatkan berbagai strategi dan pendekatan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik baik dalam lingkungan akademik dan di asrama. Meskipun demikian, masih ada beberapa peserta didik yang belum mampu menerapkan sikap disiplin. Oleh karena itu, penting bagi guru dan sekolah untuk memberikan serangkaian peraturan yang dapat mengembangkan karakter disiplin peserta didik , yang pada gilirannya dapat mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam pencapaian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep penguatan karakter yang diterapkan di SMP Daarut Tauhiid Boarding School eco Parongpong dalam mendukung karakter disiplin akademik dan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada Januari 2025 di SMP Daarut Tauhiid Boarding School eco Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program yang diterapkan mendukung penguatan karakter peserta didik dalam disiplin akademik dan religius</p> <p>Kata Kunci: Disiplin, Penguatan Karakter, Peserta Didik</p> Kintan Wiriadisastry 10030121136 Asep Dudi Suhardini Dinar Nur Inten Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 123 130 10.29313/bcsied.v5i1.18054 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18113 <p><strong>Abstract.</strong> <em>This study aims to assess the extent to which the audio-visual learning model can improve students' understanding of Islamic Cultural History material, especially on the topic of the Abbasid Dynasty. The method used in this research is a pseudo-experiment with a one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of VIII grade students at an MTs in Bandung City. The results showed that the students' pretest mean score was 50.87 with a standard deviation of 12.57, while the posttest mean score increased to 80.22 with a standard deviation of 9.50. Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test resulted in a value of Z = -4.220 and p = 0.000 (p &lt; 0.05), indicating a significant increase in student understanding after using audio visual media. This media not only makes learning more interesting and interactive, but also effective in delivering more complex material. The findings of this study provide practical guidance for teachers to integrate audio-visual media as an innovative learning strategy in improving the quality of teaching Islamic cultural history. This research also opens up opportunities for further research on the effectiveness of audio-visual media at other levels of education or different subject</em><em>s</em>.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana model pembelajaran audio visual dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi SKI, khususnya pada topik Dinasti Abbasiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semu dengan desain <em>one-group</em> <em>pretest-posttest</em>. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII di sebuah MTs di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata <em>pretest</em> siswa adalah 50,87 dengan standar deviasi 12,57, sedangkan nilai rata-rata <em>posttest</em> meningkat menjadi 80,22 dengan standar deviasi 9,50. Analisis data menggunakan Uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> menghasilkan nilai Z = -4.220 dan p = 0.000 (p &lt; 0.05), yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa setelah menggunakan media audio visual. Media ini tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menarik dan interaktif, tetapi juga efektif dalam menyampaikan materi yang lebih kompleks. Temuan penelitian ini memberikan panduan praktis bagi guru untuk mengintegrasikan media audio visual sebagai strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan kualitas pengajaran SKI. Penelitian ini juga membuka kesempatan untuk penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas media audio visual di tingkat pendidikan lain atau mata pelajaran yang berbeda).</p> <p>&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Nishfi Lisdayanti Nur’azizah 10030121062 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 131 136 10.29313/bcsied.v5i1.18113 Pengaruh Gadget Terhadap Kualitas Hafalan Al-Qur’an Pada Siswa Sma-It Miftahul Khoir Dago Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18120 <p>Abstract. This study aims to determine the effect of gadget use on the quality of Qur'an memorization in SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung students. In the current digital era, the use of gadgets has become part of everyday life, including in the world of education. Students use gadgets for various purposes, such as accessing information, online learning, and entertainment. However, uncontrolled use of gadgets can have a negative impact on the quality of memorization of the Qur'an, especially in terms of concentration and memory. This study used a quantitative method with a correlational design to analyze the relationship between the intensity of gadget use and the quality of memorization of the Qur'an. The research sample consisted of 36 students selected using stratified random sampling technique. Data collection was conducted through questionnaires covering two main variables: gadget use as the independent variable and the quality of memorization of the Qur'an as the dependent variable. The data analysis techniques used include descriptive and inferential statistical analysis with simple regression tests. The results showed that there is a negative relationship between gadget use and the quality of students' memorization of the Qur'an. Students who use gadgets for a longer duration tend to experience a decrease in the quality of memorization. The conclusion of this study confirms that although gadgets can be used as a supporting medium in memorizing the Qur'an, their uncontrolled use can have a negative impact on students' memory and concentration. Therefore, supervision from the school and parents is needed in the use of gadgets as well as the implementation of learning strategies that can optimally utilize&nbsp;technology.</p> <p>Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap kualitas hafalan Al-Qur’an pada siswa SMA-IT Miftahul Khoir Dago Bandung. Dalam era digital saat ini, penggunaan gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Siswa menggunakan gadget untuk berbagai keperluan, seperti mengakses informasi, belajar daring, serta hiburan. Namun, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif terhadap kualitas hafalan Al-Qur’an, terutama dalam hal konsentrasi dan daya ingat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan gadget dan kualitas hafalan Al-Qur’an. Sampel penelitian terdiri dari 72 siswa yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang mencakup dua variabel utama: penggunaan gadget sebagai variabel independen dan kualitas hafalan Al-Qur’an sebagai variabel dependen. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan inferensial dengan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara penggunaan gadget dan kualitas hafalan Al-Qur’an siswa. Siswa yang menggunakan gadget dengan durasi lebih lama cenderung mengalami penurunan kualitas hafalan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun gadget dapat digunakan sebagai media pendukung dalam menghafal Al-Qur’an, penggunaannya yang tidak terkendali dapat berdampak negatif terhadap daya ingat dan konsentrasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua dalam penggunaan gadget serta penerapan strategi pembelajaran yang dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.</p> NURMALA 10030120123 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-02 2025-02-02 5 1 137 144 10.29313/bcsied.v5i1.18120 Strategi Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 2021 dalam Menguatkan Adversity Quotient https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18125 <p><strong>Abstract.