Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Q. S. Al-Ma'arij Ayat 22-35 Tentang Akhlak Seorang Mukmin Yang Ideal
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.26075Keywords:
Q. S. Al-Ma'arij ayat 22-35, mukmin ideal, nilai-nilai pendidikanAbstract
Abstract. Islamic religious education rests on three pillars faith (aqidah), sharia, and akhlak (ihsan) which should culminate in a stable, spontaneous moral character. Yet a persistent gap exists between religious theory and everyday behavior, evident in eroding social-media ethics, online gambling, student violence, academic plagiarism, and declining respect toward teachers and parents. These phenomena suggest that religious education often reaches only the cognitive or memorization level without shaping genuine moral character. This library research uses a qualitative approach with the tahlili interpretation method to analyze Q.S. Al-Ma'arij verses 22–35, drawing on five tafsir works: Ibn Katsir, At-Tabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, and the Indonesian Ministry of Religious Affairs' tafsir. It aims to uncover the mufassirs' interpretations, relate them to Islamic educational theory on the ideal believer, and formulate the educational values embedded in the text. Findings show that the ideal believer is not merely personally pious but socially mature. The passage begins and ends with continuous, well-maintained prayer (da'imun and yuhafizhun), which eliminates complaint (halu'an) and miserliness (manu'an) and gives rise to concrete social action: spending part of one's wealth, guarding one's honor, keeping promises, safeguarding trust (amanah), and giving honest testimony. The study also distinguishes akhlak from character: character rests on reasoning and social habituation (Lickona, Kohlberg), while akhlak stems from inner consciousness rooted in Islamic values (Al-Ghazali). This research offers a conceptual, Qur'an-based reference for educators, students, and future researchers to help close the moral gap between religious theory and everyday practice.
Keywords: Q. S. Al-Ma'arij verses 22-35, ideal believer, educational values.
Abstrak. Pendidikan Agama Islam berpijak pada tiga pilar utama iman (akidah), Islam (syariat), dan ihsan (akhlak) yang seharusnya bermuara pada terbentuknya kondisi jiwa yang stabil dan spontan. Namun realitanya, muncul kesenjangan antara pemahaman teori agama dan perilaku sehari-hari, tampak dari hilangnya etika di media sosial, maraknya judi online, kekerasan antarpelajar, plagiarisme akademik, hingga menurunnya sopan santun terhadap guru dan orang tua. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pendidikan agama sering kali baru menyentuh aspek kognitif atau hafalan, belum membentuk akhlak yang sesungguhnya. Penelitian kepustakaan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tahlili terhadap Q. S. Al-Ma'arij ayat 22–35, merujuk pada lima kitab tafsir: Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, dan Tafsir Kemenag RI. Penelitian bertujuan menganalisis esensi ayat menurut para mufassir, mengaitkannya dengan teori pendidikan Islam tentang karakteristik mukmin ideal, serta merumuskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukmin ideal tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga matang secara sosial.
Kata Kunci: Q. S. Al-Ma'arij ayat 22-35, mukmin ideal, nilai-nilai pendidikan.
References
Afandi, S. (2019). Kajian Hadits Jibril dalam Perspektif Pendidikan (Kajian Materi Pembelajaran dan Metode Pembelajaran). Jurnal Penelitian Keislaman, 15(1), 29–42. https://doi.org/10.20414/jpk.v15i1.525
'Aimah, S., & Alizar, M. (2023). Pendidikan Karakter Dan Akhlak Menurut Perspektif Barat Dan Islam Dalam Pendidikan Modern. At-Taysir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1).
Akhyar, S. (2021). Eksistensi Metode Tafsir Tahlili Dalam Penafsiran Al-Qur'an. Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam, 71(1).
Al-Maraghi, A. M. (1993). Tafsir Al-Maraghi Juz 29 (Terjemahan) (2nd ed., Vol. 29). CV. Toha Putra Semarang.
Al-Qurthubi, S. (2007). Tafsir Al-Qurthubi Jilid 19 (Terjemahan) (Vol. 19). Pustaka Azzam.
Amin, S. (2022). Ilmu Akhlak (1st ed.). Amzah.
