Dampak Pola Asuh Orang Tua terhadap Motivasi Mengaji Anak Usia 12-15 Tahun Pasca Belajar dari Rumah

  • Rini Riyani Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung
  • Asep Dudi Suhardini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung
  • Huriah Rachmah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung
Keywords: Motivasi, Pola asuh, Mengaji

Abstract

Abstract. The involvement of parents in the implementation of learning from home is very important not only at certain times but in daily life parents are also very much needed, motivation that is able to provide encouragement to children with the best parenting patterns starting from parenting in the form of examples, habituation, appreciation or rewards and also punishments. which can not be separated from the interaction of parents to children, namely the application of harmonious parenting, but there are kinds of parenting styles that are coercive, and there are also those who ignore children. This research uses qualitative research with case study method in three families, each of which has children aged 12-15 years. The results of this study indicate that from the three children there are motivations that arise within themselves with the same goals of each child, namely they both want to be hafidz, then the parenting pattern of the three parents as a whole, the first, second and third parents do the care properly, starting from introducing the Qur'an from childhood between 3-6 years, advising children, providing examples, and appreciating children's learning outcomes in the Koran, the conclusion is that there is motivation that arises from outside or extrinsic, namely from parents by way of parenting. which is able to motivate children to recite the Koran, so that children are able to recite the Koran smoothly.

Abstrak. Keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan belajar dari rumah sangat penting bukan hanya waktu tertentu saja tetapi dalam keseharian orang tua juga sangat dibutuhkan, motivasi yang mampu memberikan dorongan kepada anak dengan pola asuh yang terbaik mulai dari pengasuhan berupa tauladan, pembiasaan, apresiasi atau reward  dan juga hukuman yang tidak lepas dari interaksi orang tua kepada anak, yaitu dengan penerapan pola asuh yang harmonis, namun terdapat macam pola asuh orang tua yang bersifat memaksa, dan ada juga yang mengabaikan anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga keluarga yang masing-masing memiliki anak berusia 12-15 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari ketiga anak terdapat motivasi yang timbul dalam dirinya sendiri dengan persamaan tujuan dari masing-masing anak yaitu sama-sama ingin menjadi hafidz, kemudian pola asuh dari ketiga orang tua secara keseluruhan, orang tua pertama, kedua dan ketiga melakukan pengasuhan dengan baik, mulai dari mengenalkan al-qur’an sejak kecil antara 3-6 tahun, menasehati anak, memberikan keteladanan, dan mengapresiasi hasil belajar anak dalam mengaji, maka kesimpulannya terdapat motivasi yang timbul dari luar atau ekstrinsik yaitu dari orang tua dengan cara pengasuhannya yang mampu memotivasi anak untuk mengaji, sehingga anak mampu untuk mengaji dengan lancar.

Published
2022-08-01