</strong> The Teaching Campus Program is part of the Independent Learning Campus Independent policy which aims to improve the quality of basic education by involving students as assistant staff in the learning process in schools that experience limited resources. This research aims to analyze the strategies used by Teaching Campus Program students in increasing their Adversity Quotient (AQ) during the program. This study employs a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include interviews and documentation studies. The research findings indicate that students develop Adversity Quotient (AQ) through four main strategies: adapting to challenges at school, effective time management, enhancing problem-solving skills, and managing emotions and self-motivation. These results highlight the importance of teaching experience in shaping students' mental resilience and their ability to face unexpected difficulties.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Adversity Quotient, Kampus Mengajar</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pendamping dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang mengalami keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh mahasiswa Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan Adversity Quotient (AQ) mereka selama menjalani program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengembangkan Adversity Quotient (AQ) melalui empat strategi utama: adaptasi terhadap tantangan di sekolah, pengelolaan waktu yang efektif, peningkatan keterampilan dalam problem-solving, serta pengelolaan emosi dan motivasi diri. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengalaman mengajar dalam membentuk ketahanan mental mahasiswa dan kemampuan mereka dalam menghadapi kesulitan yang tidak terduga.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Adversity Quotient, Kampus Mengajar</p> Anzilni Ahsani Rizqi Erhamwilda Nadri Taja Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 145 152 10.29313/bcsied.v5i1.18125 Pengaruh Metode Pembelajaran Variatif terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMAN 6 Tasikmalaya https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18133 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran yang variatif terhadap keaktifan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebelumnya, metode konvensional dalam pembelajaran PAI dinilai kurang efektif dalam mendorong partisipasi aktif siswa, sehingga guru PAI memilih untuk mengubah pendekatannya dengan metode yang lebih bervariasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan metode pembelajaran variatif dan tingkat keaktifan siswa. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa SMAN 6 Tasikmalaya yang berjumlah 1.448 siswa, dengan sampel sebanyak 94 siswa yang dihitung berdasarkan rumus Slovin dan margin kesalahan 10%. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada siswa yang mengikuti pelajaran PAI. Untuk analisis data, digunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui besar pengaruh metode pembelajaran variatif terhadap keaktifan siswa. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa metode pembelajaran variatif berpengaruh sebesar 60,8% terhadap keaktifan siswa dalam pelajaran PAI, yang menunjukkan bahwa variasi dalam metode dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.</p> <p><em>This study aims to examine the impact of variative learning methods on student engagement in Islamic Religious Education (PAI) subjects. This is due to the fact that the use of conventional methods in Islamic Religious Education was previously insufficient to encourage active student participation in learning activities, prompting PAI teachers to adopt variative teaching methods. The research employs a quantitative approach with a survey method to investigate the relationship between the application of variative learning methods and the level of student engagement. The population in this study consisted of all students from Senior High School (SHS) 6 Tasikmalaya, totaling 1,448 students. The sample size was 94, determined using the Slovin formula with a margin of error allowance of 10%. Data was gathered through the distribution of questionnaires to students participating in Islamic Religious Education classes at SHS 6 Tasikmalaya. Statistical analysis, specifically simple linear regression, was applied to assess the extent of the impact of variative learning methods on student learning engagement. The results of the data analysis revealed that variative learning methods accounted for 60.8% of the effect on student activeness in Islamic Religious Education subjects. This suggests that the use of diverse teaching methods significantly enhances student participation and involvement in the learning process.</em></p> Nurwina Fuji Nisya 10030121068 Dedih Surana Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 153 160 10.29313/bcsied.v5i1.18133 Peningkatan kualitas hafalan Al-Qur'an melalui metode murajaah (studi deskriptif kualitatif di SMAN 1 Baleendah https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18136 <p>Fluency in reading the Al-Qur'an is a problem faced by many students at SMAN 1 Baleendah, making it difficult for them to distinguish hijaiyah letters and memorize the Al-Qur'an. This research focuses on the character education program (pendikar), especially BTQ (Baca, Tahfiz, Qur’an) at the school. This program uses the murajaah method, where students present their memorization to peers, mentors, or PAI teachers. The objective of this research is to describe the planning, implementation, and results of improving the quality of Al-Qur'an memorization through the murajaah method.</p> <p>The research employs a qualitative approach with data collection techniques that include observation, interviews, and documentation. The results show that the program planning involves various stakeholders, creation of activity schedules, and preparation of facilities. The program implementation is conducted according to the plan, including memorization presentation sessions, briefings, and monthly and semester evaluations through Parade Tasmi. This research indicates that the quality and quantity of students’ memorization have improved, including mastery of tajwid, tilawah, and memorization for students in grades 10, 11, and 12.</p> <p>Keywords: Quality of Qur'an Memorization, Murajaah Method.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kelancaran membaca Al-Qur’an adalah masalah yang dihadapi banyak peserta didik di SMAN 1 Baleendah, membuat mereka sulit membedakan huruf hijaiyah dan menghafal Al-Qur'an. Penelitian ini berfokus pada program pendidikan karakter (pendikar), khususnya BTQ (Baca, Tahfiz, Qur’an) di sekolah tersebut. Program ini menggunakan metode murajaah, dimana peserta didik menyetorkan hafalan kepada rekan, mentor, atau guru PAI. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil peningkatan kualitas hafalan Al-Qur’an melalui metode murajaah.</p> <p>Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pembuatan jadwal kegiatan, dan persiapan sarana prasarana. Pelaksanaan program dilakukan sesuai rencana, meliputi penyetoran hafalan, briefing, dan evaluasi bulanan serta semester melalui Parade Tasmi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas hafalan peserta didik meningkat, termasuk penguasaan tajwid, tilawah, dan hafalan pada peserta didik kelas 10, 11, dan 12.</p> <p>Kata Kunci: Kualitas Hafalan Alquran, Metode Murajaah.</p> <p>&nbsp;</p> Ineu Destiara 10030121158 A Mujahid Rasyid Iwan Sanusi Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 161 170 10.29313/bcsied.v5i1.18136 Persepsi Siswa terhadap Program Sekolah Mengaji Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur`ān di SMP Penida Katapang Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18143 <p><strong>Abstract</strong> The Qur`anic Learning Program is a policy implemented by the Bandung Regency Government aimed at reducing Qur`an illiteracy among elementary and middle school students. Many students struggle to read the Qur`an, partly due to their low perception of the importance of Qur`anic education. Student perceptions influence the effectiveness of the program, motivation, and learning outcomes. This study aims to analyze the perceptions of students at SMP Penida Katapang regarding the Quranic Learning Program, using a quantitative approach with a descriptive method. The research population consists of 90 eighth-grade students selected through total sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire. The findings indicate that 40% of students have a positive perception, with high scores in the indicators of acceptance, understanding, and evaluation. These results suggest that the program is well-received and relevant in enhancing Qur`an reading skills, and that positive perceptions can improve the program's effectiveness, particularly in the application of tajwid rules.