Implementasi Program Amaliyah Tadris Dalam Peningkatan Keterampilan Dasar Mengajar Santri Di Pondok Modern Assalam Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25286Keywords:
tadris practice, teacher competency, prospective teachers, teaching practice, Islamic boarding schools.Abstract
Abstract. This study was motivated by the importance of developing prospective
teachers’ competence through direct teaching-practice experience. The Amaliyah
Tadris Program at Pondok Modern Assalam Sukabumi is a compulsory activity for
final-year students, designed to build pedagogical, professional, personal, and social
competence before they undertake community service as educators. This study aims
to analyze the concept of the program, describe its implementation, identify
supporting and inhibiting factors, and explain the evaluation process used to assess
participants’ success. A qualitative case-study approach was employed. Data were
collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the
headmaster, an examiner, and fifteen final-year students, then analyzed through data
reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the program
is implemented systematically through briefing, preparation of lesson plans (i’dad
tadris), guidance, teaching practice, and evaluation. Supporting factors include
guidance from supervisors, peers, family, the boarding school, and self-motivation,
while inhibiting factors include nervousness, limited preparation time, mastery of
the material, classroom management, and diverse student characteristics. Evaluation
covers teaching method (thariqah), material mastery (maddah), attitude (ahwal), and
language use (lahn), followed by constructive feedback used for reflection. The
Amaliyah Tadris Program thus plays an important role in preparing competent and
professional prospective teachers.
Keywords: Amaliyah Tadris, teacher competence, prospective teachers, teaching
practice, Islamic boarding school.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan kompetensi
calon guru melalui pengalaman praktik mengajar secara langsung. Program
Amaliyah Tadris di Pondok Modern Assalam Sukabumi merupakan kegiatan wajib
bagi santri kelas akhir yang dirancang untuk membekali kompetensi pedagogik,
profesional, kepribadian, dan sosial sebelum mereka menjalani pengabdian sebagai
pendidik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep program, mendeskripsikan
pelaksanaannya, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta
mengetahui proses evaluasi keberhasilan peserta. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Kepala Sekolah,
seorang penguji, serta lima belas santri kelas akhir, kemudian dianalisis melalui
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan
pembekalan, penyusunan i’dad tadris, bimbingan, praktik mengajar, dan evaluasi.
Faktor pendukung meliputi bimbingan pembimbing, dukungan teman, keluarga,
pihak pondok, serta motivasi diri, sedangkan faktor penghambat meliputi rasa
gugup, keterbatasan waktu persiapan, penguasaan materi, pengelolaan kelas, dan
keragaman karakteristik peserta didik. Evaluasi mencakup aspek metode (thariqah),
penguasaan materi (maddah), sikap (ahwal), dan bahasa (lahn), disertai umpan balik
Corresponding Author
Email: fitrohhayatiunisba@gmail.com dewimulyani@unisba.ac.id
2 | Nadya Salsa Annabila, et al.
yang menjadi bahan refleksi. Dengan demikian, Program Amaliyah Tadris berperan
penting dalam mempersiapkan calon guru yang kompeten dan profesional.
Kata Kunci: Amaliyah Tadris, kompetensi guru, calon guru, praktik mengajar,
pesantren.
References
[1] F. Fitri, H. M. Akbar, M. Safitri, and S. H. Putri, “Analisis Kebijakan Pada Peraturan
Menteri Pendidikan No 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru,” 2024.
[2] [3] D. Syaputri et al., “Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru,” 2025.
Riza Azka Fazila, E. Fratiwi, A. S. Sakinah, and Fahmi, “Kompetensi Kepribadian:
Integritas, Keteladanan, Kedewasaan, Disiplin, Tanggung Jawab, Stabilitas Emosi,” 2026.
[4] M. Akhyar, Z. Sesmiarni, S. Febriani, and R. A. Gusli, “Penerapan Kompetensi
Profesional Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Keterampilan
Berpikir Kritis Siswa,” 2024.
[5] [6] U. Garut, “Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan,” 2005.
K. Publik, S. Santri, K. Xii, and D. I. Pondok, “Implementasi Program Amaliyah Tadris
dalam Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Santri Kelas XII di Pondok Pesantren
Al-Mukhtariyah Ambai,” 2026.
