Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran Al-Quran Hadis dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas VIII MTs Al-Marfu’ah Garut

Authors

  • Imas Nurkhopipah Pendidikan Agama Islam
  • Asep Dudi Suhardini
  • Iwan Sanusi

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.26334

Keywords:

Pemanfaatan YouTube, Media Pembelajaran Al-Quran Hadis, Minat Belajar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya minat belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Al-Quran Hadis serta perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengatasi kejenuhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran, dampaknya terhadap minat belajar, serta faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Al-Marfu’ah Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada kepala sekolah, guru Al-Quran Hadis, dan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan melalui penyusunan RPP berbasis teknologi dan pemilihan konten yang relevan. Pelaksanaan berjalan secara interaktif, dan terbukti mampu menumbuhkan minat belajar yang ditandai dengan peningkatan perhatian, rasa senang, serta keaktifan siswa. Faktor pendukung berupa fasilitas sekolah dan kemampuan digital guru, sedangkan penghambat berupa gangguan jaringan, iklan, dan keterbatasan perangkat.

Kata Kunci: Pemanfaatan YouTube, Media Pembelajaran Al-Quran Hadis, Minat Belajar.

Abstract. This study was motivated by the suboptimal learning interest of eighth-grade students in the Quran and Hadith subject, and the need for more interactive learning media to overcome student boredom. The objectives are to describe the use of YouTube as a learning medium, its impact on learning interest, as well as supporting and inhibiting factors at MTs Al-Marfu’ah Garut. This research employed a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, Quran and Hadith teacher, and eighth-grade students. The results show that planning is carried out through IT-based lesson plans and relevant content selection. Implementation runs interactively and effectively fosters learning interest, marked by increased attention, enjoyment, and active participation. Supporting factors include school facilities and teachers’ digital competence, while obstacles include network instability, advertisements, and limited equipment.

Keywords: Use of YouTube, Quran and Hadith Learning Media, Learning Interest.

References

Daftar Pustaka
[1] Kotler P. Manajemen Pemasaran [Internet]. Jakarta: Indeks; 2005. Available from: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=618936 Amaliyah, N. (2023). Pemanfaatan media YouTube dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 45–58.
[2] Darajat, Z. (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Remaja Rosdakarya.
[3] Jamila, S., & Ammar, M. (2024). Pengaruh media audiovisual berbasis YouTube terhadap minat belajar siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 9(1), 112–125.
[4] Mahmudah, S. (2016). Konsep minat belajar dalam perspektif psikologi pendidikan Islam. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 4(1), 78–92.
[5] Neldi, A., dkk. (2025). Keefektifan YouTube sebagai sumber belajar dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(3), 201–215.
[6] Pitaloka, D., dkk. (2022). Peran teknologi digital dalam inovasi pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Jurnal Inovasi Pendidikan, 7(2), 33–47.
[7] Sanjaya, W. (2021). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.

Published

2026-08-21