Implikasi Pendidikan Dari Al-Qur’an Surah An-Najm Ayat 2-10 Tentang Keteladanan Jibril Dalam Menyampaikan Wahyu Terhadap Pembentukkan Kompetensi Guru
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v3i2.8362Keywords:
Keteladanan, Kompetensi, GuruAbstract
Guru mempunyai tanggung jawab sangat besar dalam menjalankan perannya sebagai tenaga pendidik di sekolah. Guru yang kompeten akan melaksanakan tugas belajar mengajar di kelas penuh dengan semangat dan menyenangkan. Akan tetapi, proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah seringkali dirasa kurang efektif dan membosankan, sehingga tujuan pembelajaran yang dirancang oleh guru tidak tercapai sepenuhnya. Realitias di masyarakat membuktikan bahwa pada saat ini masih banyak guru belum memenuhi standar kompetensi yang mumpuni sebagaimana diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan esensi yang muncul dari QS. An-Najm ayat 2-10 berdasarkan pendapat para ahli tafsir, mengidentifikasi pendapat para ahli mengenai keteladanan dan kompetensi guru, serta untuk mengetahui bagaimana implikasi pendidikan dari QS An-Najm ayat 2-10 tentang keteladanan Jibril dalam menyampaikan wahyu terhadap pembentukkan kompetensi guru. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah studi literatur. Disamping itu, penelitian ini menggunakan metode penafsiran Tahlili. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya kompetensi guru yang patut diteladani dari malaikat Jibril pada saat mengajarkan wahyu Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Kompetensi yang dimiliki oleh malaikat Jibril diantaranya terdapat kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Adapun implikasi pendidikan yang terdapat dalam QS. An-Najm ayat 2-10 terhadap pembentukkan kompetensi guru adalah seorang guru hendaklah menguasai bidang ajarnya, memiliki pribadi teladan yang baik, memahami kebutuhan murid, dan bersosialisasi bersama muridnya.
Teachers have a very big responsibility in carrying out their role as educators in schools. Competent teachers will carry out teaching and learning tasks in class with enthusiasm and fun. However, the learning process that takes place in schools is often felt to be ineffective and boring, so that the learning objectives designed by the teacher are not fully achieved. The reality in the community proves that currently there are still many teachers who do not meet the required competency standards as expected. This study aims to analyze the meaning and essence that emerge from the QS. An-Najm verses 2-10 based on the opinions of the experts, identify the opinions of experts regarding the exemplary and competence of teachers, as well as to find out the educational implications of QS An-Najm verses 2-10 regarding Jibril's example in conveying revelation towards the formation of teacher competence. This study used a qualitative approach with a qualitative descriptive research type, while the data collection technique used was study literature. In addition, this study uses the Tahlili interpretation method. The results of this study indicate that there is teacher competence that should be exemplified by the angel Gabriel when teaching Allah's revelations to the Prophet Muhammad Saw. The competencies possessed by the angel Gabriel include pedagogic, personality, professional, and social competence. The educational implications contained in QS. An-Najm verses 2-10 regarding the formation of teacher competence is that a teacher should mastering his teaching field, having a good role model, understanding student needs, and socialize with students.
References
[2] Al-Mubarakfuri, S. S. (2016). Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8 (A. A. S. H. Bashri (ed.); A. I. Al-Atsari (trans.)). Pustaka Ibnu Katsir.
[3] Az-Zuhaili, W. (2014). Tafsir Al-Munir. Aqidah, Syari’ah, & Manhaj Jilid 14 (Juz 27-28) (A. H. Al-Kattani, M. Subaedi, & A. Ikhwani (trans.)). Gema Insani.
[4] Kemenag RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, Juz 21-30. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
[5] Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif (26th ed.). PT Remaja Rosdakarya.
[6] Mulyasa, E. (2011). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (Mukhlis (ed.)). PT Remaja Rosdakarya.
[7] Musfah, J. (2011). Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik (1st ed.). Kencana.
[8] Quthb, S. (2004). Tafsir Fi Zhilalil Qur’an Di Bawah Naungan Al-Qur’an Jilid 11 (A. A. S. Basyarahil & H. N. Wahid (eds.); A. Yasin, A. H. Al-Kattani, & I. A. Shomad (trans.)). Gema Insani.
[9] Rochman, C., & Gunawan, H. (2016). Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru: Menjadi Pendidik yang Dicintai dan Diteladani Siswa (I. Kurniawan (ed.)). Penerbit Nuansa.
[10] Saefullah, & Abdurrahman. (2010). Tafsir Al-Qur’an Juz XXVII Universitas Islam Bandung. LSI Unisba.
[11] Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an Volume 13. Lentera Hati.
[12] Suprihatiningrum, J. (2016). Guru Profesional: Pedoman Kinerja, Kualifikasi, & Kompetensi Guru (R. K. Ratri (ed.)). Ar-Ruzz Media.