Relevansi Konsep Interaksi Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Kitab Nidzhamul Ijtima'i Dengan Budaya Sekolah Di SMPIT Insantama Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25599Keywords:
Interaksi Laki-Laki dan Perempuan, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, Budaya Sekolah.Abstract
Abstract. The development of information technology, social media, and global culture has influenced patterns of interaction between male and female adolescents, creating challenges for educational institutions in fostering students' character based on Islamic values. One concept regulating such interactions is presented in Nidzhamul Ijtima’i by Taqiyuddin An-Nabhani. This study aims to analyze the relevance of the concept of male and female interaction in Nidzhamul Ijtima’i to the school culture at SMPIT Insantama Bandung. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research informants consisted of the principal and teachers of SMPIT Insantama Bandung. The findings reveal that the concept of interaction in Nidzhamul Ijtima’i emphasizes preserving honor, lowering the gaze, prohibiting khalwat and ikhtilat, and regulating interactions in accordance with Islamic law. The school culture at SMPIT Insantama Bandung supports these values through separate seating arrangements, supervision of student interactions, the cultivation of Islamic etiquette, and school regulations governing relationships between male and female students. The analysis indicates a strong relevance between the concept in Nidzhamul Ijtima’i and the school's culture because most of its practices are consistent with Islamic principles, although stronger written policies and continuous guidance are still needed to enhance their implementation.
Keywords: Interaction between Men and Women, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, School Culture.
Abstrak. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan budaya global telah memengaruhi pola interaksi laki-laki dan perempuan di kalangan remaja sehingga menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam. Salah satu konsep yang mengatur interaksi tersebut terdapat dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i karya Taqiyuddin An-Nabhani. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep interaksi laki-laki dan perempuan dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i dengan budaya sekolah di SMPIT Insantama Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru SMPIT Insantama Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep interaksi dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i menekankan penjagaan kehormatan, menjaga pandangan, larangan khalwat dan ikhtilat, serta interaksi sesuai syariat. Budaya sekolah di SMPIT Insantama Bandung telah menerapkan berbagai aturan dan pembiasaan yang mendukung nilai-nilai tersebut, seperti pemisahan tempat duduk, pengawasan interaksi peserta didik, pembiasaan adab Islami, serta tata tertib hubungan antara siswa laki-laki dan perempuan. Hasil analisis menunjukkan adanya relevansi yang kuat antara konsep dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i dengan budaya sekolah karena sebagian besar penerapannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam, meskipun masih diperlukan penguatan melalui penyempurnaan kebijakan tertulis dan pembinaan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Interaksi Laki-Laki dan Perempuan, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, Budaya Sekolah.
References
An-Nabhani, Taqiyuddin. 2014. “Sistem Pergaulan Dalam Islam.” b.
. 2015. “An-Nizham Al-Ijtima’i Fi Al-Islam,” 40–41.
BKKBN. 2024. “BKKBN Ungkap Makin Banyak Remaja RI Yang Lakukan Hubungan Seks Pranikah.” Detik Health. 2024. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-7236180/bkkbn-ungkap-makin-banyak-remaja-ri-yang-lakukan-hubungan-seks-pranikah.
Ghani, Anisah Ab. 1999. “Batas-Batas Pergaulan Antara Lelaki Dan Perempuan Dalam Masyarakat Islam Kini: Satu Huraian Hukum Islam Semasa.” Jurnal Syariah 7 (1): 23–30.
Ghony Djunaidi, Wahyuni Sri, Almanshur Fauzan. 2020. Analisis Dan Interpretasi Data Penelitian Kualitatif. Edited by Risa Trisnadewi. Cetakan Ke. PT Refika Aditama.
Kamalin, M. 2017. “Pemikiran Taqiyuddin An- Nabhani Tentang Pengaturan Interaksi Pria Dan Wanita,” 305–31. https://doi.org/https://doi.org/10.24014/af.v16i2.4271.
Kementrian Agama, RI. 2016. “Qur’an Kemenag Surah Al-Isra’.” 2016.
Nazreen Nawaz. 2019. Mengkritik Feminisme. Edited by Ayu Paranitha. Imune Press.
Nizary, M., & Hamami, T. 2020. “Budaya Sekolah.” At-Tafkir. https://doi.org/https://doi.org/10.32505/at.v13i2.1630.
Pendidikan Islam, Jurnal, Syamsul Kurniawan, and Feny Nida Fitriyani. 2023. “Thomas Lickona’s Idea on Character Education Which Builds Multicultural Awareness: Its Relevance for School/Madrasah in Indonesia.” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 14 (1): 33–53.
Saputra, K., Moeis, I., Suryanef, S., & Wirdanengsih, W. 2023. “Moral Degradation of Manners Among Public Junior High School Students.” Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme. https://doi.org/https://doi.org/10.37680/scaffolding.v5i3.3860.
Sinaga, Dameria. 2023. Buku Ajar Metodelogi Penelitian (Penelitian Kualitatfi).
Soerjono Soekanto. 2017. Sosiologi Suatu Pengantar. 48th ed.
Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kualitatif. Edited by M.Si. Sofiya Yustiani Suryandari, S.E. 3rd ed. Bandung: ALFABETA.
Taqiyuddin an-Nabhani. 2013. Peraturan Hidup Dalam Islam.
Widodo, H. 2019. “The Role of School Culture in Holistic Education Development in Muhammadiyah Elementary School Sleman Yogyakarta.” Dinamika Ilmu, 19, 265-285. https://doi.org/https://doi.org/10.21093/di.v19i2.1742.