</p> <p><strong>Abstrak </strong>Program Sekolah Mengaji adalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengurangi buta huruf al-Qur`ān di kalangan siswa SD dan SMP. Banyak siswa yang kesulitan membaca al-Qur`ān, salah satunya disebabkan oleh rendahnya persepsi mereka terhadap pentingnya pembelajaran tersebut. Persepsi siswa mempengaruhi efektivitas program, motivasi, dan hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa SMP Penida Katapang terhadap Program Sekolah Mengaji, dengan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 90 siswa kelas VIII yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% siswa memiliki persepsi positif, dengan skor tinggi pada indikator penerimaan, pemahaman, dan penilaian. Temuan ini menunjukkan bahwa program diterima dengan baik dan relevan dalam meningkatkan keterampilan membaca al-Qur`ān serta persepsi positif dapat meningkatkan efektivitas program, khususnya dalam penerapan aturan tajwid.</p> Dewi Juliyanti Aep Saepudin Nadri Taja Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-01 2025-02-01 5 1 171 178 10.29313/bcsied.v5i1.18143 Efektivitas Metode Talaqqi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Peserta Didik Kelas IV SDN Cibeber Hilir https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18156 <p>Abstract. Reading the Qur'an is a very important skill, but many students face difficulties due to a lack of understanding of recitation and correct pronunciation of letters. This research aims to evaluate students' ability to read the Al-Qur'an before and after using the Talaqqi method and measure how effective the method is. The approach used is quantitative research with a quasi-experimental design, comparing two groups: an experimental group taught using the Talaqqi method and a control group using the Tadarus method. The findings show that the Talaqqi method is more effective in improving Al-Qur'an reading skills, as evidenced by a higher increase in post-test scores in the experimental group, as well as an increase in mastery of recitation and correct pronunciation of letters.<br>Keywords:Talaqqi Method,Reading the Qur’an,Effectiviness.<br>Abstrak. Membaca Al-Qur'an merupakan keterampilan yang sangat penting, tetapi banyak siswa menghadapi kesulitan karena kurangnya pemahaman terhadap tajwid dan pengucapan huruf yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan membaca Al-Qur'an peserta didik sebelum dan setelah menggunakan metode Talaqqi serta mengukur seberapa efektif metode tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, membandingkan dua kelompok: satu kelompok eksperimen yang diajarkan dengan metode Talaqqi dan kelompok kontrol yang menggunakan metode Tadarus. Temuan menunjukkan bahwa metode Talaqqi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an, terbukti dari peningkatan nilai post-test yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen, serta adanya peningkatan dalam penguasaan tajwid dan pelafalan huruf&nbsp;yang&nbsp;benar.</p> Sifa Aminaturrohmah 10030121087 Enoh Drs M.Ag Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-02 2025-02-02 5 1 179 186 10.29313/bcsied.v5i1.18156 Program Baca Tulis Al-Qur’an terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an di SMP Islam Al-Washliyah Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18157 <p><strong>Abstract.</strong><em> The aim of this research is to examine how Al-Washliyah Bandung Islamic Middle School implements the Al-Qur'an Reading and Writing program. The Al-Washliyah Islamic Middle School BTAQ program is a learning program that focuses on extracurricular religious subjects. Because the school has an Islamic heritage, it incorporates religious subjects to help fulfill its mission. This program was introduced when the school first opened. Using a qualitative approach with case study methodology, researchers collected data through observation, interviews and documentation. They then analyze the data by condensing, presenting, and making conclusions. The BTAQ program at Al-Washliyah Islamic Middle School produced results from the data analysis stage including planning, implementation and evaluation of BTAQ learning. This program can help students, but there are still several problems, such as a lack of learning syllabus. Students can learn to read the Koran with the help of the BTAQ program.</em></p> <p>Keywords: <em>Al-Qur'an Reading and Writing Program, Ability to read the Al-Qur'an, Islamic Religious Education</em></p> <p><em>.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana SMP Islam Al-Washliyah Bandung dalam melaksanakan program Baca Tulis Al-Qur'an. Program BTAQ SMP Islam Al-Washliyah merupakan program pembelajaran yang menitikberatkan pada ekstrakurikuler mata pelajaran agama. Karena sekolah ini memiliki warisan Islam, sekolah ini memasukkan mata pelajaran keagamaan untuk membantu mewujudkan misinya. Program ini diperkenalkan saat sekolah pertama kali dibuka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mereka kemudian menganalisis data dengan memadatkan, menyajikan, dan membuat kesimpulan. Program BTAQ di SMP Islam Al-Washliyah membuahkan hasil dari tahap analisis data meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran BTAQ. Program ini dapat membantu siswa, namun masih terdapat beberapa permasalahan, seperti kurangnya silabus pembelajaran. Siswa dapat belajar membaca Al-Qur'an dengan bantuan program BTAQ.</p> <p>Kata Kunci: <em>Program Baca Tulis Al-Qur’an, Kemampuan membaca Al-Qur’an Pendidikan Agama Islam</em></p> Sultan Arif Fahriansyah 10030121086 Ikin Asikin Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-02 2025-02-02 5 1 187 192 10.29313/bcsied.v5i1.18157 Implementasi Program 7 Cinta dalam Membiasakan Karakter Religius Siswa di SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18180 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengimplementasian program 7 Cinta dalam membiasakan karakter religius siswa di SMK Daarut Tauhiid <em>Boarding School</em> Bandung. Fokus utama penelitian adalah mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program 7 Cinta dilakukan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan program tersebut. Program 7 Cinta di sekolah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari siswa dan membentuk kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program 7 Cinta melibatkan berbagai pihak di sekolah dan asrama, pelaksanaannya dilakukan secara rutin melalui kegiatan keagamaan yang terintegrasi dalam kegiatan belajar dan kehidupan siswa, sementara evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengukur keberhasilan program. Faktor pendukung keberhasilan program ini antara lain adalah konsistensi, keteladanan, dan pemahaman yang mendalam. Sedangkan faktor penghambatnya termasuk fluktuasi iman siswa dan pengaruh teman dekat yang dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan konsistensi mereka dalam mengikuti program 7 Cinta. Secara keseluruhan, program 7 Cinta di SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung terbukti efektif dalam membentuk karakter religius siswa, meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi agar hasilnya lebih optimal.</p> <p>This study aims to analyze the implementation of the 7 Love program in familiarizing the religious character of students at SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung. The main focus of the research is to find out how the planning, implementation, and evaluation of the 7 Love program are carried out, as well as the factors that support and hinder the success of the program. The 7 Loves program at this school aims to instill religious values in students' daily lives and form positive habits in the school environment. