Konsep Radha’ah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 233: Analisis dalam Perspektif Psikologi Perkembangan Anak
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.26255Keywords:
Radha’ah, pendidikan keluarga Islam, perkembangan anak.Abstract
Abstract. Radha’ah in QS. Al-Baqarah verse 233 reflects an Islamic concept of child nurturing that supports children's early psychological development. This study aims to analyze the concept of radha’ah in QS. Al-Baqarah verse 233 based on Qur'anic exegesis and to examine its implications for child psychological development. This research employed a qualitative approach with library research using the thematic (maudhu'i) interpretation method. Primary data were obtained from the Qur'an and selected tafsir literature, while secondary data were collected from books and scientific articles on developmental psychology and Islamic family education. Data were analyzed through content analysis. The findings reveal three essential principles of radha’ah: the family as the child's first educational environment, tarbiyah bil marhamah as compassionate parenting, and collaborative parenting as the shared responsibility of both parents. These principles contribute to secure attachment, emotional regulation, trust, and healthy social development during early childhood. The study concludes that the concept of radha’ah in QS. Al-Baqarah verse 233 provides an educational foundation for optimizing children's psychological development through Islamic family education.
Keywords: Radha’ah, QS. Al-Baqarah verse 233, developmental psychology, Islamic family education, child development.
Abstrak. Radha’ah dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 merupakan konsep pengasuhan anak yang mendukung perkembangan psikologis pada masa awal kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep radha’ah dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 berdasarkan penafsiran para mufasir serta mengkaji implikasinya terhadap perkembangan psikologis anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui metode tafsir maudhu'i. Data primer diperoleh dari Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel ilmiah tentang psikologi perkembangan serta pendidikan keluarga Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan tiga esensi radha’ah, yaitu keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak, tarbiyah bil marhamah sebagai pola pengasuhan berlandaskan kasih sayang, dan collaborative parenting sebagai tanggung jawab bersama ayah dan ibu. Ketiga esensi tersebut mendukung terbentuknya secure attachment, regulasi emosi, rasa percaya, dan perkembangan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep radha’ah dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 menjadi landasan pendidikan keluarga Islam yang berkontribusi terhadap perkembangan psikologis anak.
Kata Kunci: Radha’ah, QS. Al-Baqarah ayat 233, psikologi perkembangan, pendidikan keluarga Islam, perkembangan anak.
References
[2] Bowlby J. Attachment and Loss. Vol. 1: Attachment. 2nd ed. New York: Basic Books; 1982.
[3] Erikson EH. Childhood and Society. New York: W.W. Norton & Company; 1963.
[4] Ibnu Katsir. Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Vol. 1. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah; 1998.
[5] Ismail. Syariat Menyusui dalam Al-Qur'an (Kajian Surat Al-Baqarah Ayat 233). Jurnal At-Tibyan. 2018;3(1):69–84.
[6] Moleong LJ. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya; 2017.
[7] Minanda AP. Peran Ibu sebagai Madrasah Al-Ula dalam Pendidikan Karakter Islami Anak Milenial. Journal of Quranic Revelation and Society. 2022.
[8] Pratiwi YD, Ladamay OMMA. Ibu adalah Sekolah Pertama (Al Ummu Madrasatul Ula) dalam Perspektif Hadis. Jurnal Riset Agama. 2022;2(3):142–156.
[9] Santrock JW. Life-Span Development. 13th ed. New York: McGraw-Hill; 2011.
[10] Shihab MQ. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an. Vol. 1. Jakarta: Lentera Hati; 2002.
[11] Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta; 2020.
[12] Surin B. Tafsir Az-Zikra. Vol. 1. Bandung: Angkasa; 2002.
[13] Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir fi al-'Aqidah wa al-Syari'ah wa al-Manhaj. Vol. 2. Damaskus: Dar al-Fikr; 2009.
[14] Al-Maraghi AM. Tafsir Al-Maraghi. Vol. 2. Beirut: Dar al-Fikr; 1974.