Analisis Edukatif Nilai-Nilai Pergaulan Sosial Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 11,12 Dan 13

BAB I PENDAHULUAN,BAB II PENDAPAT MUFASSYIRIN TENTANG QS. AL-ḤUJURĀT AYAT 11-13,BAB III LANDASAN TEORITIK NILAI-NILAI PERGAULAN SOSIAL DALAM Q.S AL-ḤUJURĀT AYAT 11, 12, DAN 13,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN,BAB V PENUTUP

Authors

  • Muhammad Zarkasyi Ali Pendidikan Agama Islam
  • Asep Dudi Suhardini Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.24987

Keywords:

Nilai Pergaulan Sosial;QS.Al-Hujurat;Pendidikan Karakter;Pendidikan Agama Islam;Tafsir Al-Qur'an

Abstract

Abstract. Muhammad Zarkasyi Ali. (10030121138). EDUCATIONAL ANALYSIS ABOUT VALUES OF SOCIAL INTERACTION IN THE QUR'AN SURAH AL-ḤUJURĀT VERSES 11, 12, AND 13. Undergraduate Thesis, Islamic Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Bandung Islamic University, 2025.

This research is motivated by the phenomenon of social ethics degradation, characterized by the rise of bullying, hate speech, trust crises, and structural discrimination. This critical condition necessitates the revitalization of Qur'anic values as the primary foundation for civilized interaction. The purpose of this study is to analyze the meaning, form, and relevance of the social interaction values contained in Surah Al-Ḥujurāt verses 11, 12, and 13.This study employs a qualitative method through a library research design. Data collection was conducted using documentation techniques by examining authoritative exegesis books (such as Tafsir Al-Ṭabarī, Ibn Katsīr, and Fakhr al-Dīn al-Rāzī) along with contemporary academic literature. Data analysis was carried out using tahlili (analytical) and maudhu’i (thematic) exegetical approaches.The findings reveal three pillars of social interaction values. First, verse 11 formulates the value of interpersonal honor through the prohibition of mocking, insulting, and name-calling, serving as the basis for anti-bullying education. Second, verse 12 formulates the value of mental integrity through the prohibition of prejudice, spying, and backbiting, aiming to establish a culture of tabayyun and privacy protection. Third, verse 13 formulates the value of egalitarianism, which eradicates racism and encourages multicultural collaboration by establishing piety as the sole standard of human nobility.The internalization of social interaction values in Surah Al-Ḥujurāt is highly relevant for implementation in contemporary character education. These values function preventively and curatively to deter verbal abuse, restore fractured public trust, and realize a social order that is inclusive, egalitarian, and upholds human dignity.

Keywords: Social Interaction Values, Surah Al-Ḥujurāt, Qur'anic Exegesis, Digital Ethics.

 

Abstrak. Muhammad.ZarkasyiAli.(10030121138).ANALISIS EDUKATIF TENTANG NILAI -NILAI PERGAULAN SOSIAL DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-ḤUJURĀT AYAT 11,12 DAN 13 Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung 2025.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi etika sosial kemasyarakatan yang ditandai dengan maraknya perundungan (bullying), ujaran kebencian, krisis kepercayaan, serta diskriminasi struktural. Kondisi kritis ini menuntut adanya revitalisasi nilai-nilai Al-Qur'an sebagai landasan utama interaksi yang beradab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna, bentuk, dan relevansi esensi nilai-nilai pergaulan sosial yang terkandung dalam Surah Al-Ḥujurāt ayat 11, 12, dan 13.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui desain studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan menelaah kitab-kitab tafsir otoritatif (seperti Tafsir Al-Ṭabarī, Ibn Katsīr, dan Fakhr al-Dīn al-Rāzī) serta literatur akademik kontemporer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan tafsir tahlili (analitis) dan maudhu’i (tematik).Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga pilar nilai pergaulan sosial. Pertama, ayat 11 merumuskan nilai kehormatan interpersonal melalui larangan mengolok-olok, mencela, dan memberi gelar buruk sebagai dasar pendidikan anti-perundungan. Kedua, ayat 12 merumuskan nilai integritas mental melalui larangan prasangka buruk, memata-matai, dan menggunjing, yang bertujuan membentuk budaya tabayyun dan perlindungan privasi. Ketiga, ayat 13 merumuskan nilai egalitarianisme yang menghapus diskriminasi rasisme serta mendorong kolaborasi multikultural dengan menetapkan ketakwaan sebagai satu-satunya standar kemuliaan.Internalisasi nilai-nilai pergaulan sosial dalam Surah Al-Ḥujurāt terbukti sangat relevan untuk diimplementasikan ke dalam pendidikan karakter kontemporer. Nilai-nilai ini berfungsi secara preventif dan kuratif untuk mencegah kekerasan verbal, merestorasi kepercayaan masyarakat yang retak, serta mewujudkan tatanan pergaulan sosial yang inklusif, egaliter, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Kata Kunci: Nilai Pergaulan Sosial, Surah Al-Ḥujurāt, Tafsir Al-Qur'an, Etika Digital.

 

References

Daftar Pustaka
1) Al-Maraghi, Ahmad Mustafa. (1993). Tafsir Al-Maraghi. Beirut: Dar al-Fikr.
2) Al-Qurṭubi, Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad al-Anshari. (2006). Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān. Beirut: Mu'assasah al-Risalah.
3) Al-Ṭabari, Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir. (2001). Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āy al-Qur'ān. Kairo: Dar Hijr.
4) Hamka. (2003). Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.
5) Ibn Katsir, Ismail ibn Umar. (2004). Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Riyadh: Dar Thayyibah.
6) Mahfud, Choirul. (2016). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
7) Muhaimin. (2012). Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
8) Nata, Abuddin. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
9) Qomaruddin, M., & Sa'diyah, S. (2024). Etika pergaulan sosial dalam perspektif Al-Qur'an dan relevansinya terhadap pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 45–60.
10) Shihab, M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
11) Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
12) Sukmadinata, Nana Syaodih. (2017). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
13) Tafsir, Ahmad. (2013). Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
14) Yusuf, Muri. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
15) Zed, Mestika. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Published

2026-08-02