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, and data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results show that the planning of the 7 Love program involves various parties in schools and dormitories, its implementation is carried out routinely through religious activities integrated in learning activities and student life, while evaluations are carried out periodically to measure the success of the program. Supporting factors for the success of this program include consistency, exemplary, and deep understanding. While the inhibiting factors include fluctuations in students' faith and the influence of close friends that can affect their mindset, behavior, and consistency in following the 7 Loves program. Overall, the 7 Loves program at SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung has proven to be effective in shaping students' religious character, although there are some challenges that need to be overcome for optimal results.</p> Sri Dewi Maulana 10030121048 Erhamwilda Khambali Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-02 2025-02-02 5 1 193 200 10.29313/bcsied.v5i1.18180 NILAI – NILAI PEDAGOGIK PEMBELAJARAN KITAB AKHLAK LIL BANAT DALAM PEMBENTUKAN ADAB PADA SANTRIWATI DI PESANTREN DARUL MA’ARIF BANDUNG https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18196 <p>abstrak:</p> <p>Pembentukan adab santriwati di pesantren penting dalam menghadapi tantangan era modern. Kitab Akhlak Lil Banat digunakan sebagai pedoman nilai-nilai akhlak yang mencakup aspek spiritual, pribadi, dan sosial. Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut di Pesantren Darul Ma’arif Bandung menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai dalam kitab ini telah diterapkan melalui kegiatan pesantren, seperti kedisiplinan dan penghormatan kepada guru. Namun, tantangan masih ada dalam menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai tersebut karena pengaruh lingkungan luar dan latar belakang santriwati yang beragam.</p> <p><em>abstract:</em></p> <p><em>The formation of female students' manners in Islamic boarding schools is crucial in facing the challenges of the modern era. The Akhlak Lil Banat book serves as a guide for instilling moral values, including spiritual, personal, and social aspects. This study examines the implementation of these values at Pesantren Darul Ma’arif Bandung using a qualitative descriptive method through interviews, observations, and documentation. The findings show that the values from the book have been applied through daily activities such as discipline and respect for teachers. However, challenges remain in maintaining the consistency of these values due to external influences and diverse student backgrounds.</em></p> Dinda Ahadiyah Ridwan 10030121089 Sobar Al Ghazali Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-02 2025-02-02 5 1 201 206 10.29313/bcsied.v5i1.18196 Implementasi Kegiatan Pembiasaan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius Siswa https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18220 <p><strong>Abstract</strong>. This research is motivated by the importance of character education, especially to form attitudes and behaviors that reflect religious values in the world of education. Elementary School Maleber Utara Bandung has implemented religious habituation activities such as 30-minute literacy through short letters of the Qur'an and asmaul husna in the guidance of the Qur'an, duha prayer, and congregational dzuhur prayer as evidence that its education has implemented and adjusted to the national education system. This research aims to: (1) Analyzing the planning process in religious habituation activities in shaping religious character, (2) Knowing the implementation process of religious habituation activities that are currently taking place, (3) Describing the evaluation process in religious habituation activities. The research subjects in this study are the principal and an Islamic education teacher. The methodology is qualitative and includes descriptive analytical approaches, data gathering methods via observation, interviews, and documentation studies. The results showed that the implementation of religious habituation activities in shaping religious character was carried out by: (1) Planning the formation of religious character habituation, (2) Implementation of religious habituation activities (3) Evaluation of religious habituation activities.&nbsp; Periodically, administrators and instructors participate in evaluations of the programs to determine how much they help shape the religious character of the pupils. It may be said that the religious character has improved significantly as a result of the use of this religious habituation exercise. The challenges of this religious habituation activity are in the external factors, namely the community environment and parenting patterns.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter, terutama untuk membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai religius dalam dunia pendidikan. Sekolah Dasar Maleber Utara Bandung telah melaksanakan kegiatan pembiasaan keagamaan seperti literasi 30 menit melalui al-qur’an surat-surat pendek dan asmaul husna dalam pembinaan al-qur’an, shalat duha, dan shalat dzuhur berjamaah sebagai bukti bahwa pendidikannya telah mengimplementasikan dan disesuaikan dengan sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis proses perencanaan pada kegiatan pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter religius, (2) Mengetahui proses pelaksanaan dari kegiatan pembiasaan keagamaan yang tengah berlangsung saat ini, (3) Menggambarkan proses evaluasi pada kegiatan pembiasaan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang meliputi pendekatan deskriptif analitis, prosedur pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Kepala sekolah dan instruktur Pendidikan Agama Islam termasuk dalam topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini orang-orang yang melakukan latihan pembiasaan agama untuk mengembangkan karakter keagamaan: (1) Perencanaan pembentukan pembiasaan karakter religius, (2) Pelaksanaan kegiatan pembiasaan keagamaan (3) Evaluasi kegiatan pembiasaan keagamaan.&nbsp; Evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala dengan melibatkan guru dan kepala sekolah untuk menilai sejauh mana kegiatan ini berkontribusi terhadap pembentukan karakter religius siswa. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan pembiasaan keagamaan ini dapat disimpulkan bahwasanya terjadi peningkatan yang baik dalam karakter religiusnya. Adapun tantangan dari kegiatan pembiasaan keagamaannya ini dibagian faktor eksternal yaitu lingkungan masyarakat dan pola asuh orang tua.</p> Desi Fitriasari 10030121049 Aep Saepudin Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-02 2025-02-02 5 1 207 214 10.29313/bcsied.v5i1.18220 Efektivitas Metode ‘Asyarah dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran pada Kelas 10 di SMAN 1 Lembang Kabupaten Bandung Barat https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18246 <p><strong>Abstract.</strong> The high rate of Quran illiteracy among students, especially in public schools, indicates the need for effective and efficient Quran learning methods. One of the Quran learning methods is the ‘Asyarah method, which is suitable for beginners as well as those who are already proficient in reading the Quran. SMAN 1 Lembang has implemented a Quran Reading and Writing program using the ‘Asyarah method designed to improve the ability to read the Quran effectively. The purpose is to determine the implementation of the ‘Asyarah method, the ability to read the Quran of students, and the effectiveness of the ‘Asyarah method in improving the ability to read the Quran in grade 10 at SMAN 1 Lembang. This study used a quantitative approach with quantitative descriptive methods. Data collection techniques were observation, interview, questionnaire, test, documentation. Data analysis techniques used Wilcoxon Signed-Rank Test and N-Gain test. The results indicate that the learning process of ‘Asyarah method uses the 3M principle (Explain, Exemplifying, Listen to) and the BILAS step (Read the formula, Rhythm the formula, Practice the formula, Apply the formula, Submit the surah). The ability to read the Quran of students in the pre-test results has an average of 38.37, and the post-test results has an average of 76.67. The results showed that there was a significant difference between the pre-test and post-test scores, and the application of the 'Asyarah method was categorized as quite effective in improving the ability to read the Quran of grade 10 students at SMAN 1 Lembang.