Abrori, M. C. (2023). Konsepsi Pendidikan Karakter Islam dan Barat (Studi Komparasi pemikiran Imam Al-Ghazali dan Thomas Lickona) [Tesis]. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Arif, I. El, Nahar, S., & Sumanti, S. T. (2024). Pendidikan Ibadah dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar (Telaah atas Surat Al-Ma'arij Ayat 19-35). Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 18(4), 2706. https://doi.org/10.35931/aq.v18i4.3622
Arifah, M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Cara Mengelola Emosi dalam Surah Al-Maarij Ayat 19-27. Konferensi Nasional Mahasiswa Bahasa Dan Sastra Arab.
Ath-Thabari, A. J. M. bin J. (2007). Tafsir Ath-Thabari Jilid 25 (Terjemahan) (Vol. 25). Pustaka Azzam.
Daryanto, & Darmiatun, S. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah (1st ed.). Gava Media.
Dewi, E., Muhammad, D., & Susandi, A. (2022). Peran Pendidikan Akhlak Dalam Penanggulangan Krisis Moralitas Sosial Di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(1).
Dzulfikar, L., R. A., S. F., A. A. H. (2024, May 11). Maraknya Joki di Kampus: Ambiguitas Hukum dan Lemahnya Dukungan Akademik Untuk Mahasiswa. The Conversation.
Ekawati, L., & Sa, U. (2019). Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Al-Qur'an Surah Al-Ma'arij Ayat 19-35 (Kajian Tafsir Al-Maraghi). KUTTAB: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(1).
Erika Kurnia. (2021, February 26). Literasi Digital untuk Hadang Hoaks. Kompas.Id.
Hidayatulloh, R., & Sofi'i, I. (2024). Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Yang Religius Dan Moderat. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(11), 1149–1156. https://doi.org/10.62335
Humas KPAI. (2025, November 19). Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, KPAI Desak Reformasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Aman Anak. KPAI.
Ismail bin Umar bin Katsir Al-Quraisy Ad-Damasyqi. (2016). Shahih Tafsir Ibnu Katsir Jilid 9 (Terjemahan) (14th ed., Vol. 9). Pustaka Ibnu Katsir.
Kementrian Agama RI. (2019). Aplikasi Qur'an Kemenag (3.0). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Mz, S. R. (2018). Akhlak Islami Perspektif Ulama Salaf. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 7(01), 67. https://doi.org/10.30868/ei.v7i01.212
Muslim, Lubis, J. A., Fitri, S., Tobroni, & Widodo, J. (2025). Horizon Pendidikan: Filsafat, Teori dan Ide-Ide Baru (1st ed.). PT. Adab Indonesia.
Nahdiyatul Husna, & Herwati. (2022). Internalisasi Kegiatan “Jum'at Shodaqoh” dalam Membentuk Sikap Kepedulian Sosial Siswa MA Nahdlatul Ulama' Kraksaan Probolinggo. Jurnal Mu'allim, 4(2), 38–56. https://doi.org/10.35891/muallim.v4i2.3077
Nur, J. M., Azhari, A., & Urka, A. (2020). Implementasi Prinsip Yakin pada Rukun Iman dalam Konseling Islam. Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, Dan Psikoterapi Islam, 8(3), 255–270. https://doi.org/10.15575/irsyad.v8i3.2049
Prasetyo, A. (2026, January 17). Kasus Guru Dikeroyok Murid, KPAI: Jalur Hukum tak Selesaikan Masalah. Media Indonesia.
Reksiana. (2018). Kerancuan Istilah Karakter, Akhlak, Moral dan Etika. THAQAFIYYAT, 19(1).
Saiful, S., Yusliani, H., & Rosnidawarti, R. (2022). Implementasi Pendidikan Karakter: Perspektif Al-Ghazali & Thomas Lickona Di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Meunara Baro Kabupaten Aceh Besar. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(1).
Sutono, A., & Noorzeha, F. (2022). Moralitas, Agama, dan Budaya: Dialektika Pendidikan Karakter Bangsa (Studi Kasus Lunturnya Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Jawa). 1186–1202.
Syahputra, R. (2025). Analisis Kepribadian Qur'ani: Perspektif Keseimbangan Ruhani dan Jasmani pada Mukmin, Munafik, dan Kafir dalam Tafsiran Islam. Al-Ghaaziy: Jurnal Ilmu Al-Qur'an Dan Tafsir, (2).
Tempo.co. (2024, December 1). Berantas Kemiskinan Baru dan Kehancuran Keluarga Dengan Perang Judi Online. Tempo.Co.