Pengelolaan Program Literasi Baca Tulis Al-Qur'an Melalui Metode Pengenalan Tujuh Langkah di SMP Al Falah Dago Bandung Kelas VIII E
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.24690Keywords:
Literasi Baca Tulis Al-Qur'an, Metode Pengenalan Tujuh Langkah, Kemampuan Membaca Al-Qur'anAbstract
Abstract. This study was motivated by the low level of students' Qur'anic literacy skills (Baca Tulis Al-Qur'an/BTQ), particularly in reading fluency, accuracy of makharijul huruf, and application of tajwid rules. This problem is indicated by the fact that some students are still unable to recognize hijaiyah letters optimally, have difficulty distinguishing similar letters, and are not yet able to read the Qur'an in a tartil manner. This study aims to describe the planning, analyze the implementation, evaluate the process, and identify the outcomes of the management of the BTQ Literacy Program through the Seven-Step Introduction Method at SMP Al Falah Dago Bandung, Class VIII E. This study employed a qualitative approach with a descriptive case-study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the school principal, the BTQ teacher, and students as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, and validity was ensured through source and method triangulation. The results indicate that the planning of the BTQ program was systematically arranged through goal setting, initial-ability mapping, and gradual material development. The implementation was carried out in stages using a demonstration-imitation-repeated practice strategy combined with dictation (imla) exercises. The evaluation was conducted formatively and summatively using Mumtaz, Jayyid, and Maqbul categories. The results show a marked improvement in students' Qur'anic reading and writing ability, with a mastery rate of around 96-100% and an average score of about 80. The novelty of this study lies in its comprehensive examination of the planning, implementation, and evaluation of the structured Seven-Step Introduction Method within a junior-high-school BTQ literacy program, rather than focusing on learning outcomes alone.
Keywords: Qur'anic Literacy (BTQ), Seven-Step Introduction Method, Qur'an Reading Ability.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi baca tulis Al-Qur'an (BTQ) siswa, khususnya pada aspek kelancaran membaca, ketepatan makharijul huruf, dan penerapan kaidah tajwid. Permasalahan ini ditunjukkan oleh masih adanya siswa yang belum mampu mengenali huruf hijaiyah secara optimal, kesulitan membedakan huruf yang serupa, serta belum mampu membaca Al-Qur'an secara tartil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, menganalisis pelaksanaan, mengevaluasi proses, serta mengidentifikasi hasil pengelolaan Program Literasi BTQ melalui Metode Pengenalan Tujuh Langkah di SMP Al Falah Dago Bandung Kelas VIII E. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru BTQ, dan siswa, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program disusun secara sistematis melalui penetapan tujuan, pemetaan kemampuan awal siswa, dan penyusunan materi bertahap. Pelaksanaan dilakukan melalui strategi demonstrasi-imitasi-latihan berulang yang dipadukan dengan latihan imla. Evaluasi dilaksanakan secara formatif dan sumatif dengan kategori penilaian Mumtaz, Jayyid, dan Maqbul. Hasil implementasi program menunjukkan peningkatan nyata pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an siswa, dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai kisaran 96-100% dan nilai rata-rata sekitar 80. Keunikan penelitian ini terletak pada kajian menyeluruh terhadap aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan Metode Pengenalan Tujuh Langkah secara terstruktur dalam program literasi BTQ di jenjang SMP, bukan hanya berfokus pada hasil belajar semata.
Kata Kunci: Literasi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), Metode Pengenalan Tujuh Langkah, Kemampuan Membaca Al-Qur'an.
References
An, M., Hidayat, N., & Chamid, A. (2020). Program baca tulis Al-Qur'an dengan metode Al-Miftah. Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 139-159.
Ausubel, D. P. (1968). Educational psychology: A cognitive view. Holt, Rinehart & Winston.
Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7-74.
Fauzan, A., & Rahmawati, S. (2024). Implementasi manajemen program BTQ dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan, 9(1), 77-90.
Hasanah, U. (2023). Pembinaan baca tulis Al-Qur'an melalui metode qira'ah dan tartil. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 4(3).
Irawan, M. D. (2023). Pembentukan karakter religius melalui penanaman literasi Al-Qur'an sejak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1).
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Survei literasi Al-Qur'an nasional: Indeks dan capaian. Kemenag RI.
Sudjana, N. (2005). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms (2nd ed.). ASCD.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.