</p> <p>Keywords: <em>Effectiveness, ‘Asyarah Method, Quran Reading Ability.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Tingginya angka buta huruf Alquran di kalangan peserta didik, khususnya di sekolah negeri, menunjukkan perlunya metode pembelajaran Alquran yang efektif dan efisien. Salah satu metode pembelajaran Alquran adalah metode ‘Asyarah, yang cocok digunakan bagi pemula maupun yang sudah mahir dalam membaca Alquran. SMAN 1 Lembang telah menerapkan program Baca Tulis Quran (BTQ) dengan metode ‘Asyarah yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran secara efektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi metode ‘Asyarah, kemampuan membaca Alquran peserta didik, dan efektivitas metode ‘Asyarah dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran pada kelas 10 di SMAN 1 Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan uji N-Gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran Alquran metode ‘Asyarah menggunakan prinsip 3M (Menerangkan, Mencontohkan, Menyimak) dan langkah BILAS (Baca rumusnya, Iramakan rumusnya, Latih rumusnya, Aplikasikan rumusnya, Setorkan ayatnya). Kemampuan membaca Alquran peserta didik pada hasil pre-test memiliki rata-rata 38,37, sedangkan pada hasil post-test memiliki rata-rata 76,67. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test, serta penerapan metode ‘Asyarah terkategori cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran peserta didik kelas 10 di SMAN 1 Lembang.</p> <p>Kata Kunci: <em>Efektivitas, Metode ‘Asyarah, Kemampuan Membaca Alquran.</em></p> Annisa Zahra Fauziah 10030121130 Ikin Asikin Iwan Sanusi Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-03 2025-02-03 5 1 215 222 10.29313/bcsied.v5i1.18246 Analisis Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw Terhadap Pembentukan Perilaku Tanggung Jawab Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V di SDN Margabudaya https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18249 <p>The formation of students' responsible behavior in learning often faces challenges, especially due to the dominance of conventional learning methods which do not involve active student participation. In Islamic Religious Education (PAI) subjects, an approach is needed that not only conveys material, but also integrates moral and spiritual values effectively. This research aims to analyze the influence of the Jigsaw type cooperative learning model on the formation of responsible behavior in class V students at SDN Margabudaya. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, which focuses on observing students' natural conditions during the learning process. The research results show that in addition, intensive guidance from teachers is very important, especially for students with low academic abilities, to increase their confidence in actively participating. This research recommends the Jigsaw learning model as an innovative alternative in PAI learning, especially for forming students' responsible character.</p> <p>Abstrak. Pembentukan perilaku tanggung jawab siswa dalam pembelajaran sering menghadapi tantangan, terutama karena dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), diperlukan pendekatan yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai moral dan spiritual secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe Jigsaw terhadap pembentukan perilaku tanggung jawab siswa kelas V di SDN Margabudaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang berfokus pada pengamatan kondisi alami siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan intensif dari guru sangat penting, terutama bagi siswa dengan kemampuan akademik rendah, untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berpartisipasi aktif. Penelitian ini merekomendasikan model pembelajaran Jigsaw sebagai alternatif yang inovatif dalam pembelajaran PAI, khususnya untuk membentuk karakter tanggung jawab siswa.</p> Fitri Auliana Mahira 10030121120 Erhamwilda Haditsa Qurani Nurhakim Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-03 2025-02-03 5 1 223 230 10.29313/bcsied.v5i1.18249 Analisis Pendidikan Islam tentang Akhlak Murid terhadap Guru dalam Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim Karya K.H. Hasyim Asy’ari https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18257 <p><strong>Abstract.</strong> <em>This research analyzes the concept of Islamic education regarding student morals towards teachers based on the book Adabul 'Alim wal Muta'allim by K.H. Hasyim Asy'ari. This book is one of the main references in Islamic education which emphasizes the importance of harmonious relationships between teachers and students as the foundation for effective learning. This study uses a descriptive-analytical method with a qualitative approach, aiming to explore the moral and ethical values ​​taught in the book. The results of the analysis show that the educational concept developed by K.H. Hasyim Asy'ari is characterized by his emphasis on the integration of science and spiritual values ​​in Islam. K.H. Hasyim Asy'ari also emphasized several main aspects of student morals towards teachers, such as absolute respect for teachers, obedience to teacher advice, and maintaining etiquette in interactions. These values ​​are not only relevant for forming noble student morals, but also reflect the basic principles in building Islamic social relations. It is hoped that this research can contribute to the development of character education based on Islamic values ​​and become a reference for Islamic educational institutions in Indonesia in forming a generation with good moral character.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Islamic Education, Student Morals, Teachers, Adabul 'Alim wal Muta'allim, KH. Hasyim Asy'ari.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini menganalisis konsep pendidikan Islam terkait akhlak murid terhadap guru berdasarkan kitab <em>Adabul ‘Alim wal Muta’allim</em> karya K.H. Hasyim Asy’ari. Kitab ini merupakan salah satu referensi utama dalam pendidikan Islam yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara guru dan murid sebagai fondasi pembelajaran yang efektif. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, bertujuan untuk menggali nilai-nilai akhlak dan etika yang diajarkan dalam kitab tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep pendidikan yang dikembangkan K.H. Hasyim Asy’ari ditandai dengan penekanannya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dalam Islam. K.H. Hasyim Asy’ari juga menekankan beberapa aspek utama terhadap akhlak murid terhadap guru, seperti penghormatan mutlak terhadap guru, kepatuhan terhadap nasihat guru, serta menjaga adab dalam berinteraksi. Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan untuk membentuk akhlak murid yang mulia, tetapi juga mencerminkan prinsip dasar dalam membangun hubungan sosial yang islami. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Pendidikan Islam, Akhlak Murid, Guru, Adabul ‘Alim wal Muta’allim, KH. Hasyim Asy’ari.