Analisis Model Direct Instruction untuk Pembelajaran Membaca Al-Qur’an pada Anak Tunagrahita di Hayat School Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsied.v6i2.24633Keywords:
Model Direct Instruction, Pembelajaran Membaca Al-Qur’an, Siswa Tunagrahita.Abstract
Abstract. Teaching Qur’an reading is an essential religious obligation for all Muslims, including students with intellectual disabilities who face significant limitations in cognitive aspects, memory, and concentration. At Hayat School Bandung, the learning process of reading the Qur’an demonstrates the implementation of the Direct Instruction model through structured demonstrations and intensive feedback. Based on this phenomenon, the problems in this research are formulated as follows: (1) How do teachers modify learning techniques to suit the cognitive characteristics of students with intellectual disabilities? (2) How is the Direct Instruction model syntax implemented in Qur’an reading lessons? (3) What are the students' responses and abilities in following the learning stages? (4) What are the obstacles and challenges faced by teachers in implementing this model?. Researcher used a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques used in this study were observation, interviews with PAI teachers and management, and documentation. The results of this study show that teacher strategies involve simplifying pronunciation through concrete object associations, slowing the learning tempo, and consistent repetition using the Iqra’ method. The Direct Instruction syntax is systematically applied through orientation, presentation, feedback, guided practice, and independent practice. Student responses indicate gradual improvement in reading skills, although significant obstacles such as low focus, cognitive limitations, and difficulty in recognizing connected letters remain.
Keywords: Direct Instruction Model, Qur’an Reading Learning, Student with Intellectual Disabilities.
Abstrak. Pembelajaran membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban agama yang penting bagi seluruh umat Islam, termasuk siswa tunagrahita yang menghadapi hambatan signifikan dalam aspek kognitif, daya ingat, dan konsentrasi. Di Hayat School Bandung, proses pembelajaran membaca Al-Qur'an menunjukkan adanya penerapan model Direct Instruction melalui demonstrasi terstruktur dan umpan balik yang intensif. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana strategi guru memodifikasi teknik pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik kognitif siswa tunagrahita? (2) Bagaimana penerapan sintaks model Direct Instruction dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an? (3) Bagaimana respons dan kemampuan siswa dalam mengikuti tahapan pembelajaran tersebut? (4) Apa saja hambatan dan tantangan yang dihadapi guru dalam penerapan model ini? Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan pihak manajemen, serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: strategi guru meliputi penyederhanaan pelafalan melalui asosiasi benda konkret, pengaturan tempo belajar yang lambat, serta pengulangan konsisten menggunakan metode Iqra’. Sintaks Direct Instruction diterapkan secara sistematis melalui tahap orientasi, presentasi, umpan balik, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Respons siswa menunjukkan peningkatan kemampuan membaca secara bertahap, meskipun hambatan seperti rendahnya fokus, keterbatasan kognitif, dan kesulitan mengenali huruf bersambung masih menjadi kendala utama
Kata Kunci: Model Direct Instruction, Pembelajaran Membaca Al-Qur’an, Siswa Tunagrahita.
References
[2] Amka, Jaleha, S., & Mirnawati. (2024). Teori Pemodelan Sistem Dalam Pendidikan Inklusif (W. Yuliani (ed.); 1st ed., pp. 1–185). CV Bravo Press Indonesia.
[3] Ashari, S. (2023). Makna Tartil Dalam Al-Qur’an Surah Al-Muzammil Ayat 4 dan Implementasinya. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 116–128. https://doi.org/https://doi.org/10.34005/tahdzib.2652
[4] Damanik, Z. M., Damanik, S. M., & Siahaan, M. H. (2024). Perkembangan Pendidikan Inklusif di Indonesia. Jurnal Tarbiyah Bil Qalam, 8, 15–20.
[5] Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. In H. Abadi (Ed.), Antimicrobial Agents and Chemotherapy (1st ed., pp. 1–508). CV. Pustaka Ilmu.
[6] Khairany, I., Chairunnisa, M., Arifin, M., Pascasarjana, P., Muhammadiyah, U., Utara, S., Artikel, I., Strategy, L., & Era, D. (2024). Peran Strategi Pembelajaran dan Implementasinya Pada Era Digital. 3(1), 8–14.
[7] Kharismah, A. (2023). Upaya Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak Tunagrahita Melalui Pembiasaan Hafalan Surat Pendek. 1–120.
[8] Leu, B. (2020). Pembelajaran Tahsin Tilawah Al-Qur’an untuk Pembaca Pemula. Ilmuna, 2(2), 134–154.
[9] Mu’thi Fathur Rozi, M., & Badriyah, L. (2024). Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Era Society 5 . 0 di SMK Negeri 1 Surabaya. 1(12), 444–452.
[10] Rishan, M., Batubara, J., & Deliani, N. (2024). Integrasi Teori Belajar Sosial dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Penelitian Guru Indonesia, 4(November), 4318–4332.
[11] Statistik, B. P. (2024). Potret Penyandang Disabilitas di Indonesia (pp. 1–111).
[12] Suharsiwi. (2017). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (1st ed.). CV. Prima Print.
[13] Zakirak, Z., Aulawi, M., Wijaya, M. N., Abidin, M. A. Z., Jauhari, M., Yahya, F., & Asiah, S. (2024). Penguatan Tahsinul Qur ’ an dengan Metode Iqro ’ dalam Meningkatkan Kualitas Bacaan Al- Qur ’ an Calon Guru Muda dan Santri di TPQ Masyiatullah. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(2), 72–84.