Menguatkan Akhlak Pergaulan Remaja dari Rumah: Sikap, Tindakan, dan Hambatan Orang Tua dalam Membina Akhlak Pergaulan Sesama Remaja Siswa Kelas VIII SMP di Kabupaten Bandung Barat
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25671Abstract
Abstract. Adolescence, particularly at the age of eighth-grade junior high school students, is a period when the influence of peers and the digital environment is at its strongest, while the moral character of social interaction is still being formed. This article is based on a thesis study examining the role of the family, especially parents, in fostering moral conduct among peers among eighth-grade students at a junior high school in West Bandung Regency. The study used a qualitative approach with a survey method, involving parents as the main subjects, eighth-grade students as complementary subjects for source triangulation, and an Islamic Religious Education (PAI) teacher as supporting data. Data were collected through open-ended questionnaires, interviews, and observation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that parental attitudes toward fostering children's moral conduct are generally positive, parental actions are realized through four main patterns, namely supervision, exemplary behavior, rule enforcement, and admonition, while the obstacles faced are mostly external, such as environmental influence, gadgets, social media, and communication barriers with children. This article discusses these findings more broadly, linking them to the Qur'an, hadith, and theories of moral education and adolescent developmental psychology, while offering practical recommendations for parents, schools, and education stakeholders.
Keywords: family role, moral conduct, adolescents, parents, Islamic religious education.
Abstrak. Masa remaja, terutama pada usia siswa kelas VIII SMP, merupakan periode ketika pengaruh teman sebaya dan lingkungan digital berada pada titik paling kuat, sementara akhlak pergaulan anak masih terus dibentuk. Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelitian skripsi yang mengkaji peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membina akhlak pergaulan sesama remaja pada siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei, melibatkan orang tua siswa sebagai subjek utama, siswa kelas VIII sebagai subjek pelengkap untuk triangulasi sumber, dan seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai data pendukung. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara, dan observasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua terhadap pembinaan akhlak pergaulan anak pada umumnya positif, tindakan orang tua terwujud melalui empat pola utama yaitu pengawasan, keteladanan, penerapan aturan, dan teguran, sedangkan hambatan yang dihadapi lebih banyak bersumber dari faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan, gawai, media sosial, dan kendala komunikasi dengan anak. Artikel ini mengulas temuan tersebut secara lebih luas, mengaitkannya dengan landasan Al-Qur'an, hadis, serta teori pendidikan akhlak dan psikologi perkembangan remaja, sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi orang tua, sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Kata Kunci: peran keluarga, akhlak pergaulan, remaja, orang tua, pendidikan agama Islam.
References
[2] Arifin, H.M. (1994). Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.
[3] Arifin, Bambang Syamsul. (2018). Psikologi Kepribadian Islam: Memahami Perilaku Manusia dengan Paradigma Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.
[4] Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
[5] Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[6] Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W. W. Norton & Company.
[7] Ibn Miskawaih. (2007). Menuju Kesempurnaan Akhlak (terjemahan Helmi Hidayat atas Tahdzib al-Akhlaq). Bandung: Mizan.
[8] Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama RI.
[9] Kohlberg, L. (1984). The Psychology of Moral Development. San Francisco: Harper & Row.
[10] Mahesha, A., Anggraeni, D., & Adriansyah, M. I. (2024). Mengungkap Kenakalan Remaja: Penyebab, Dampak, dan Solusi. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 16-26.
[11] Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
[12] Nasution, T., & Nasution, N. (1989). Peranan Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
[13] Nata, Abuddin. (2013). Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
[14] Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[15] Ulwan, Abdullah Nasih. (2017). Pendidikan Anak dalam Islam (terjemahan Arif Rahman Hakim). Surakarta: Insan Kamil.
[16] Warsah, I. (2018). Pendidikan Keluarga Muslim di Tengah Masyarakat Multi Agama: Antara Sikap Keagamaan dan Toleransi. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam.
[17] Warsah, I. (2020). Pendidikan Islam dalam Keluarga: Studi Psikologis dan Sosiologis Masyarakat Multi Agama Desa Suro Bali. Tunas Gemilang Press.