</p> Muhammad Bilad Islami 1003011901 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-03 2025-02-03 5 1 231 238 10.29313/bcsied.v5i1.18257 ANALISIS NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN SEBAGAI SOLUSI PROBLEM RUMAH TANGGA https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18260 <p><strong>Abstract. </strong>This study aims to analyze Islamic educational values in the film <em>Surga yang Tak Dirindukan</em> as solutions to household problems. The research focuses on identifying Islamic educational values in the film, analyzing the household problems faced by the main characters, and exploring expert perspectives on the application of Islamic education in resolving family conflicts. The research employs a descriptive qualitative method with a content analysis approach. It is based on Charles Sanders Peirce's semiotic theory, particularly the "Triangle of Meaning" concept, to explore signs, objects, and interpretations embedded in the film. The results reveal that the film contains Islamic educational values, such as religiosity, morality, compassion, responsibility, and effective communication. These values provide Islamic solutions for overcoming various household problems, including issues of polygamy, mistrust, and emotional conflicts. The study also finds that the approach to Islamic education presented in the film can serve as a guide to building harmonious and blessed families. The study concludes that the film <em>Surga yang Tak Dirindukan</em> can be an effective educational medium for raising public awareness of the importance of Islamic values in family life. Beyond its role as entertainment, the film serves as a medium for da'wah, offering deep insights into Islamic solutions for resolving household conflicts.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Islamic education, household problems, Islamic values, <em>Surga yang Tak Dirindukan</em> film.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam film <em>Surga yang Tak Dirindukan</em> sebagai solusi problematika rumah tangga. Fokus penelitian meliputi identifikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam film, analisis problematika rumah tangga yang dihadapi oleh tokoh utama, dan pandangan para ahli terhadap penerapan pendidikan Islam dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Penelitian ini mengacu pada teori semiotik Charles Sanders Peirce dengan konsep "Triangle of Meaning" untuk menggali tanda, objek, dan interpretasi yang terkandung dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, seperti religiusitas, moralitas, kasih sayang, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik. Nilai-nilai tersebut memberikan solusi islami untuk mengatasi berbagai permasalahan rumah tangga, termasuk isu poligami, ketidakpercayaan, dan konflik emosional. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan pendidikan Islam dalam film dapat dijadikan panduan untuk membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film <em>Surga yang Tak Dirindukan</em> dapat dijadikan media pembelajaran yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai Islam dalam kehidupan rumah tangga. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat dakwah yang memberikan wawasan mendalam mengenai solusi islami terhadap konflik rumah tangga.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pendidikan Islam, problematika rumah tangga, nilai Islam, film <em>Surga yang Tak Dirindukan</em>.<em><br></em></p> Dira Sundari Juwita 10030121067 Dedih Surana Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-03 2025-02-03 5 1 239 244 10.29313/bcsied.v5i1.18260 HUBUNGAN PANDANGAN SISWA TENTANG METODE PEMBELAJARAN GURU PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA AL FALAH KOTA BANDUNG https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18316 <p>Abstract : His study aims to analyze the relationship between students' perceptions of Islamic Religious Education (PAI) teachers' teaching methods and students' learning motivation at SMA Al Falah Kota Bandung. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 90 eleventh-grade students, selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. The findings revealed that the lecture method remains the primary teaching approach used by PAI teachers, but most students perceive it as monotonous and less engaging. In contrast, the discussion method is considered more appealing and can enhance student engagement in learning. The simple regression analysis indicated a significant relationship between students' perceptions of teaching methods and their learning motivation, with a correlation value of r = 0.558, classified as a moderate correlation. These findings confirm that varied and interactive teaching methods can significantly improve students' learning motivation. Therefore, it is recommended that teachers adopt more creative and engaging teaching strategies, such as project-based learning, interactive discussions, and the use of digital media, to create a more engaging and conducive learning environment for students.</p> <p>Keywords: teaching methods, learning motivation, Islamic Religious Education, lecture method, discussion method</p> <p>Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pandangan siswa terhadap metode pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan motivasi belajar siswa di SMA Al Falah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 90 siswa kelas XI, yang dipilih dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah masih menjadi metode utama yang digunakan oleh guru PAI, namun sebagian besar siswa menganggapnya monoton dan kurang menarik. Sebaliknya, metode diskusi dinilai lebih menarik dan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pandangan siswa terhadap metode pembelajaran dengan motivasi belajar siswa, dengan nilai korelasi r = 0,558 yang berada dalam kategori hubungan sedang.Temuan penelitian ini menegaskan bahwa metode pembelajaran yang bervariasi dan interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Oleh karena itu, disarankan agar guru lebih kreatif dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi interaktif, serta pemanfaatan media digital, guna menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan kondusif bagi siswa.</p> <p>Kata Kunci: metode pembelajaran, motivasi belajar, Pendidikan Agama Islam, metode ceramah, metode diskusi</p> <p>&nbsp;</p> Reva Rivaldo 10030120059 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-05 2025-02-05 5 1 245 250 10.29313/bcsied.v5i1.18316 Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Mata Pelajaran PAI untuk Membentuk Karakter Cinta Damai di Sekolah Dasar Pelita Kota Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18326 <p>Abstract. In an attempt to help students at Pelita Elementary School in Bandung City develop peaceful dispositions, this study will investigate how the Contextual Teaching and Learning (CTL) model is applied in Islamic Religious Education (PAI) courses. Data for this study was gathered by observation, interviews, and recording using a qualitative descriptive method. The study's findings demonstrate that using the CTL model can help students better comprehend the importance of cooperation, tolerance, and amicable dispute resolution. Numerous elements, including teacher preparation, school support, and student participation in the learning process, contribute to this model's success. However, this study also identifies obstacles, including limited facilities and differences in students' initial understanding of the concept of peace-loving. This study recommends strengthening the implementation of CTL through training for teachers and the integration of peace-loving values in a more comprehensive curriculum.<br>Keyword: Contextual Teaching and Learning, Islamic Religious Education, Peace-loving Character, Elementary School</p> <p>Abstrak. Dalam upaya membantu anak-anak di Sekolah Dasar Pelita di Kota Bandung mengembangkan karakter cinta damai, penelitian ini akan melihat bagaimana pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) diterapkan dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model CTL dapat membantu peserta didik lebih memahami nilai-nilai kerjasama, toleransi, dan penyelesaian sengketa secara damai. Keberhasilan model ini didukung oleh berbagai faktor, seperti dukungan sekolah, pelatihan guru, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Meski demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala, antara lain keterbatasan fasilitas serta perbedaan pemahaman awal peserta didik tentang konsep cinta damai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelaksanaan CTL melalui pelatihan bagi guru dan integrasi nilai cinta damai dalam kurikulum yang lebih komprehensif.<br>Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Pendidikan Agama Islam, Karakter Cinta Damai,&nbsp;Sekolah&nbsp;Dasar</p> Dina Nurdiana 10030121114 Eko Surbiantoro Dewi Mulyani Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-06 2025-02-06 5 1 251 256 10.29313/bcsied.v5i1.18326 Studi Komparasi Penguatan Karakter Disiplin Melalui Ekstrakurikuler Pramuka dan Paskibra Di SMK Bintang Harapan Bekasi https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18328 <p><strong>Abstract.