Konsep Pendidikan Paulo Freire tentang Banking Education dan Relevansinya bagi Pengembangan Sikap Kritis Siswa dalam Pendidikan Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25764Keywords:
Banking Education, Paulo Freire, Sikap KritisAbstract
Abstract. This study addresses the gap between the ideal goals of Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia, namely shaping learners who are faithful, morally upright, and capable of critical thinking, and the classroom reality in which many schools still deliver PAI instruction one-directionally, resembling the “banking education” model criticized by Paulo Freire. The research aims to: (1) analyze Freire’s concept of banking education; (2) examine his critique of banking education in relation to the development of students’ critical consciousness; (3) examine problem-posing education as an alternative to banking education; and (4) analyze the relevance of the banking education concept for developing students’ critical attitudes in PAI instruction. Using a qualitative approach through library research, the study draws primarily on Freire’s original works, particularly Pedagogy of the Oppressed, supported by books, journal articles, and prior studies, and analyzed through descriptive-qualitative content analysis. The findings show that banking education positions the teacher as the sole holder of knowledge and students as passive recipients, thereby inhibiting the growth of critical consciousness (conscientization). As an alternative, Freire proposes problem-posing education, a dialogical and participatory model. The concept of banking education proves diagnostically relevant for identifying structural problems in PAI instruction that still relies heavily on lecturing and rote memorization, while problem-posing education offers constructive inspiration, epistemologically, methodologically, and in terms of teachers’ roles, for developing a more dialogical and reflective PAI pedagogy aligned with Islamic values such as tafakkur, tadabbur, and syura.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara tujuan ideal Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak, dan berpikir kritis dengan realitas pembelajaran PAI di sejumlah sekolah yang masih berlangsung satu arah dan menyerupai pola banking education sebagaimana dikritik oleh Paulo Freire. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep banking education menurut Paulo Freire; (2) mengkaji kritik Paulo Freire terhadap banking education dalam kaitannya dengan pengembangan kesadaran kritis siswa; (3) mengkaji konsep problem-posing education sebagai alternatif banking education; dan (4) menganalisis relevansi konsep banking education bagi pengembangan sikap kritis siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), menjadikan karya-karya Paulo Freire, terutama Pedagogy of the Oppressed, sebagai sumber data primer, didukung sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, yang dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa banking education menempatkan guru sebagai satu-satunya pemilik pengetahuan dan siswa sebagai penerima pasif, sehingga menghambat tumbuhnya kesadaran kritis (conscientization) pada level kognitif, afektif, dan sosial. Sebagai alternatif, Freire menawarkan problem-posing education yang bersifat dialogis dan partisipatif. Konsep banking education terbukti relevan secara diagnostik untuk mengidentifikasi persoalan struktural pembelajaran PAI yang masih banyak mengandalkan metode ceramah dan hafalan, sementara problem-posing education memberikan inspirasi konstruktif pada dimensi epistemologis, metodologis, peran guru, dan tujuan pembelajaran bagi pengembangan model PAI yang lebih dialogis, reflektif, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman seperti tafakkur, tadabbur, dan syura, tanpa melepaskan otoritas wahyu.
References
Aini, Farisyi, A., & Vidiarell. (2025). Analisis keadilan sosial dalam pendidikan berdasarkan perspektif paulo freire. 04(04), 2–7.
Akbar, R. S., Mukti, A., & Yulianti, E. R. (2025). Pemikiran Pendidikan Humanis Paulo Freire dan Relevansinya dengan Pendidikan Humanisme Islam. 8(02), 213–224.
Alamsyah, & Billa. (2026). Pendidikan Islam Sebagai Praxis Intelektual:Rekonstruksi Filosofis Atas Paradigma Transfer Nilai. 10(01). https://doi.org/10.32616/pgr.v10.1.547.82-97
Aulia, Ayubi, & Rosyadi. (2025). Critical Thinking Dalam Al- Qur ’ an : Studi Tafsir Tematik dan Implementasinya di Era Digital. 4(1), 131–149.
Cahyani, I. G. (2025). Systematic Literature Review : Filsafat Paulo Freire dalam Dunia Pendidikan Berbasis Kritis dan Humanisasi. 8(3), 445–456.
