Perbandingan Efektivitas Project Based Learning Melalui Proyek Poster Dan Proyek Cerita Dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai Toleransi Siswa Kelas V SDN 1 Cibodas
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.26204Keywords:
Project Based Learning, Pendidikan Agama Islam, proyek poster, proyek cerita, pemahaman nilai toleransiAbstract
This study is motivated by the importance of enhancing students' understanding of tolerance values within Islamic Religious Education (PAI) instruction through learning models that actively engage students. The study aims to determine the difference in effectiveness between two Project-Based Learning approaches poster projects and story projects in improving students' understanding of tolerance values. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a Pretest-Posttest Two Treatment Group design. The sample consisted of 67 students divided into two groups: 35 students participated in the poster project, and 32 students participated in the story project. Data were collected via questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, Paired Sample t-Tests, Independent Sample t-Tests, and Normalized Gain (N-Gain) analysis with the aid of SPSS. The results indicate that implementing Project-Based Learning through either poster or story projects effectively improves students' understanding of tolerance values. However, a difference in effectiveness was observed; the poster project proved more effective than the story project in enhancing students' understanding of tolerance values. Consequently, the Project-Based Learning model utilizing poster projects is more effective for Islamic Religious Education instruction aimed at improving students' understanding of tolerance values at SDN 1 Cibodas.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pemahaman nilai toleransi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model Project Based Learning melalui proyek poster dan cerita dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental) menggunakan desain Pretest-Posttest Two Treatment Group Desain. Sampel penelitian berjumlah 67 siswa yang terdiri dari dua kelompok yaitu, 35 siswa memperoleh perlakuan dengan membuat proyek poster, dan 32 siswa memperoleh perlakuan dengan membuat proyek cerita. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-Test, Independent sample t-Test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melalui proyek poster maupun proyek cerita sama-sama meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Selain itu, terdapat perbedaan efektivitas antara kedua jenis proyek tersebut, di mana proyek poster menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan proyek cerita dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Dengan demikian, model Project Based Learning melalui proyek poster lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa di SDN 1 Cibodas.
References
[2] Widiastuti, Ariani Risda, and Saputri Tia, “Peran Pendidikan Dalam Membentuk Sikap Toleransidan Kerja Sama Di Sekolah Dasar,” 2023.
[3] Lalu Muktar and L. I. Burhan, “Pendekatan Kontekstual Berbasis Nilai untuk Pendidikan Toleransi: Studi Kualitatif pada Sekolah Multikultural,” CENDEKIA J. Pendidik. Terintegrasi, vol. 1, no. 2, pp. 36–53, 2025, doi: 10.63982/1kwq1h20.
[4] Probowo Haris, “Riset Setara Institute: 70,2% Siswa SMA Berpandangan Toleran,” https://tirto.id/riset-setara-institute-702-siswa-sma-berpandangan-toleran-gHER?, 2023.
[5] Nafisa, “Metode Penelitian Eksperimen: Konsep, Prosedur, dan Penerapannya,” 2024.
[6] M. Q. Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
[7] Ahmad, E. Eka Saputra, and A. Suziman, “Integrasi Pendekatan Teori Belajar Konstruktivisme Melalui Model Project-Based Learning pada Pembelajaran Ips di Sekolah Dasar,” Sulawesi Tenggara Educ. J., vol. 1, no. 2, pp. 469–475, 2025.
[8] B. Tohari and A. Rahman, “Konstruktivisme Lev Semonovich Vygotsky dan Jerome Bruner: Model Pembelajaran Aktif dalam Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak,” Nusant. J. Pendidik. Indones., vol. 4, no. 1, pp. 209–228, 2024, doi: 10.14421/njpi.2024.v4i1-13.
[9] R. Nurhayati, “Learning By Doing (John Dewey) Dalam Pendidikan Agama Islam,” vol. 2, no. 2, pp. 306–312, 2024.
[10] C. Kustandi et al., “Pemanfaatan Media Visual Dalam Tercapainya,” vol. 10, no. 2, pp. 291–300, 2021.
[11] B. A. Pratiwi, Sumiyadi, and R. Nugroho Adi, “Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Proyek untuk Pengembangan Keterampilan Menulis Cerita Pendek di SMP,” vol. 10, no. 3, pp. 2998–3009, 2024.
[12] R. Krisnawati, “Dampak Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Kolaboratif Siswa Sekolah Dasar Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran ( JTPP ),” vol. 03, no. 02, pp. 276–282, 2025.