Efektivitas Metode Tartil Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Pada Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 22 Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25857Keywords:
Kata Kunci: Efektivitas, Tartil, Membaca, Al-Qur'an, KemampuanAbstract
Abstrak. Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik karena berkaitan dengan ketepatan makhraj, penerapan tajwid, kefasihan, dan kelancaran membaca. Namun, masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah sehingga diperlukan metode pembelajaran yang efektif, salah satunya metode Tartil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik sebelum dan sesudah penerapan metode Tartil, perbedaan kemampuan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta efektivitas metode Tartil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 22 Kota Bandung pada peserta didik kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan VIII D sebagai kelas kontrol. Perlakuan pada kelas eksperimen diberikan sebanyak tiga kali pertemuan menggunakan metode Tartil yang menekankan ketepatan makhraj, penerapan tajwid, dan kelancaran membaca, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Data diperoleh melalui observasi, tes (pretest dan posttest), dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test, serta diuji validitas dan reliabilitas instrumennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 78,57 menjadi 82,33 dengan gain sebesar 3,76 atau persentase peningkatan 4,79%, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 76,57 menjadi 78,97 dengan gain sebesar 2,40 atau persentase peningkatan 3,13%. Hasil Independent Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi 0,001 < 0,05, dengan nilai posttest kelas eksperimen 4,25% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, metode Tartil terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 22 Kota Bandung.
Abstract. The ability to read the Qur’an is a fundamental competency that students must possess, as it relates to the accuracy of articulation points (makhraj), the application of tajwid, fluency, and the ability to read smoothly. However, there are still students who struggle to read the Qur’an according to the rules, making an effective teaching method necessary—one of which is the Tartil method. This study aims to determine students’ Qur’an reading skills before and after the implementation of the Tartil method, the differences in skills between the experimental and control classes, and the effectiveness of the Tartil method in improving students’ Qur’an reading skills. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. The research was conducted at SMP Negeri 22 in Bandung City with eighth-grade students in Class VIII C serving as the experimental class and Class VIII D as the control class. The experimental class received three sessions using the Tartil method, which emphasizes the accuracy of articulation points (makhraj), the application of tajwid, and reading fluency, while the control class received instruction using conventional methods. Data were collected through observation, tests (pretest and posttest), and documentation, then analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, paired-sample t-tests, and independent-sample t-tests; the validity and reliability of the instruments were also tested. The results of the study showed that the average score of the experimental class increased from 78.57 to 82.33, with a gain of 3.76 or a percentage increase of 4.79%, while the control class increased from 76.57 to 78.97, with a gain of 2.40 or a percentage increase of 3.13%. The results of the independent samples t-test yielded a significance value of 0.001 < 0.05, with the experimental class’s posttest score being 4.25% higher than that of the control class. Thus, the Tartil method proved effective in improving the Qur’an reading skills of eighth-grade students at SMP Negeri 22 in Bandung.
References
Febriyanti, N., dkk. (2022). Kemampuan Membaca Al-Qur'an Peserta Didik Ditinjau dari Aspek Makhraj, Tajwid, Kefasihan, dan Kelancaran. [Sesuaikan nama jurnal, volume, nomor, dan halaman sesuai sumber skripsi].
Nazhifah. (2024). Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup dan Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik. [Sesuaikan nama jurnal, volume, nomor, dan halaman sesuai sumber skripsi].
Riyanto, S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode Riset Penelitian Kuantitatif: Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen. Yogyakarta: Deepublish.
Rosi, F., & Faliyandra, F. (2020). Pembelajaran Al-Qur'an dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik. [Sesuaikan nama jurnal, volume, nomor, dan halaman sesuai sumber skripsi].
Saputri, D., & Mardiati. (2025). Penerapan Desain Nonequivalent Control Group Design dalam Penelitian Kuasi Eksperimen. [Sesuaikan nama jurnal, volume, nomor, dan halaman sesuai sumber skripsi].
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Bandung: Alfabeta.