Fatimah, A., Mustofa, I., & Jatmiko, A. (2024). Pengunaan Media Al- Maktabah Al Syamilah terhadap Pendidikan Agama Islam. 2(8), 790–798.
Fauzi, M. R. (2024). Freire’s Praxis, Democracy, and Critical Consciousness In Islamic Education. 34(2), 278–306. https://doi.org/10.22146/jf.93952
Fikri, M., & Munfarida, E. (2023). Konstruksi Berpikir Kritis dalam Pendidikan Islam : Analisis Tafsir Maudhu ’ i Berdasarkan Al- Qur ’ an. 8(1). https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2023.vol8(1).11469
Freire, P. (2024). Pendidikan Kaum Tertindas. Narasi.
Govender, N. (2020). Alienation , reification and the banking model of education : Paulo Freire ’ s critical theory of education. 204–222.
Humam, M. S., Hanif, M., Jl, A., No, A. Y., Utara, K. P., Banyumas, K., & Tengah, J. (2025). Strategi Pembelajaran Aktif dalam Meningkatkan Keterampilan Kritikal Siswa di Era Modern. 3, 89–108.
Ichsan, F. N. (2021). Implementasi Perencanaan Pendidikan Dalam Meningkatkan Karakter Bangsa Melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum. 13.
Juleha, Aliya, & Suleho. (2025). Pendidikan Sebagai Proses Memanusiakan Manusia. 3(3), 386–396.
Kapele, J. L., & Nujartanto, A. B. (2026). Membaca Pendidikan Hadap-Masalah Paulo Freire dari Perspektif Intersubjektivitas menurut Merleau-Ponty. 7(1), 1–20.
Madhakomala, Aisyah, Rizqiqa, Putri, & Nulhaq. (2022). Kurikulum merdeka dalam perspektif pemikiran pendidikan paulo freire. 8(2), 162–172.
Mardliyah, S. Z., Salsabilla, A. P., Luthfi, N., & Herianingtyas, R. (2023). Strategi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. 6.
Prayogi, A., Nasrullah, R., Mutaqin, B. K., Syaifuddin, M., Surabaya, U. N., Padjadjaran, U., & Info, A. (2024). Relevansi Penerapan Metode Ceramah Plus Dalam Pembelajaran PAI di Era Digital. 2(1), 33–39.
Rizal, Z. A. E. (2025). Integrasi Nilai-Nilai paulo Freire Dalam Kurikulum Pendidikan Islam. 1–7.
Romadoni, S., Anjani, N., Ghani, R. K., & Satia, I. (2026). Peran Guru dalam Menerapkan Strategi Inovatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Sikap Religius Siswa. 2.
Sari. (2025). Integrasi Sikap Religius dan kemampuan Berpikit Kritis dalam Pembelajaran PAI di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta.
Serevina, V., & Safitri, A. (2022). Pandangan Paulo Freire terhadap Sistem Pendidikan “Gaya Bank.” https://www.kompasiana.com/vina23783/621b9b34bb448604366581d2/pandangan-paulo-freire-terhadap-sistem-pendidikan-gaya-bank
Sibawaihi, M. U. (2026). Model Pendidikan Conscientization Paulo Freire: Kontribusi Bagi Pengembangan Ilmu PAI. 2025, 113–124. https://doi.org/10.20885/tullab.vol8.iss1.art8
Siswadi, G. A. (2024). Paradigma Pendidikan Kritis Paulo Freire dan Relevansinya dalam Pengembangan Pendidikan Humanis di Indonesia. 4(2), 176–187.
Sulaeman, E. (2025). Implementasi Pemikiran Filosofis Paulo Freire dalam Dunia Pendidikan. 4(2), 32–45.
Susanti, Saleh, Nurhabibah, Gultom, Saloom, Ndorang, Sukwika, Nurlely, Suroyo, Mulya, R., & Lisnasari. (2022). Pemikiran Kritis dan Kreatif.
Widianingsih, H., Riyadi, H., Huda, M., & Ulpah, G. (2025). Relevansi Pemikiran Paulo Freire terhadap pendidikan Kritis di Era Digital Perspektif Filsafat Islam. 4(5), 7854–7861.