Nilai Pendidikan Dari QS. Al-Hasyr Ayat 18-20 Tentang Kesadaran Eksistensial

Authors

  • Muhammad Fajri Al Atsari Pendidikan Agama Islam
  • Fitroh Hayati
  • Nabilah Nuraini

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.26036

Keywords:

QS. Al-Hasyr ayat 18–20, Nilai pendidikan Islam, Kesadaran eksistensial

Abstract

Abstract. This study examines the educational values contained in QS. Al-Hasyr verses 18–20 concerning existential awareness. Current social realities indicate a decline in existential awareness among the younger generation, reflected in the increase of bullying cases in educational settings from 285 cases in 2023 to 573 cases in 2024, according to data from the Indonesian National Police Criminal Information Center (Pusiknas Polri). This phenomenon highlights the need to strengthen existential awareness within Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research and the tahlili method of Qur’anic exegesis. The primary sources include Tafsir Al-Qur'an Al-‘Azhim by Ibn Kathir, Jami’ al-Bayan by Ath-Tabari, Aysar al-Tafasir by Abu Bakr Al-Jazairi, Tafsir Al-Maraghi by Al-Maraghi, and Ruh al-Ma’ani by Al-Alusi. The findings reveal that QS. Al-Hasyr verses 18–20 contain seven dimensions of existential awareness: muhasabah (self-reflection), life orientation toward the Hereafter, responsibility for the freedom to act, awareness of the transient nature of worldly life, awareness of Allah’s presence as the foundation of existence, moral awareness and integrity, and awareness of human limitations before Allah. These dimensions give rise to seven educational values: reflective character development, meaningful life orientation, moral responsibility, productive use of time, spiritual development, cultivation of noble character, and humility (tawadhu’) accompanied by dependence upon Allah. This study concludes that QS. Al-Hasyr verses 18–20 provides a comprehensive foundation for fostering existential awareness and nurturing individuals who are pious, morally upright, responsible, and oriented toward success in both this world and the Hereafter.

Keywords: QS. Al-Hasyr verses 18–20, Islamic Educational Values, Existential Awareness.

Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan dari QS. Al-Hasyr ayat 18-20 tentang kesadaran eksistensial. Realitas sosial menunjukkan memudarnya kesadaran eksistensial di kalangan generasi muda, ditandai dengan peningkatan kasus perundungan di lingkungan pendidikan dari 285 kasus (2023) menjadi 573 kasus (2024) berdasarkan data Pusiknas Polri. Fenomena ini mendasari perlunya revitalisasi dalam membangun kesadaran eksistensial di ranah pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tahlili. Sumber data primer adalah Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir, Tafsir Jami’ul Bayan karya Ath-Thabari, Aysar At-Tafasir karya Abu Bakar Al-Jazairy, Tafsir Al-Maraghi karya Al-Maraghi, dan Tafsir Ruhul Ma’ani karya Al-Alusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 mengandung tujuh esensi kesadaran eksistensial, yaitu muhasabah sebagai kesadaran diri, orientasi hidup menuju akhirat, tanggung jawab atas kebebasan bertindak, kesadaran akan kefanaan dunia, kesadaran kehadiran Allah sebagai landasan eksistensi, kesadaran moral dan integritas, serta kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan Allah. Dari ketujuh esensi tersebut ditemukan tujuh nilai pendidikan yang meliputi pembentukan karakter reflektif, orientasi hidup yang bermakna, tanggung jawab moral, pemanfaatan waktu secara produktif, penguatan spiritualitas, pembinaan akhlak mulia, dan penanaman sikap tawadhu’ serta ketergantungan kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 merupakan fondasi pendidikan Islam yang komprehensif dalam membangun kesadaran eksistensial sehingga mampu membentuk pribadi yang bertakwa, berkarakter, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia serta akhirat.

Kata kunci: QS. Al-Hasyr ayat 18–20, Nilai pendidikan Islam, Kesadaran eksistensial.

References

Al-Alusi, M. (1994). Ruḥ al-ma’ani fi tafsir al-Qur’an al-’aẓim wa al-sab’ al-mathani (’A. ’A. B. ’Aṭiyyah, Ed.; 1st ed., Vol. 14). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Ali, M. H., & Mustofa, M. I. (2024). Tafsir dari Segi Metode: Metode Tafsir Tahlili. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 3(4), 667–674. https://doi.org/10.15575/jis.v3i4.31188
Al-Jazairi, A. B. J. (2003). Aysar al-tafasir li kalam al-‘Ali al-kabir (5th ed., Vol. 5). Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam.
Al-Maraghi, A. M. (1946). Tafsir al-Maraghi (Juz 28, hlm. 52). Syarikah Maktabah wa Mathba‘ah Mustafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh.
Al-Ṭabari, M. b. J. (n.d.). Jami’ al-bayan ’an ta’wil ay al-Qur’an (Vol. 23). Dar al-Tarbiyah wa al-Turath.
Fang, L., Allan, A., & Dickson, J. M. (2024). Purpose in Life and Associated Cognitive and Affective Mechanisms. Journal of Happiness Studies, 25(6), 63. https://doi.org/10.1007/s10902-024-00771-6
Fatimah, S. L., & Soleh, A. K. (2025). Agama dan makna hidup dalam perspektif logoterapi Viktor Frankl. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(6), 1018–1024.
Heri, D., & Ruswandi, U. (2022). Konsep Integrasi Nilai-Nilai Keislaman Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Lembaga Pendidikan. Jurnal Dirosah Islamiyah, 4(2), 255–267.
Ibn Kathir, I. b. U. (1998). Tafsir al-Qur’an al-’azim (M. H. Syamsuddin, Ed.; 1st ed., Vol. 8). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Malekzad, F., Jais, M., Hernandez, G., Kehr, H., & Quirin, M. (2023). Not self-aware? Psychological antecedents and consequences of alienating from one’s actual motives, emotions, and goals. Theory & Psychology, 33(4), 463–484. https://doi.org/10.1177/09593543221086598
Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, . S., & Dewi, R. S. (2022). Pengertian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4, 7911–7915. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9498
Pusiknas Polri. (2025, December 5). Data Gabungan: Jumlah Kasus Perundungan Naik Dua Kali Lipat. Https://Pusiknas.Polri.Go.Id.

Published

2026-08-04