</strong> This study is about the comparative improvement of discipline character through extracurricular activities in the Scout (Pramuka) and Paskibra (Flag Raising) programs at SMK Bintang Harapan. This study emphasizes the importance of character education in shaping students' attitudes and behaviors, especially focusing on discipline as an important component of character development. The methodology is in the form of qualitative data collection through field notes, which are then reduced, described, analyzed, and interpreted to reveal factual insights in a natural setting. The analysis is structured into several stages, including data presentation in an integrated descriptive format and comparative analysis to answer the research questions. The findings indicate that participation in Scouting significantly increases students' self-confidence, communication skills, social abilities, and teamwork, while also instilling values such as responsibility and environmental awareness. In addition, this study highlights the positive impacts of being involved in Scouting, such as fun outdoor activities and challenges that facilitate learning in a fun environment. However, it also notes challenges such as miscommunication among members and varying personalities, which can be overcome through fostering open communication. while Paskibra develops discipline and independence through structured exercises and activities. This study concludes with recommendations for the Scout program to continue developing engaging and rewarding programs that reach a wider audience, ultimately aiming to grow a better and more character-driven generation of youth. This study contributes to the understanding of how extracurricular activities can effectively enhance character education, especially in the context of discipline.</p> <p>Keywords: <em>Discipline, Character Education,</em> <em>Scouts, Flag Bearer</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini tentang peningkatan komparasi karakter disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler dalam program Pramuka (Pramuka) dan Paskibra (Pengibaran Bendera) di SMK Bintang Harapan. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk sikap dan perilaku siswa, terutama berfokus pada disiplin sebagai komponen penting dari pengembangan karakter. Metodologi berupa pengumpulan data kualitatif melalui catatan lapangan, yang kemudian dikurangi, dijelaskan, dianalisis, dan ditafsirkan untuk mengungkap wawasan faktual dalam pengaturan alami. Analisis disusun menjadi beberapa tahap, termasuk presentasi data dalam format deskriptif terintegrasi dan analisis komparasi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Temuan menunjukkan bahwa partisipasi dalam Pramuka secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa, keterampilan komunikasi, kemampuan sosial, dan kerja tim, sementara juga menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kesadaran lingkungan. Selain itu, penelitian ini menyoroti dampak positif dari terlibat dalam Pramuka, seperti kegiatan luar ruangan yang menyenangkan dan tantangan yang memfasilitasi pembelajaran di lingkungan yang menyenangkan. Namun, ini juga mencatat tantangan seperti miskomunikasi di antara anggota dan kepribadian yang bervariasi, yang dapat diatasi melalui membina komunikasi terbuka . sedangkan paskibra mengembangkan disiplin dan kemandirian melalui Latihan dan kegiatan terstruktur. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk program Pramuka untuk terus mengembangkan program yang menarik dan bermanfaat yang menjangkau khalayak yang lebih luas, yang pada akhirnya bertujuan untuk menumbuhkan generasi pemuda yang lebih baik dan lebih digerakkan oleh karakter. Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana kegiatan ekstrakurikuler dapat secara efektif meningkatkan pendidikan karakter, terutama dalam konteks disiplin.</p> <p>Kata Kunci: <em>Disiplin, Pendidikan Karakter, Pramuka, Paskibra</em></p> Maya Nur Awaliyah 10030121046 dewi mulyani Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-06 2025-02-06 5 1 257 264 10.29313/bcsied.v5i1.18328 Manajemen Program Pembiasaan Bai'at Sebagai Upaya Pengembangan Keberagamaan Santri Di Ma Persis 84 Ciganitri https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18336 <p><strong>Abstract.</strong> This study examines the implementation of the bai'at habituation program as an effort to develop the religious character of students at MA Persis 84 Ciganitri, Bandung Regency. The program aims to shape students' character to exhibit Islamic morals (akhlaqul karimah) through the internalization of Islamic values conducted routinely. This study utilizes a qualitative descriptive approach, employing interviews, observations, and documentation as data collection methods. The findings reveal that the management of the bai'at habituation program involves four key stages: planning, organizing, implementation, and supervision. Factors influencing the program's effectiveness include active involvement of program managers, facility support, and student participation. The program's impact includes increased religious awareness and discipline among students in their daily lives. This study makes a significant contribution to the field of moral and Faith-based education by proposing a structured habituation strategy as an effective step to enhance students' character quality. The bai'at habituation program is designed to serve as an exemplary framework for other educational institutions to follow in fostering a generation that is faithful, devout, and morally upright.</p> <p>Keywords: <em>Bai'at habituation, students religiosity, Islamic character, moral education, and program management</em><em>.</em></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini mengkaji implementasi program pembiasaan bai’at sebagai upaya pengembangan keberagamaan santri di MA Persis 84 Ciganitri, Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah melalui internalisasi nilai-nilai Islami yang dilakukan secara rutin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen program pembiasaan bai’at melibatkan empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program meliputi keterlibatan aktif pengelola, dukungan fasilitas, serta partisipasi santri. Dampak yang dihasilkan mencakup peningkatan kesadaran religius dan kedisiplinan santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berperan signifikan dalam memperkaya wawasan dan pengembangan di bidang Pendidikan baik moral dan agama dengan mengusulkan strategi pembiasaan yang terstruktur sebagai langkah efektif untuk meningkatkan kualitas karakter peserta didik. Program pembiasaan bai’at diharapkan dapat berfungsi sebagai contoh atau pedoman bagi institusi pendidikan lainnya dalam upaya pembentukan generasi muda yang taat beragama, bertakwa, dan memiliki akhlak yang baik.</p> <p>Kata Kunci: <em>Pembiasaan bai’at, keberagamaan santri, karakter Islami, pendidikan moral, dan manajemen program.</em></p> Dinda Amelia Hajrin Wahyu Putri 10030121038 Ayi Sobarna Haditsa Qur'ani Nurhakim Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-06 2025-02-06 5 1 265 272 10.29313/bcsied.v5i1.18336 Pengelolaan Pembelajaran Video Based Learning Pada Mata Pelajaran Akhlak Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Khoir Kabupaten Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18344 <p><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Abstract.</span></span> <span class="s13"><span class="bumpedFont20">Moral learning at Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Khoir first used the lecture, story telling, blackboard method, which caused several obstacles experienced by the madrasah, one of which was the feeling of boredom experienced by students during learning and led to a decline in student learning outcomes, one of which was moral values. The teacher and head of the madrasah discussed and decided to hold moral learning using video based learning media. