Nilai-Nilai Pendidikan Interaksi dengan Orang Asing dalam Q.S. Al-Qashash Ayat 23-28 tentang Husnul Mu'amalah
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.26058Keywords:
Kata kunciAbstract
Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai pendidikan interaksi dengan orang asing yang terkandung dalam Q.S. Al-Qashash ayat 23-28 tentang husnul mu'amalah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala pergeseran nilai dalam interaksi sosial di era globalisasi, seperti kecurigaan, intoleransi, xenofobia, dan eksploitasi terhadap pihak yang lemah ketika berhadapan dengan orang yang belum dikenal, sementara pendidikan Islam formal masih jarang mengajarkan etika sosial kontekstual secara eksplisit. Permasalahan yang dirumuskan: (1) bagaimana pendapat para mufasir mengenai Q.S. Al-Qashash ayat 23-28; (2) apa esensi yang terkandung dalam ayat tersebut; (3) bagaimana teori husnul mu'amalah dan teori sosial yang relevan menjelaskan esensi itu; dan (4) nilai-nilai pendidikan apa yang dapat diambil darinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa Q.S. Al-Qashash ayat 23-28 beserta kitab tafsir At-Thabari, Ar-Razi, Ibnu Katsir, Sayyid Quthb, dan Ibnu 'Asyur, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah relevan, termasuk teori sosial Simmel, Soekanto, Dewey, Buber, Habermas, dan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ayat berfokus pada husnul mu'amalah, batasan moral antargender, dan profesionalisme dalam bekerja. Empat esensi utama yang ditemukan: membantu orang yang kesulitan, memberikan rasa aman, tidak mengharapkan imbalan, dan tidak memanfaatkan kebaikan orang lain, yang melahirkan tujuh nilai pendidikan: kepekaan sosial, kesegeraan bertindak, keamanan emosional, husnuzan, keikhlasan, interaksi dialogis, dan pemberdayaan yang bermartabat terhadap orang asing.
Abstract. This study examines the educational values of interaction with strangers contained in Surah Al-Qashash verses 23-28 concerning husnul mu'amalah (excellent conduct in social interaction). It is motivated by a shift in social values in the era of globalization, such as suspicion, intolerance, xenophobia, and exploitation of vulnerable people when dealing with strangers, while formal Islamic education still rarely teaches contextual social ethics explicitly. The problems formulated are: (1) how do commentators interpret Surah Al-Qashash 23-28; (2) what essence is contained in the verses; (3) how does the theory of husnul mu'amalah and relevant social theory explain that essence; and (4) what educational values can be drawn from it. This research uses a qualitative approach with a descriptive method and library research design. Primary data are Surah Al-Qashash 23-28 and the exegetical works of At-Thabari, Ar-Razi, Ibn Kathir, Sayyid Quthb, and Ibn 'Ashur, while secondary data are drawn from relevant books and journals, including the social theories of Simmel, Soekanto, Dewey, Buber, Habermas, and Maslow. The results show that the verses center on husnul mu'amalah, moral boundaries between genders, and professionalism at work. Four essential teachings emerge: helping people in difficulty, providing a sense of security, expecting nothing in return, and not exploiting others' kindness, which in turn give rise to seven educational values: social sensitivity, promptness in action, emotional security, husn al-zann, sincerity, dialogical interaction, and dignified empowerment of strangers.
References
[2] Ramayulis R. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Edisi ke-9. Jakarta: Kalam Mulia; 2022.
[3] Mulyana R. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Edisi ke-3. Bandung: Alfabeta; 2021.
[4] Wahyudi A, Hasan M. Prinsip-prinsip Mu'amalah dalam Al-Qur'an: Kajian Tematik dan Aplikasi Kontemporer. Jurnal Studi Al-Qur'an. 2022;18(1):78-101.
[5] Fadholi A. Konsep Dhiyafah dalam Islam dan Relevansinya bagi Pembentukan Masyarakat yang Inklusif. Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan. 2022;15(2):112-134.
[6] Fauzi M. Etika Bergaul dengan Non-Muslim dalam Perspektif Al-Qur'an: Kajian Tafsir Mawdhu'i. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. 2023;6(1):55-79.
[7] Hidayat A, Mulyono T. Konsep Husnul Mu'amalah dalam Perspektif Hadis Nabawi dan Implikasinya bagi Pendidikan Akhlak Sosial. Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman. 2022;8(1):34-58.
[8] Nasution MY. Akhlak dan Etika dalam Islam: Konsep, Teori, dan Implementasi. Edisi ke-2. Jakarta: Prenadamedia Group; 2021.
[9] Marzuqi A. Nilai-nilai Husnul Mu'amalah dalam Al-Qur'an dan Sunnah: Kajian Komprehensif. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Hadis. 2021;4(2):143-168.
[10] Soekanto S. Sosiologi: Suatu Pengantar. Edisi ke-45. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada; 2022.
[11] Mahmud A. Konsep Ta'aruf dalam Al-Qur'an dan Relevansinya bagi Pendidikan Multikultural Islam. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam. 2021;6(2):89-114.