[7] Khoirotul Idawati, Devind Camelia Rossa, Daeng Fuadi A Kadir Tajawok, and Hanifudin,
“The Implementation of the Tilawati Method in Learning Qur’an at Madrasah Aliyah,” J.
Iqra’ Kaji. Ilmu Pendidik., 2024.
[8] N. Majid, S. Subakri, and others, “Amaliyah Tadris: Teacher Education Training Program
for Santri,” Ijmurhica.Ppj.Unp.Ac.Id, vol. 8, pp. 526–537, 2025.
[9] M. D. R and I. Maulana, “Optimalisasi Kegiatan Amaliyah Tadris Sebagai Wahana
Pengembangan Karakter,” Rayah Al-Islam, vol. 6, no. 1, pp. 1–10, 2022, doi:
10.37274/rais.v6i01.530.
[10] H. Sodikin, A. Sukandar, M. Setiawan, U. Islam, and N. Bandung, “Management of
Teacher Pedagogical Competence Development in an Effort to Improve the Quality of the
Process PAI Learning,” 2022.
[11] J. I. Multidisiplin and M. M. Pendidikan, “Kompetensi dan Profesionalisme Guru dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan,” 2026.
[12] E. Zumrotun, “Pengaruh Kompetensi Sosial Guru Terhadap Proses Pembelajaran: Studi
Kualitatif di Kelas 5 SDN Batukali,” 2024.
[13] S. L. Fadla, R. Akmalia, R. K. Hasri, E. Putri, H. Sovia, and B. Situmorang,
“Meningkatkan Kompetensi Kepribadian Guru,” 2022.
[14] M. Muaziz, R. Akbar, M. Tahir, and I. Susanto, “Pengaruh Kolaborasi Orang Tua dan
Guru Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa,” 2025.
[15] I. T. Jadidah, E. S. Awalia, A. Abdillah, S. Ananta, and N. Darmawan, “Analisis
Kemampuan Calon Guru,” 2024.
[16] M. Laily and K. Wati, “Peranan Guru Bahasa Indonesia dalam Manajemen Peserta Didik
Untuk Meningkatkan Kualitas Peserta Didik,” 2024.
[17] F. G. Sutomo, M. Rasida, and Q. Aini, “Pemahaman Karakteristik Peserta Didik Dalam
Mengoptimalkan Pembelajaran,” 2024.
[18] R. Nurasih, M. Putriani, R. A. Yudhistira, and K. Wachidah, “Strengthening Student
Character Education in Forming Noble Morals through School Culture,” 2024.
[19] I. Azhar, “Meningkatkan Keterampilan Dasar Mengajar Guru,” Madinah J. Stud. Islam,
vol. 9, pp. 240–264, 2022.
[20] R. Yudha and F. Windradi, “Prinsip-Prinsip Kedisiplinan dalam Pendekatan Fisik Guru
Vol. 4 No. 1 (2026), Hal: 1–8 ISSN: 2828-2515
Amaliyah Tadris dan Kompetensi Mengajar Santri | 9
Kepada Murid dalam Pandangan Asas Kepastian Hukum,” Moral. J. Ilmu Huk., vol. 11,
no. 1, 2025.
[21] S. Marisa, “Komunikasi Verbal dan Non Verbal dalam Pembelajaran,” 2022.
[22] A. M. Harpen and R. Pebrian, “Profesionalisme Guru dalam Membangun Etika
Pendidikan di Era Modern,” 2024.
[23] W. Manik, “Pengembangan Etika Profesi Guru di Era Digital dalam Perspektif Islam,”
2025.
[24] F. Anwar, “Strategi Pembelajaran Collaborative Learning dalam Meningkatkan
Kemampuan Kerjasama dan Komunikasi dalam Pembelajaran PAI,” 2024.
[25] T. P. Mengajar et al., “Implementasi Amaliyah Tadris dalam Menumbuhkembangkan
Kompetensi Santri,” 2024.
[26] A. Anggraeni and B. Haryanto, “Pelaksanaan Muhadharah di Pondok Pesantren Al-Mizan
Lamongan,” J. PAI Raden Fatah, vol. 6, no. 1, pp. 364–373, 2024.
[27] Sayuti dan Gaos, “Peran Amaliyah Tadris dalam Menumbuhkembangkan Santri Menjadi
Ustadz,” J. Pendidik. Agama Islam, vol. 7, no. 1, p. 29, 2016.