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, which places emphasis on extracting facts in depth and comprehensive analysis. Learning planning is carried out by considering the vision and mission of the madrasah to produce graduates who have noble character, achievement and quality. This program is implemented for students in grades 4 to 6 with a learning schedule every Monday, where the first week is focused on explaining the material and the second week on delivering the material via video. The research results show that video-based learning is successful in increasing student interest and involvement during the learning process. Apart from that, student achievement, especially in moral values, also showed a significant increase. However, implementing this method requires thorough preparation, especially in selecting and compiling video material that is relevant and easy for students to understand.</span></span></p> <p><span class="s13"><span class="bumpedFont20">Keyword : Morals, Video Based Learning</span></span></p> <p>&nbsp;</p> <p class="s14"><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Abstrak</span></span><span class="s15"><span class="bumpedFont20">.</span></span> <span class="s13"><span class="bumpedFont20">Pembelajaran Akhlak di Madrasah Diniyah Takmiliyah Miftahul Khoir pertama menggunakan metode ceramah, bercerita , papan tulis yang dimana hal ini menimbulkan beberapa kendala yang di alami madrasah, salah satunya rasa jenuh yang dialami siswa saat pembelajaran dan menimbulkan menurunya hasil belajar siswa salah satunya nilai akhlak. Guru dan Kepala madrasah berdiskusi dan memutuskan untuk mengadakan pembelajaran akhlak menggunakan media video based learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang memberikan penekanan pada penggalian fakta secara mendalam dan analisis yang komprehensif. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan visi dan misi madrasah untuk mencetak lulusan yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berkualitas. Program ini diterapkan pada siswa kelas 4 hingga 6 dengan jadwal pembelajaran setiap hari Senin, di mana minggu pertama difokuskan pada penjelasan materi dan minggu kedua pada penyampaian materi melalui video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis video based learning berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, prestasi siswa, terutama dalam nilai akhlak, juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Meski demikian, penerapan metode ini membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam memilih dan menyusun materi video yang relevan dan mudah dipahami oleh siswa. </span></span></p> <p class="s14"><span class="s15"><span class="bumpedFont20">Kata Kunci</span></span><span class="s13"><span class="bumpedFont20"> : Akhlak ,Video Based Learning</span></span></p> <p>&nbsp;</p> Ahmad Hafidzin Febriana 1003011977 Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-18 2025-02-18 5 1 273 280 10.29313/bcsied.v5i1.18344 IMPLEMENTASI PROGRAM TUJUH POE ATIKAN (NYUCIKEUN DIRI) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SDN 2 TANJUNGSARI KABUPATEN PURWAKARTA https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18352 <p><strong>Abstract.</strong> Education is a conscious and planned effort in the process of guidance and learning for individuals to grow and develop into independent, responsible, creative, knowledgeable, healthy and noble human beings. This research aims to find out how to form religious character in Tanjungsari Elementary School, Purwakarta Regency by implementing the Tujuh Poe Atikan (Nyucikeun Diri) program in terms of planning, implementation and evaluation of the program. In this study, the researcher used an analytical descriptive research method with a case study type. When planning this self-help program (Seven Poe Atikan), of course, there is a direction from the education office which includes the preparation of schedules, implementation guidelines, and strategic steps to ensure that this activity is in accordance with the goals that have been set. In addition, the school also involves parents through socialization to provide understanding and support for the program, so that its implementation can run optimally. religious character of students at SDN 2 Tanjungsari, Purwakarta Regency. Implementation activities are the core of the Self-Help Program. Where all activity processes are contained in this implementation. This self-help program which was carried out at SDN 2 Tanjungsari in 2015 aims to shape the character of students by instilling divine values to get closer to Allah. With this program, it can build students with noble character.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords: Religious Character, <em>Seven Points of Victory </em>Self-Improvement</strong></p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak berkarakter)mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembentukan karakter religius di SD Tanjungsari Kabupaten Purwakarta dengan cara menerapkan program Tujuh Poe Atikan <em>Nyucikeun Diri </em>dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi program. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan tipe studi kasus. Ketika dalam merencanakan program nyucikeun diri <em>Tujuh Poe Atikan </em>ini tentunya terdapat arahan dari dinas pendidikan yang mencakup penyusunan jadwal, pedoman pelaksanaan, dan langkah-langkah strategis untuk memastikan kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, pihak sekolah juga melibatkan orang tua melalui sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan dukungan terhadap program tersebut, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara maksimal. karakter religius peserta didik di SDN 2 Tanjungsari Kabupaten Purwakarta. Kegiatan pelaksanaan merupakan inti dari Program Nyucikeun Diri. Yang dimana semua proses kegiatan terdapat dalam pelaksanaan ini. program nyucikeun diri ini yang dilaksanakan di SDN 2 Tanjungsari pada tahun 2015 bertujuan membentuk karakter peserta didik dengan menanamkan nilai-nilai ilahi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan program ini dapat membangun peserta didik yang berakhlak mulia.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: Karakter Religius, <em>Tujuh Poe Atikan Nyucikeun Diri</em></strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Shofia Nurhumaira Salma 10030119143 Dr. H. Aep Saepudin, Drs., M.Ag Dr. Giantomi Muhammad, M.M.Pd Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-19 2025-02-19 5 1 281 288 10.29313/bcsied.v5i1.18352 Pendekatan Guru Pai Dalam Penerapan Sikap Disiplin Siswa Di Smpn 3 Klari Karawang https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSIEd/article/view/18353 <p><strong>Abstract.</strong> This study aims to explore the approach of Islamic Religious Education teachers in implementing discipline. This study is an empirical study using qualitative descriptive methods, with theoretical and empirical studies presented in narrative texts. The results of the study indicate that the strategy used by Islamic Religious Education teachers in implementing student discipline emphasizes religious habituation activities. The method used is through direct interaction and a consistent habituation cycle. The techniques applied are by understanding the background of students, utilizing learning media, and collaborating with parents.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pendekatan guru PAI dalam menerapkan sikap disiplin. Penelitian ini merupakan penelitian empirik yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan kajian teoritis dan empiris yang disajikan dalam teks naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh guru PAI dalam menerapkan sikap disiplin siswa dengan menekankan pada kegiatan pembiasaan keagamaan. Metode yang digunakannya yakni melalui interaksi langsung dan siklus pembiasaan yang konsisten.Teknik yang di terapkannya yaitu dengan memahami latar belakang siswa, pemanfaatan media pembelajaran, dan kolaborasi dengan orang tua.</p> Muhammad Farid Aditya 10030119132 Nan Rahminawati Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Islamic Education 2025-02-19 2025-02-19 5 1 289 296 10.29313/bcsied.v5i1.18353