Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di SMPN 43 Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.25163Keywords:
Ekstrakurikuler Keagamaan, Karakter Religius, Pendidikan Karakter.Abstract
This research is motivated by students' low religious awareness, demonstrated by their lack of discipline in worship and weak social attitudes within the school environment. Theoretically, this study is based on the concept of implementing educational programs and the theory of religious character formation through the internalization of religious values in extracurricular activities. The study employed a qualitative approach with a case study method at SMP Negeri 43 Bandung City. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis utilized data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of religious extracurricular activities was carried out through three stages: systematic planning, implementation, and evaluation. The findings indicate an improvement in students' religious character, encompassing spiritual aspects (worship awareness), moral aspects (discipline, responsibility, and honesty), and social aspects (caring and cooperation). However, obstacles include low student motivation and limited time and resources. In conclusion, religious extracurricular activities are effective in shaping students' religious character holistically. Indicators of character strengthening include increased spiritual awareness, internalization of moral values, and the development of adaptive social attitudes.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran religius siswa yang ditunjukkan melalui perilaku kurang disiplin dalam beribadah serta lemahnya sikap sosial di lingkungan sekolah. Secara teoretis, penelitian ini berpijak pada konsep implementasi program pendidikan dan teori pembentukan karakter religius melalui internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMP Negeri 43 Kota Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Temuan menunjukkan adanya peningkatan karakter religius siswa yang mencakup aspek spiritual (kesadaran beribadah), aspek moral (disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran), serta aspek sosial (kepedulian dan kerja sama). Namun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya motivasi siswa serta keterbatasan waktu dan sarana. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik. Indikator penguatan karakter meliputi peningkatan kesadaran spiritual, internalisasi nilai moral, dan pengembangan sikap sosial yang adaptif.
References
Ernawati, dkk. (2024). Pendidikan Karakter melalui Ekstrakurikuler. (Referensi kutipan dalam teks terkait tanggung jawab sekolah dalam pembinaan karakter) .
Fadillah. (2022). Pembudayaan Sekolah dan Karakter Peserta Didik. (Referensi kutipan dalam teks terkait adaptasi keagamaan di lembaga pendidikan) .
Farida, dkk. (2021). Keseimbangan Intelektual dan Kepekaan Nurani dalam Pendidikan. (Referensi kutipan dalam teks terkait pendidikan yang utuh) .
Fattah, N. (2012). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Iswara. (2020). Degradasi Karakter dan Solusi Pendidikan. (Referensi kutipan dalam teks terkait pembangunan kualitas manusia yang bertaqwa) .
Jihan, dkk. (2021). Implementasi Ekstrakurikuler Keagamaan dan Karakter Siswa. (Referensi kutipan dalam teks terkait faktor minat dan dukungan sekolah) .
Khalisa. (2021). Kesempurnaan Karakter dalam Pandangan Kontemporer. (Referensi kutipan dalam teks terkait perpaduan budi pekerti) .
KPPPA. (2020). Data Kenakalan Remaja dan Pengaruh Media Digital. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Muhtadi. (2020). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Agama. (Referensi kutipan dalam teks terkait nilai kebenaran dan kebajikan) .
Mulyasa, E. (2013). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Nisa. (2018). Internalisasi Nilai melalui Ekstrakurikuler Keagamaan. (Referensi kutipan dalam teks terkait proses transformasional pada kepribadian siswa).
Raharjo & Rohana. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. (Referensi kutipan dalam teks terkait pengambilan data primer dan interaksi langsung) .
Sabila. (2019). Teknik Observasi dalam Penelitian Lapangan. (Referensi kutipan dalam teks terkait pemeriksaan metodis tindakan manusia) .
Sallis, E. (2022). Total Quality Management in Education. London: Kogan Page.
Sandria, dkk. (2022). Efektivitas Ekstrakurikuler dalam Pembentukan Karakter Mandiri dan Integritas. (Referensi kutipan dalam teks terkait penelitian terdahulu) .
Sari & Handayani. (2022). Implementasi Program Keagamaan di Sekolah Menengah. (Referensi kutipan dalam teks terkait aspek perencanaan dan operasional program) .
Sartika, dkk. (2025). Fenomena Degradasi Moral dan Jati Diri Bangsa. (Referensi kutipan dalam teks terkait penggunaan narkoba dan kehilangan jati diri) .
Septian. (2020). Membangun Masyarakat Beradab melalui Pendidikan. (Referensi kutipan dalam teks terkait individu yang pintar dan baik) .
Subhatul. (2018). Ibadah sebagai Wadah Pembentukan Karakter. (Referensi kutipan dalam teks terkait pencegahan kemerosotan akhlak) .
Terry, G. R. (2019). Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Ahmad, M. (2020). Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan akhlak siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 143–156.
Arif, M., & Basir, A. (2022). Manajemen ekstrakurikuler dalam memperkaya pengalaman belajar siswa. Jurnal Tata Kelola Pendidikan, 4(1), 45–58.
Arifin, M. (2011). Ilmu pendidikan Islam. Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Ed. ke-2). Bumi Aksara. Arikunto, S. (2013). Manajemen pengajaran secara manusiawi. Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2016). Evaluasi program pendidikan: Pedoman teoretis praktis bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan. Bumi Aksara.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta. Aulia, N. (2019). Pendidikan karakter religius di sekolah. Kencana.
Aulia, M. H., Rabbani, F. R., Mauris, M., Ali, F., Sya, M., & Fakhruddin, A. (2021). Peran ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 44 Bandung. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(3), 5376–5385.