Implementasi Metode Tartili dalam Program Pembelajaran Al-Qur’an Siswa SDIT Al-Irsyad Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung

Authors

  • Athiyah Tri Wulandari Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
  • Dr. H. Ikin Akisin, Drs., M.Ag.

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v3i2.9274

Keywords:

Tartili Method, Al-Qur'an Learning, Metode Tartili, Pembelajaran Al-Qur'an

Abstract

Abstract. The role of the Qur'an is so important in human life, as a first step in creating a generation of Qur'anic-minded Muslims, it is certainly necessary to instill a love of the Qur'an in children and try to learn it. Currently, 72% of Muslims in Indonesia have difficulty reading the Qur'an. Given the important role of the Qur'an in guiding and directing humans, learning the Qur'an and then practicing it in life is an obligation. For this reason, it is necessary to apply an effective and efficient method of learning the Qur'an. One of the schools that makes the Qur'an the foundation of education is SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bandung which applies the Tartili method in the Qur'an learning program. The focus of this research is to find out how: (1) planning, (2) implementation, (3) supporting and inhibiting factors, and 4) the advantages and disadvantages of the Tartili method in Qur'anic Learning at SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bandung. This research uses a qualitative approach descriptive method. The type of data used is qualitative data with data collection techniques by observation, interview, and documentation. Data analysis uses reduction, data presentation, triangulation and verification. The results showed that learning planning was prepared from several aspects, namely the policy of changing methods to the Tartili method, Tartili training was given to Qur'an teachers, and preparation of learning administration, including syllabus, annual program, semester program, lesson plans, learning materials and media. The implementation of Qur'an learning is in accordance with the planning that has been done. Supporting factors for Qur'an learning are the completeness of learning media, the application of the Talaqqi system, and teacher competence. The inhibiting factors experienced are the lack of facilities, lack of student concentration, and lack of repetition at home. The advantage of the Tartili method is that the implementation time is relatively short, while the weakness of the Tartili method is that it does not explain tajweed material.

Abstrak. Peran Al-Qur’an begitu penting dalam kehidupan manusia, sebagai langkah awal mencetak generasi Islam berwawasan Al-Qur’an tentu perlu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an pada anak serta berusaha mempelajarinya. Saat ini sebanyak 72% umat Muslim di Indonesia kesulitan membaca Al-Quran. Mengingat pentingnya peran Al-Qur’an dalam membimbing dan mengarahkan manusia, maka mempelajari Al-Qur’an kemudian diamalkan dalam kehidupan merupakan suatu kewajiban. Untuk itu diperlukan penerapan metode pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan efisien. Salah satu sekolah yang menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan pendidikan ialah SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bandung yang menerapkan metode Tartili dalam program pembelajaran Al-Qur'an. Fokus penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) faktor pendukung dan penghambat, serta 4) keunggulan dan kelemahan metode Tartili dalam Pembelajaran Al-Qur'an di SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi, penyajian data, triangulasi dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran disusun dari beberapa aspek, yaitu adanya kebijakan perubahan metode ke metode Tartili, diberikan pelatihan Tartili kepada guru Qur'an, dan persiapan administrasi pembelajaran, meliputi silabus, program tahunan, program semester, RPP, materi dan media pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan. Faktor pendukung pembelajaran Al-Qur'an ialah kelengkapan media pembelajaran, penerapan sistem Talaqqi, dan kompetensi guru. Adapun faktor penghambat yang dialami ialah kurangnya fasilitas sarana, kurangnya konsentrasi siswa, dan kurangnya pengulangan di rumah. Keunggulan metode Tartili ialah waktu pelaksanaan relatif singkat, adapun kelemahan Metode Tartili ialah tidak menerangkan mengenai materi tajwid.

References

[1] Miftahudin, Majid A, Rodliatin, Widianingsih A. Al-Qur’an sebagai Sumber Pendidikan. Pros Semin Pascasarj UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Progr Manaj Pendidik Islam. 2021;1(1):338–63.
[2] Iryani E. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan. J Ilm Univ Batanghari Jambi. 2017;17(3):70.
[3] Asy-Syahida, Nadhifa S, Rasyid AM, Alhamuddin. Efektifitas Implementasi Metode Talaqqi dan Metode Tilawati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an. Univ Islam Bandung. 2021;
[4] Qudsyi H. Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini Berdasarkan Pembelajaran Yang Berbasis Perkembangan Otak. Bul Psikol. 2010;18(2):29.

Downloads

Published

2023-08-08