Hubungan Pelaksanaan Program Amaliyyah Yaumiyyah Terhadap Kedisiplinan dan Kemandirian Siswa di MI At-Taqwa

Authors

  • Said Muhammad Najih Pendidikan Agama Islam
  • Alhamuddin Alhamuddin Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25279

Keywords:

Amaliyyah Yaumiyyah Program, Discipline, Independence, Madrasah Ibtidaiyah, Correlational.

Abstract

Abstract. Character education is a primary goal in the national education system, particularly in madrasas, to shape students who are qualified both academically and spiritually. The Amaliyyah Yaumiyyah program, consisting of routine worship activities, is viewed as an important habituation strategy to instill religious values, yet the extent of its relationship with students' discipline and independence has not been widely proven quantitatively. This study aims to analyze the relationship between the implementation of the Amaliyyah Yaumiyyah program and students' discipline and independence at MI At-Taqwa Bandung City. This research employs a quantitative approach with a correlational method. The sample consisted of 263 students from grades 4, 5, and 6, selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, then analyzed using prerequisite tests (normality and homogeneity), Pearson Product Moment correlation, and simple linear regression. The results show that the implementation of the Amaliyyah Yaumiyyah program at MI At-Taqwa runs well and is categorized as high (59.7%); there is a positive and significant relationship between the program and students' discipline (r = 0.642, strong category, contribution 41.20%) and independence (r = 0.496, moderate category, contribution 24.56%); and the program simultaneously has a significant relationship with both discipline and independence (Sig. = 0.000). These findings indicate that the Amaliyyah Yaumiyyah program has a statistically meaningful contribution to shaping students' discipline and independence in the madrasa environment.

Keywords: Amaliyyah Yaumiyyah Program, Discipline, Independence, Madrasah Ibtidaiyah, Correlational.

Abstrak. Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan utama dalam sistem pendidikan nasional, khususnya di lingkungan madrasah, untuk membentuk siswa yang berkualitas secara akademis dan spiritual. Pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah yang berupa kegiatan ibadah rutin dipandang sebagai strategi pembiasaan yang penting untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, namun hubungannya terhadap kedisiplinan dan kemandirian siswa secara kuantitatif masih perlu dibuktikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah dengan kedisiplinan dan kemandirian siswa di MI At-Taqwa Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 263 siswa kelas 4, 5, dan 6 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), uji korelasi Pearson Product Moment, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah di MI At-Taqwa berjalan dengan baik dan terkategori tinggi (59,7%); terdapat hubungan positif dan signifikan antara pelaksanaan program dengan kedisiplinan siswa (r = 0,642, kategori kuat, kontribusi 41,20%) dan kemandirian siswa (r = 0,496, kategori sedang, kontribusi 24,56%); serta secara simultan pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah memiliki hubungan yang bermakna dengan kedisiplinan dan kemandirian siswa sekaligus (Sig. = 0,000). Dengan demikian, pelaksanaan program amaliyyah yaumiyyah terbukti memiliki kontribusi yang cukup besar secara statistik dalam pembentukan kedisiplinan dan kemandirian siswa di lingkungan madrasah.

Kata Kunci: Pelaksanaan Program Amaliyyah Yaumiyyah, Kedisiplinan, Kemandirian, Pendidikan Islam.

References

[1] Hakim, A. R. (2023). Konsep landasan dasar pendidikan karakter di indonesia. Journal on Education, 6(1), 2361-2373. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3258
[2] Kamaruddin, I., Sujarot, Septiani, V., Muhammadong, Handayani, E. S., & Kesek, M. N. (2023). Peran guru dalam pembentukan karakter peserta didik. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 7(2), 16460-16465. https://doi.org/10.31539/joeai.v6i1.5696
[3] Hasanah, A., Arifin, B. S., Daryaman, D., Firdaus, J., & Kameswara, D. (2021). Landasan teori pendidikan karakter berbasis pendidikan agama islam. Bestari: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 18(1), 31. https://doi.org/10.36667/bestari.v18i1.637
[4] Ismala, M. M., Handayani, T., Astuti, M., & Hamzah, A. (2019). Penanaman nilai moral dan kemandirian belajar di madrasah ibtidaiyah Daarul Aitam Palembang. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 6(2), 138. https://doi.org/10.24252/auladuna.v6i2a4.2019
[5] Halimah, N., Robiansyah, F., & Darmawan. (2021). Implementasi amaliyah yaumiyyah dalam pembinaan karakter disiplin siswa: studi kasus di SDIT Al-Zahira Kota Serang. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 129. https://doi.org/10.24235/tarbawi.v6i2.8882
[6] Hamli, H. (2023). Implementasi kegiatan pembelajaran Al-Qur'an pagi dalam membentuk karakter siswa MIN 13 HSU. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(4), 1890-1897. https://doi.org/10.35931/am.v7i4.2197
[7] Solehudin, M., Nurhanifansyah, N., Ali, M. N., & Husni, Z. M. (2025). Pembinaan keagamaan di SMAN Taruna Madani Bangil: upaya penguatan karakter religius siswa. Al Mu'azarah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 120-131. https://doi.org/10.38073/almuazarah.v2i2.2173
[8] Ahmed, D. F. (2021). Authority, autonomy and selfhood in islamic education - theorising shakhsiyah islamiyah as a dialogical muslim-self. Educational Philosophy and Theory, 53(14), 6.
[9] Addawiyah, R., & Kasriman, K. (2023). Peran sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(3), 1516-1524. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5837
[10] Aulawi, W. (2019). Efektivitas program bina pribadi islam dalam membentuk karakter siswa di SMP islam Terpadu Al-Qudwah Kabupaten Musi Rawas. Rabit: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab, 1(1), 2019.
[11] Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[12] Hasbi, El, A. Z., Damayanti, R., Hermina, D., & Mizani, H. (2023). Penelitian korelasional (Metodologi penelitian pendidikan). Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif dan Kualitatif pada Metode Penelitian, 2(6), 784-808.
[13] Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality tests for statistical analysis: A guide for non-statisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486-489. https://doi.org/10.5812/ijem.3505
[14] Mujib, A. (2022). Konsep pendidikan karakter dalam Al-Qur'an. Al Mumtaz: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan, 1(01), 1-12.
[15] Alifuddin, M., Suarni, Alhamuddin, A., & Fanani, A. (2022). Religious education in the mitigation space: The significance of the Muhammadiyah enlightenment movement for West Sulawesi earthquake survivors. Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 61-75. https://doi.org/10.14421/jpi.2022.111.61-75
[16] Rais, M. (2023). Implementasi pendidikan agama islam dalam membina karakter disiplin siswa di sekolah menengah kejuruan. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 2(2), 255-272. https://doi.org/10.56436/mijose.v2i2.276
[17] Kamila, A. (2023). Pentingnya pendidikan agama islam dan pendidikan moral dalam membina karakter anak sekolah dasar. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(5), 321-338.
[18] Irmalia, S. (2020). Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak. Jurnal El-Hamra (Kependidikan dan Kemasyarakatan), 5(1), 36-60. https://doi.org/10.58176/edu.v3i1.621
[19] Tasaik, L. H., & Tuasika, Lp. (2018). Peran guru dalam meningkatkan kemandirian belajar peserta didik kelas V SD Inpres Samberpasi. Metodik Didaktik, 14(1), 45-55.
[20] Syahroni, I. M. (2022). Prosedur penelitian kuantitatif. Jurnal Al-Musthafa STIT Al-Aziziyah Lombok Barat, 2(3), 43-56.

Published

2026-08-03