Implementasi Program Edukasi Digital Islami Melalui Media Sosial Untuk Penguatan Pondok Pesantren Bagi Remaja (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung)
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25621Keywords:
Edukasi Digital Islami, Media Sosial, Pesantren, Remaja, Studi KasusAbstract
Abstract. This study was motivated by the development of digital technology, which has transformed communication patterns and the way adolescents access information, including religious knowledge. Amid the increasing use of social media, Islamic boarding schools face challenges in maintaining their existence, building positive perceptions, and reaching younger generations through approaches that align with the characteristics of the digital era. This study aimed to examine the form of implementation, implementation processes, challenges, and outcomes of an Islamic digital education program through social media in strengthening Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung among adolescents. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through semi-structured interviews, direct observations, digital observations of the pesantren’s social media platforms, and research documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the Islamic digital education program was implemented through the utilization of Instagram, TikTok, and YouTube as platforms for delivering Islamic values, adolescent education, student activity documentation, and institutional publications. The implementation process consisted of content planning, media team formation, content production and editing, verification, publication, audience interaction, and evaluation. The challenges encountered included limited human resources, production facilities, management time, content consistency, and maintaining the pesantren’s identity and Islamic values within the digital environment. The program resulted in increased digital visibility of the pesantren, more positive adolescent perceptions, greater audience engagement, and improved digital skills among students involved in media management. Therefore, Islamic digital education through social media can serve as an adaptive, communicative, and relevant strategy for strengthening Islamic boarding schools in responding to the needs of younger generations in the digital era.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola komunikasi dan cara remaja memperoleh informasi, termasuk informasi keagamaan. Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, pesantren menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensi, membangun persepsi positif, serta menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi, langkah-langkah implementasi, tantangan, serta hasil implementasi program edukasi digital Islami melalui media sosial dalam penguatan Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, observasi digital terhadap media sosial pesantren, serta dokumentasi penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program edukasi digital Islami dilakukan melalui pemanfaatan media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai sarana penyampaian nilai-nilai keislaman, edukasi remaja, dokumentasi aktivitas santri, serta publikasi program kelembagaan. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan perencanaan konten, pembentukan tim media, produksi dan penyuntingan konten, verifikasi, publikasi, interaksi dengan audiens, serta evaluasi. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana produksi, waktu pengelolaan, konsistensi konten, serta upaya menjaga identitas dan nilai pesantren dalam ruang digital. Program ini menghasilkan peningkatan visibilitas digital pesantren, perubahan persepsi remaja ke arah yang lebih positif, peningkatan keterlibatan audiens, serta berkembangnya keterampilan digital santri dalam pengelolaan media sosial. Dengan demikian, program edukasi digital Islami melalui media sosial dapat menjadi strategi penguatan pesantren yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.
References
Capriotti P, Zeler I. (2023). Analysing effective social media communication in higher education institutions. Humanit Soc Sci Commun. 2023;10(1):1–13.
Kotler P, Keller K. (2016). Marketing Management (15th Global Edition ). Pearson Education Limited; 2016. https://dspace.vnbrims.org/handle/123456789/5050
Aini TN, Nugraha L, Surbakti AH, Mundiri A, Sanjani MAF. (2025). Value-Based Branding in Islamic Boarding Schools: Efforts to Maintain Identity in Digitalization Dynamics. Al-Tanzim J Manaj Pendidik Islam. 2025;9(2):442–57.
Bahri S, Wahid AH, Najiburrahman N. (2024). Digital Transformation in Pesantren: The Kyai’s Role in Improving Educational Services. Indones J Educ Soc Stud. 2024;3(2):61–72.
Bustomi AA, Saiban K, Rozikin Z, Suadi S, Armiah A. (2025). Media Literacy, Digital Exposure, Governance and Trust in Pesantren Sustainability: The Moderating Role of Management Openness in the Post-Truth Era. Manag Account Rev. 2025;24(2):417–46.
Indrioko E. (2023). Utilization of Social Media as a Digital Publication Strategy at Nurul Ulum Islamic Boarding School. Al-Hayat J Islam Educ. 2023 Jun 20;7(1):243.
Luthfi Mohammad, Setyo TSATMAS utomo B, Rukmini D, Husen RM. (2024). Evaluating Dialogic Communication of Pesantren in East Java, Indonesia: Building Public Relationships via Instagram Mohammad. 2024;21(4).
Munir, Z., Munawwaroh I, Mudarris B. (2024). Strengthening brand image of pesantren based on two-way symmetrical model. Manag Indones J Educ Manag. 2024.
Sawiji B, Maimun A, Susilawati S. (2024). Social Media Management in Enhancing Educational Institutions’ Reputation (A Multi-Case Study at SMK Muhammadiyah Lumajang and MAN Lumajang). J Kependidikan J Has Penelit dan Kaji Kepustakaan di Bid Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran. 2024;10(4):1709–21.
Susanti SS, Nursafitri L, Hamzah I, Zunarti R, Darmanto, Fitriyah, et al. (2024). Innovative Digital Media in Islamic Religious Education Learning. J Pendidik Agama Islam. 2024;21(1):40–59.
Yusuf M. (2025). Efektivitas Kampanye Digital dalam Meningkatkan Branding Pondok pesantren. Intihadh J Manaj Pendidik Islam. 2025;1(2):98–112.
Yin RK. (2018). Case study research and applications: Design and methods. Vol. 53, Sage Publications, Inc. 2018. 277–278 p.
Shihab MQ. (2002). Tafsir al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati; 2002.